Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 10 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Alergi Kritik di Ruang Siber: Guntur Romli Protes Penangkapan Warga Soal Pidato Nuklir Prabowo
Politik

Alergi Kritik di Ruang Siber: Guntur Romli Protes Penangkapan Warga Soal Pidato Nuklir Prabowo

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 9, 2026 5:47 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
31 detik lalu
Share
Ilustrasi penangkapan warga terkait pidato nuklir yang disampaikan Presiden Prabowo.
Ilustrasi penangkapan warga terkait pidato nuklir yang disampaikan Presiden Prabowo. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli mengkritik penangkapan dua warga Jawa Barat, AYP dan AF, terkait konten media sosial yang membahas pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai isu nuklir Iran. 

Daftar isi Konten
  • Benarkah Ancaman?
  • Ekspresi Dianggap Kriminal
  • Salah Guna Hukum?

Dia menilai penindakan terhadap warga yang mengkritik kebijakan Presiden berisiko memperkuat kesan bahwa pemerintah represif dan antikritik.

“Pemerintah tidak mau dicitrakan buruk, represif, dan otoriter, tapi penangkapan dua konten kreator yang mengulas pidato Presiden Prabowo soal nuklir Iran, sama saja pemerintah memberikan bukti sendiri betapa represif dan otoriternya aparat bertindak,”

kata Guntur yang dikutip dari video pendeknya, Minggu, 9 Agustus 2026.
Baca juga:
Jika Gibran Mundur dan 'Takhta' Kosong: Denny Indrayana Urai Skenario… Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkap skenario konstitusional apabila Gibran Rakabuming…
Denny Indrayana Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur: Murni Gerakan… Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengakui surat terbuka yang dikirimkan kepada…
Popularitas Dedi Mulyadi Tembus 'Sidratul Muntaha', Kualitas Hidup Jabar Malah… Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyorot popularitas dan elektabilitas…
  • Jika Gibran Mundur dan 'Takhta' Kosong: Denny Indrayana Urai Skenario Triumvirat
  • Denny Indrayana Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur: Murni Gerakan Politik Otonom
  • Popularitas Dedi Mulyadi Tembus 'Sidratul Muntaha', Kualitas Hidup Jabar Malah 'Membumi'

Benarkah Ancaman?

Ia melanjutkan perkara tersebut bermula dari aktivitas di media sosial yang membahas pernyataan Presiden mengenai perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Diskusi mengenai kebijakan publik semestinya mendapat ruang dalam demokrasi, selama tidak berubah menjadi ancaman atau hasutan kekerasan.

“Padahal ini konten diskusi kebijakan publik, bukan hasutan kekerasan. Bahkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan bahwa dinamika ruang siber berbeda dengan ruang nyata, dan itu harus jadi pedoman,”

ucap Guntur.

Namun, berdasarkan keterangan Polda Jawa Barat, penyidik menetapkan AYP dan AF sebagai tersangka setelah menemukan unggahan dan komentar yang dinilai mengandung unsur provokasi atau hasutan. 

Polisi menyebut AYP mengunggah konten terkait pernyataan Prabowo soal nuklir Iran, sementara AF diduga menulis komentar bernada kekerasan. Penyidik juga mengidentifikasi komentar lain yang berisi ancaman terhadap kepala negara.

Baca juga:
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal… Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto menyoroti…
950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…
Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis dengan capaian pemerintahannya setelah hampir dua tahun…
  • Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter…
  • 950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak
  • Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke

Ekspresi Dianggap Kriminal

Guntur tetap mempertanyakan proporsionalitas penindakan tersebut. Menurutnya, kritik terhadap Presiden harus dibedakan secara tegas dari ajakan melakukan kekerasan agar penegakan hukum tidak mengikis kebebasan berekspresi.

“Kritik warga sekeras apa pun kepada Presiden adalah ekspresi yang sah, bukan kejahatan. Tapi yang lebih janggal lagi, pembuat konten dijerat karena komentar orang lain di kolom komentar,”

Mantan politisi PSI itu berpendapat persoalan tersebut dapat menjadi preseden apabila seseorang dimintai pertanggungjawaban pidana atas seluruh respons yang muncul dari pengguna lain di ruang komentar. 

Prinsip pertanggungjawaban pidana harus tetap dikaitkan dengan perbuatan orang yang bersangkutan.

“Ini bukan hanya berlebihan, tapi preseden berbahaya seolah setiap warga bertanggung jawab atas reaksi orang lain,”

jelas Guntur.

Salah Guna Hukum?

Pemerintah perlu berhati-hati menggunakan instrumen hukum ketika menghadapi kritik di ruang digital. Penahanan atau pemidanaan terhadap warga yang menyampaikan kritik dapat menimbulkan efek gentar bagi masyarakat lain untuk berbicara mengenai kebijakan pemerintah.

“Penahanan terhadap warga yang sekadar berdiskusi soal pidato Presiden bukan cuma tidak proporsional, tapi mencederai kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dan sudah ditegaskan oleh MK,”

tutur dia.

“Alih-alih menjaga wibawa negara, tindakan represif aparat itu justru memperkuat citra pemerintah yang antikritik dan gemar mengkriminalisasi suara rakyat di ruang digital,”

tambah Guntur.
Baca juga:
Koalisi Gemuk Bikin Demokrasi Sakit, Pemerintahan Berisiko Lumpuh Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana, mengkritik konfigurasi politik pemerintahan saat ini…
Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil… Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…
Demi SDM Unggul, Prabowo Bakal Jorjoran Investasi Riset dan Sekolah… Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi sektor pendidikan dan riset…
  • Koalisi Gemuk Bikin Demokrasi Sakit, Pemerintahan Berisiko Lumpuh
  • Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka…
  • Demi SDM Unggul, Prabowo Bakal Jorjoran Investasi Riset dan Sekolah Standar Internasional
Tag:HeadlineirankritikMohammad Guntur RomliNuklirPolda Jawa Baratprabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
1
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pembatasan utang kepala daerah.
Politik

Deddy Sitorus Kritik Kemendagri: Kenapa Utang Daerah Dibatasi?

Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan sikap Menteri Dalam…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
7 jam lalu
Ilustrasi Triumvirat dalam kekosongan Presiden dan Wakil Presiden RI.
Politik

Jika Gibran Mundur dan ‘Takhta’ Kosong: Denny Indrayana Urai Skenario Triumvirat

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkap skenario konstitusional apabila Gibran Rakabuming…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
9 jam lalu
Ilustrasi Denny Indrayana bersurat untuk Wapres Gibran.
Politik

Denny Indrayana Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur: Murni Gerakan Politik Otonom

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengakui surat terbuka yang dikirimkan kepada…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
9 jam lalu
Ilustrasi Monumen Bandung Lautan Api dan nasib warga Jawa Barat.
Politik

Bukan Sekadar ‘Uji Viral’, Kinerja Dedi Mulyadi Mesti Diuji Lewat Nasib Warga Jabar

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meminta publik tidak mengukur…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up