Pernah nggak, pertama kali dengar sebuah lagu rasanya biasa aja, bahkan pengin langsung di-skip. Tapi beberapa minggu kemudian, kamu malah nyanyiin liriknya terus?
Kalau pernah, tenang aja. Bukan berarti selera musikmu berubah drastis. Ada penjelasan psikologis yang membuat hal itu bisa terjadi.
Fenomena ini dikenal sebagai mere exposure effect, yaitu kecenderungan seseorang untuk lebih menyukai sesuatu setelah sering terpapar olehnya.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Robert B. Zajonc dalam penelitian Attitudinal Effects of Mere Exposure (1968).
Zajonc menemukan bahwa semakin sering kita melihat atau mendengar sesuatu, semakin besar kemungkinan kita merasa akrab dan akhirnya menyukainya.
Hal yang sama juga berlaku pada musik. Saat pertama kali mendengar lagu baru, otak masih berusaha mengenali pola melodi, ritme, dan liriknya. Setelah diputar berulang kali, otak menjadi lebih familiar sehingga lagu tersebut terasa lebih nyaman didengar.
Dalam buku Sweet Anticipation: Music and the Psychology of Expectation (2006), David Huron menjelaskan bahwa otak manusia senang mengenali pola.
Ketika kita mulai bisa menebak nada berikutnya atau ikut menyanyikan bagian chorus, muncul rasa puas yang membuat pengalaman mendengarkan musik terasa lebih menyenangkan.
Makanya, nggak heran kalau lagu yang awalnya terasa “aneh” lama-lama justru jadi lagu yang paling sering kamu putar.
Media sosial juga punya pengaruh besar. Lagu yang terus muncul di FYP TikTok, Instagram Reels, atau video pendek lainnya membuat kita mendengarnya berkali-kali tanpa sadar.
Paparan yang berulang inilah yang memperkuat efek mere exposure, sehingga lagu yang tadinya biasa saja perlahan berubah menjadi favorit.
Meski begitu, ada batasnya juga. Jika sebuah lagu diputar terlalu sering dalam waktu singkat, sebagian orang justru bisa merasa bosan.
Dalam psikologi, hal ini menunjukkan bahwa rasa suka terhadap sesuatu tidak hanya dipengaruhi oleh frekuensi, tetapi juga variasi dan konteks saat kita menikmatinya.
Jadi, kalau sekarang kamu tiba-tiba ketagihan sama lagu yang dulu sempat kamu bilang “nggak enak”, jangan heran. Bisa jadi, bukan lagunya yang berubah, melainkan otakmu yang mulai merasa akrab dengannya.
Pernah punya pengalaman seperti ini? Coba lihat lagi playlist-mu. Siapa tahu ada lagu yang dulu sering kamu skip, tapi sekarang malah masuk daftar favorit.
Kalau kamu suka artikel seputar psikologi, musik, lifestyle, dan fenomena sehari-hari yang dibahas berdasarkan riset, jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya!











