Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS Saadiah Uluputty mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dinilai tidak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan di dalam negeri.
Dampak asap yang mulai dirasakan hingga negara tetangga menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat pencegahan, pengawasan, dan penanganan karhutla secara menyeluruh. Pemerintah tidak boleh menunggu kebakaran meluas sebelum mengambil tindakan.
Karhutla Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap sudah mengganggu masyarakat hingga negara tetangga, ini menjadi alarm bagi (Indonesia),”
kata Saadiah kepada Owrite.id, Minggu, 23 Agustus 2026.
Saadiah menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar.
Pemerintah perlu memperkuat sistem pencegahan, pengawasan, dan deteksi dini, sekaligus memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan.
Pemerintah perlu memperkuat pemadaman sekaligus pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. (Indonesia) harus mampu mencegah sebelum dampaknya semakin luas,”
ucap dia.
Ancaman Nyata
Dampak karhutla jauh melampaui kerusakan ekosistem. Kabut asap dapat mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu kegiatan pendidikan dan transportasi, menekan aktivitas ekonomi, hingga berpotensi memengaruhi hubungan dan kerja sama dengan negara tetangga.
Maka, ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat.
Seluruh pihak harus terlibat dalam membangun sistem pengendalian karhutla yang tidak hanya responsif ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mampu mencegah kebakaran sejak dini.
Saadiah juga menekankan perihal menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pencegahan karhutla. Edukasi, pengawasan berbasis masyarakat, serta respons cepat terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran harus terus diperkuat.
Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang paling dirugikan ketika karhutla terjadi,”
jelas Saadiah.
Jaga Hutan
Politisi asal Maluku itu mengajak masyarakat turut menjaga kawasan hutan dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Lanjut Saadiah, keberadaan hutan tidak hanya berkaitan dengan sumber daya alam, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat.
Mari jaga hutan, lindungi masyarakat, dan hentikan karhutla sebelum dampaknya semakin luas. Hutan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga ruang hidup yang harus dilindungi bersama,”
tutur dia.





















