Ada fase di umur 20-an ketika hidup tiba-tiba terasa berat banget. Teman satu mulai kerja mapan. Ada yang lanjut S2. Ada yang sudah menikah. Ada yang kariernya kelihatan naik terus di LinkedIn. Dan ada juga yang hidupnya terlihat “beres” banget di Instagram.
Sementara kamu? Masih bingung mau jadi apa. Masih takut sama masa depan. Masih ngerasa hidup jalan di tempat.
Akhirnya muncul pertanyaan yang diam-diam sering menghantui “Kenapa semua orang kelihatan punya arah selain gue?”
Apa Itu Quarter Life Crisis?
Quarter life crisis adalah fase krisis emosional yang banyak dialami orang di usia 20-an hingga awal 30-an.
Biasanya ditandai dengan merasa tertinggal, bingung menentukan arah hidup, takut gagal, cemas soal karier dan masa depan, sampai mempertanyakan tujuan hidup sendiri.
Dilansir dari Verywell Mind, quarter life crisis sering muncul saat seseorang mulai menghadapi tekanan dunia nyata seperti pekerjaan, hubungan, finansial, dan ekspektasi sosial. Makanya banyak orang merasa capek bahkan ketika hidup mereka sebenarnya baru dimulai.
Kenapa Semua Orang Kelihatan Lebih Sukses?
Salah satu alasan quarter life crisis terasa makin berat adalah media sosial. Setiap hari kita melihat pencapaian orang lain diterima kerja, resign lalu sukses bikin bisnis, traveling, beli rumah, atau sekadar upload hidup yang terlihat stabil dan produktif.
Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain. Padahal yang terlihat di internet sering cuma highlight terbaik seseorang, bukan keseluruhan realita hidupnya.
Dilansir dari Psychology Today, social comparison atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain bisa meningkatkan rasa tidak puas, insecurity, dan kecemasan terhadap hidup sendiri.
Dan semakin sering seseorang compare hidupnya dengan orang lain, semakin sulit juga mereka merasa cukup.
Banyak Orang Sebenarnya Sama-Sama Bingung
Yang jarang disadari ialah banyak orang yang terlihat tenang sebenarnya juga lagi bingung. Karena usia 20-an memang sering jadi fase penuh ketidakpastian.
Mulai dari tekanan harus sukses cepat, tuntutan menjadi “orang ada”, pertanyaan kapan mapan, sampai rasa takut salah memilih jalan hidup.
Dikutip dari penelitian di Springer Link tentang emerging adulthood, fase dewasa muda memang identik dengan eksplorasi identitas, kecemasan masa depan, dan rasa tidak pasti terhadap hidup. Jadi kalau kamu merasa lost di umur sekarang, itu bukan berarti kamu gagal.
Kadang Kamu Bukan Malas, Kamu Cuma Kelelahan
Quarter life crisis sering bikin orang merasa dirinya kurang produktif. Padahal bisa jadi yang sebenarnya terjadi adalah karena kamu terlalu lelah.
Lelah karena terus merasa tertinggal. Lelah karena merasa harus cepat berhasil. Lelah karena hidup terasa seperti perlombaan tanpa garis finish. Dan di era sekarang, tekanan itu datang hampir setiap hari.
Dilansir dari The Guardian, banyak anak muda sekarang mengalami kecemasan berlebih karena ketidakpastian ekonomi, tekanan sosial, dan ekspektasi untuk selalu produktif. Makanya banyak Gen Z merasa capek secara mental bahkan sebelum merasa berhasil.
Nggak Punya Semua Jawaban di Umur 20-an Itu Normal
Ada tekanan aneh yang bikin orang merasa umur 25 harus sudah punya semua jawaban hidup. Padahal kenyataannya, banyak orang dewasa juga masih figuring things out. Karena hidup bukan jalan lurus yang semuanya langsung jelas.
Kadang seseorang baru menemukan pekerjaan yang cocok, lingkungan yang sehat, atau versi terbaik dirinya setelah melewati banyak fase bingung dulu. Dan itu normal.
Quarter Life Crisis Bukan Berarti Kamu Gagal
Kadang fase ini justru muncul karena kamu sedang tumbuh. Karena kamu mulai mempertanyakan hidup. Mulai sadar apa yang sebenarnya kamu inginkan. Mulai capek hidup cuma mengikuti ekspektasi orang lain.
Dan meskipun rasanya berat, banyak orang ternyata mengalami hal yang sama. Jadi kalau akhir-akhir ini kamu merasa tertinggal, takut masa depan, atau bingung sama arah hidup sendiri, mungkin kamu bukan gagal.
Mungkin kamu cuma lagi ada di fase hidup yang memang nggak mudah dijalani. Dan itu manusiawi banget.
Jangan lupa follow @sefruitmedia buat konten self-awareness, quarter life crisis, dan emotional talks lainnya yang relate sama kehidupan sehari-hari yaaa
