Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 29 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 3.000 Pekerja di PHK Imbas 5 Pabrik Tekstil Tutup, Kemnaker Buka Suara
Nasional

3.000 Pekerja di PHK Imbas 5 Pabrik Tekstil Tutup, Kemnaker Buka Suara

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Desember 3, 2025 10:22 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
Aksi unjuk rasa mantan pekerja PT. Sritex
Aksi unjuk rasa mantan pekerja PT. Sritex (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz)
SHARE

Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengungkapkan, sebanyak lima pabrik hulu tekstil telah menutup usahanya sepanjang 2025 karena RI kebanjiran produk impor. Akibatnya, 3.000 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Merespons hal ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, PHK harus menjadi opsi terakhir bagi perusahaan yang mengalami tekanan usaha.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004.

Perusahaan yang mengalami tekanan usaha, termasuk akibat masuknya produk impor yang dijual dengan harga dumping sebagaimana yang disampaikan oleh APSyFI, wajib terlebih dahulu melakukan berbagai upaya pencegahan,”

Afriansyah kepada owrite Selasa, 2 Desember 2025.

Dia menjelaskan, berbagai upaya pencegahan itu diantaranya efisiensi bertahap seperti pengurangan upah dan fasilitas manajerial, pengurangan shift, pembatasan lembur, pengurangan jam atau hari kerja.

Kemudian merumahkan pekerja sementara secara bergilir, tidak memperpanjang kontrak yang habis masa berlakunya, serta memberikan pensiun bagi pekerja yang memenuhi syarat.

Semua langkah tersebut harus dibahas dan disepakati dalam perundingan bipartit antara serikat pekerja/pekerja dengan pengusaha, sehingga PHK dapat dicegah,”

Afriansyah.

Afriansyah menuturkan, jika PHK tidak bisa dihindari, pemerintah memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja menjadi mulai dari pesangon hingga kompensasi lain.

Pemerintah memastikan bahwa perlindungan hak-hak pekerja menjadi prioritas. Kementerian Ketenagakerjaan berkewajiban memastikan pekerja yang terdampak menerima haknya sesuai ketentuan, termasuk pembayaran pesangon atau kompensasi lain sebagaimana diatur dalam regulasi ketenagakerjaan,”

Afriansyah.

Afriansyah mengatakan, tekanan ke industri tekstil saat ini, termasuk akibat masuknya produk impor berharga dumping bersifat struktural dan multidimensi. Karena itu, penangannya harus melibatkan sejumlah kementerian lembaga lainnya.

Sehingga penanganannya tidak dapat bergantung pada satu kementerian saja. Oleh karena itu, dibutuhkan dialog konstruktif antara pemerintah, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah korektif bersama, baik terkait tata niaga impor, daya saing industri, maupun stabilitas hubungan industrial,”

Afriansyah.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi mengungkapkan sebanyak lima pabrik teksti sudah menyetop hingga menutup usahanya pada 2025.

Tutupnya 5 perusahaan tersebut disebabkan kerugian serius akibat penjualan yang tidak maksimal di pasar domestik. Banjirnya produk impor dengan harga dumping berupa kain dan benang jadi faktor utama tutupnya perusahaan ini,”

Farhan dalam keterangannya dikutip Senin, 1 Desember 2025.

Farhan memperkirakan, pada tahun 2026 akan terjadi penutupan pabrik tekstil lainnya. Hal ini terjadi jika pemerintah tidak bisa mengontrol dan memberikan transparansi ke publik siapa penerima kuota impor paling banyak yang menyebabkan banjirnya produk impor di pasar domestik.

Saat ini, 6 pabrik lainnya produksinya sudah dibawah 50 persen, bahkan sudah ada yang on-off. 5 mesin polimerisasi sudah stop, tidak produksi lagi,”

Farhan.

Farhan menjelaskan untuk lima perusahaan yang tutup itu diantaranya PT. Polychem Indonesia yang memproduksi tekstil di Karawang dan Tangerang, PT. Asia Pacific Fibers yang memproduksi serat polyester di Karawang.

Kemudian PT. Rayon Utama Makmur yang merupakan bagian Sritex Group yang memproduksi serat rayon, dan PT. Susilia Indah Synthetics Fiber Industries (Sulindafin) yang memproduksi serat & benang polyester di Tangerang.

Farhan memperkirakan, pada tahun 2026 akan terjadi penutupan pabrik tekstil lainnya. Hal ini terjadi jika pemerintah tidak bisa mengontrol dan memberikan transparansi ke publik siapa penerima kuota impor paling banyak yang menyebabkan banjirnya produk impor di pasar domestik.

Tag:Afriansyah NoorAPSyFIBerita PentingEditorialKemnakerPabrik TekstilPHK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
1
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
2
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
3
Hakim Bongkar Kejanggalan Foto Keluarga Febrie Ditemukan di Rumah Sentul, Ada Pertanyaan Besar
By Rahmat Baihaqi
Hakim Richard Edwin Basoeki saat menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kubu Febrie dalam sidang di PN Jakarta Selatan.
4
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Dokter Icha, Puan Pilih Hormati Hukum
By Rika Pangesti
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kanan) tiba untuk mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Nasional

Zulhas Ungkap Fakta Mengejutkan soal Sampah RI: Ratusan Aturan Bikin PSEL Sulit Jalan karena Ruwet

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyoroti rumitnya regulasi yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Petugas tengah memadamkan api yang membakar lahan.
Nasional

Tersangka Karhutla Bertambah Jadi 89 Orang, Bareskrim Telusuri Keterlibatan Korporasi

Bareskrim Polri kembali menambah jumlah tersangka dalam kasus dugaan pembakaran hutan dan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Demo ricuh di depan gedung DPR, Senayan.
Nasional

Kedubes AS Soroti Demo Rusuh Jakarta, Warga Negaranya Diminta Hindari Sejumlah Lokasi

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Hakim tunggal Richard Edwin Basoeki memimpin jalannya sidang putusan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Febrie Adriansyah
Nasional

Satu Warga Meninggal Imbas Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kronologi Evakuasi

Satu orang meninggal dunia imbas kericuhan dalam demonstrasi di kawasan sekitar Gedung…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up