Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Meme Udah Jadi Bahasa Kedua Gen Z, Kok Bisa?
Sefruit

Meme Udah Jadi Bahasa Kedua Gen Z, Kok Bisa?

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
Last updated: Juli 20, 2026 6:20 pm
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
12 jam lalu
Share
SHARE

Pernah nggak sih, lagi chat sama teman terus bingung mau bales apa? Bukan karena nggak tahu jawabannya. Tapi karena rasanya, nggak ada kata-kata yang cukup menggambarkan situasi.

Akhirnya buka stiker. Scroll. Scroll lagi. Sampai ketemu satu gambar random yang entah kenapa pas banget sama kondisi saat itu. Kirim. Selesai.

Kadang cuma modal stiker orang nangis, muka bengong, atau ekspresi panik, teman langsung paham maksudnya.

“WKWKWK gue ngerti.”

Padahal nggak ada satu kalimat pun yang diketik. Selamat datang di era ketika meme dan stiker jadi bahasa kedua Gen Z.

Mau cerita panjang? Mending kirim meme dulu

Gen Z punya bakat unik, bisa menjelaskan keadaan hidup cuma dengan satu gambar.

Lagi capek kerja? Kirim meme orang rebahan. Lagi kesel sama seseorang? Kirim foto orang melotot. Lagi nggak tahu harus bereaksi apa? Ada stiker orang bengong dengan caption absurd.

Praktis, cepat, dan yang paling penting nggak perlu ngetik panjang-panjang.

Karena kadang menjelaskan perasaan itu lebih ribet daripada cari stiker yang pas.

Stiker meme = ekspresi wajah versi online

Masalahnya, chat punya satu kelemahan besar, nggak ada muka.

Kalau ngobrol langsung, kita bisa lihat orang lagi bercanda, kesel, atau cuma pura-pura kuat. Tapi kalau lewat teks? Kata “Ok” bisa berarti banyak hal.

Nah, stiker meme hadir sebagai penyelamat. Dia jadi pengganti ekspresi wajah yang hilang di dunia chat. Makanya satu stiker bisa punya banyak arti. Stiker orang nangis bisa berarti “gue sedih.” Tapi bisa juga berarti “gue ketawa sampai nangis.” Stiker orang marah bisa berarti “gue kesel.” Atau cuma “anjir ngakak banget.”

Tergantung konteks.

Dan anehnya, semua orang ngerti.

Gen Z punya kamus meme sendiri

Kalau orang luar lihat koleksi stiker Gen Z, mungkin reaksinya “Kenapa ada foto orang random sebanyak ini?” tapi buat Gen Z, itu bukan foto random. Itu adalah kamus emosi.

Ada stiker buat kaget, ada stiker buat malu, ada stiker buat pasrah, ada stiker buat pura-pura nggak peduli padahal sebenarnya peduli.

Bahkan kadang teman bisa tahu mood seseorang cuma dari stiker yang dikirim. Belum chat aja udah ketahuan “Oh, dia lagi mode capek nih.”

Meme bikin obrolan makin relate

Salah satu alasan stiker meme gampang populer karena dia lahir dari pengalaman sehari-hari.

Semua orang pernah ngerasain deadline mepet, salah tingkah, malas keluar rumah, atau pengen menghilang sebentar dari dunia.

Bedanya, Gen Z nggak selalu bilang “Aku sedang mengalami tekanan.”

Kadang cukup kirim meme orang jatuh sambil caption “Ya begitulah hidup.”

Lebih simpel, tapi pesannya sampai.

Jadi meme cuma buat bercanda?

Nggak juga.

Meme dan stiker sekarang sudah jadi bagian dari cara Gen Z berkomunikasi.

Kalau dulu orang pakai kata-kata, emoji, atau gesture buat menunjukkan perasaan, sekarang gambar dan reaction meme ikut masuk ke dalam “bahasa” sehari-hari.

Karena di zaman chat yang serba cepat ini, kadang satu stiker bisa menggantikan satu paragraf.

Dan mungkin itu alasan kenapa galeri HP Gen Z isinya bukan cuma foto makanan atau selfie tapi ratusan gambar orang random yang siap dikirim kapan saja.

Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya ya!

Tag:Bahasa MemeBudaya Memegen zMeme Gen Z
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Argentina Gagal Juara, Rodrigo De Paul Sindir Isu Konspirasi yang Mengiringi Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Presiden FIFA Gianni Infantino (ketiga kanan) memberikan medali juara kedua Piala Dunia 2026 kepada kapten Timnas Argentina Lionel Messi (kedua kanan) dan rekan-rekannya di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat,
3
Cak Imin Sentil Ekonomi Prabowo: Konsep Benar, Masalahnya Mandek di Implementasi
By Rika Pangesti
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam diskusi ekonomi di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
4
Maaf Diterima, Hukum Jalan Terus: PWI Polisikan Hotman Paris Usai Sentil “Otak” Wartawan
By Rahmat Baihaqi
Direktur Anti-Kekerasan Wartawan PWI Edison Siahaan di Polda Metro Jaya, 20 Juli 2026.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Baru Muncul, Akun Ini Langsung Nantangin Ade Rai. Pede Banget?

Tantangan adu jumlah followers dari akun misterius @akun_ban.mp3 kepada Ade Rai viral…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Sefruit

Nggak Cuma Jago Main Bola, Spanyol Punya Kota-Kota yang Nggak Boleh Kamu Lewatkan

Terbawa euforia kemenangan tim nasional Spanyol dan ingin liburan ke sana? Dari…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Sefruit

Korean, Japanese, atau Thai Fashion? Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

Bingung membedakan Korean, Japanese, dan Thai fashion saat mencari inspirasi di Pinterest?…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
Sefruit

Warna Baju Favoritmu Bisa Ngasih Clue Soal Mood Kamu, Lho

Pernahkah kamu menyadari kalau pilihan warna bajumu setiap hari mencerminkan suasana hatimu?…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up