Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 26 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK
Ekonomi Bisnis

Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 4, 2025 5:13 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) mendapat perhatian serius dari Pengamat Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita.

Ronny menilai, bahwa gagasan pembangunan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan memiliki manfaat yang besar, namun diiringi dengan sejumlah risiko struktural jika tidak dirancang dengan cermat.

Ditegaskannya, bahwa secara konsep Dewan Keuangan baru itu dapat menjadi solusi atas lemahnya koordinasi dalam kebijakan kesejahteraan keuangan nasional yang selama ini tersebar di banyak lembaga.

Pembentukan DNKK bisa bermanfaat jika benar-benar mengisi kekosongan koordinasi yang selama ini tidak tertangani oleh struktur lembaga yang ada. Namun tanpa desain mandat yang jelas, ketat, dan terukur, DNKK berpotensi menambah lapisan birokrasi baru yang justru memperlambat pengambilan keputusan,”

kata Ronny pada owrite, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, selama ini isu financial well-being masyarakat, penguatan inklusi keuangan, dan tata kelola perlindungan konsumen sektor keuangan memang belum mumpuni untuk terintegrasi antar kementerian dan lembaga negara.

Oleh sebab itu, keberadaan badan koordinatif di bawah presiden pada dasarnya dapat mempercepat harmonisasi kebijakan. Namun, Ronny mengingatkan bahwa manfaat ini hanya dapat dicapai jika DNKK tidak menciptakan duplikasi kewenangan yang sudah dimiliki Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), maupun Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Diketahui, pembentukan ini untuk mempersiapkan data keuangan terbuka atau open data keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan rencana dibentuknya Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan untuk menyempurnakan peran DNKI.

Lebih jauh, Ronny memandang bahwa pembentukan DNKK juga bisa dibaca sebagai upaya pemerintah melakukan penajaman fokus kebijakan ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan.

Pembentukan lembaga baru di bawah kendali eksekutif hampir selalu membawa potensi konsolidasi kekuasaan politik dan kontrol koordinasi lintas lembaga. Karena itu, struktur keanggotaan, komposisi aktor kunci, dan kewenangan yang diberikan harus diawasi secara ketat,”

jelasnya.

Ronny pun mengingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan, terutama dengan regulator yang sudah mapan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Jika DNKK diberi kewenangan terlalu luas, benturan antar lembaga hampir pasti terjadi,”

ujar Ronny.

Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut, pemerintah diminta menyusun Peraturan Presiden (PP) yang memuat secara rinci pembagian mandat, batas operasional, kewajiban transparansi rapat dan rekomendasi kebijakan, hingga mekanisme audit berkala oleh lembaga independen. Tidak kalah penting, harus tersedia jalur legislasi atau yudisial yang jelas jika terjadi sengketa kewenangan.

Dalam hal pengukuran kinerja, Ronny menekankan bahwa indikator efektivitas DNKK tidak boleh berhenti pada tumpukan dokumen kebijakan. Evaluasi harus berbasis hasil konkret yang dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha. 

Contohnya adalah:

  1. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan
  2. Penurunan kerentanan finansial rumah tangga,
  3. Membaiknya akses pembiayaan UMKM dan daerah
  4. Percepatan koordinasi lintas lembaga, dan keterbukaan data publik terkait kebijakan keuangan nasional.

Indikator tersebut, tegas Ronny, harus diukur oleh lembaga independen dan dipublikasikan secara transparan kepada publik dan DPR agar DNKK tidak sekadar menjadi forum administratif tanpa dampak nyata.

Ronny pun menyatakan, bahwa jika pemerintah ingin DNKK benar-benar memberi nilai tambah, maka mandat lembaga tersebut harus sempit dan strategis, bukan berubah menjadi regulator baru. Pemerintah juga perlu membangun sistem transparansi berbasis open data antar lembaga sehingga publik dapat menguji kinerjanya secara empiris.

Akuntabilitas adalah fondasi. DNKK harus memiliki mekanisme evaluasi berkala, audit independen, serta melibatkan masyarakat sipil dan akademisi agar tidak bergerak dalam ruang tertutup dan elitis,”

tegasnya.

Ronny menilai, bahwa pembentukan DNKK bisa menjadi reformasi kelembagaan yang signifikan, jika dirancang dengan matang. Namun apabila tidak, risiko tumpang tindih kewenangan, duplikasi fungsi, hingga konsentrasi kekuasaan justru akan memperlebar masalah tata kelola yang selama ini berusaha diperbaiki oleh pemerintah.

Tag:Bank Indonesiadewan nasional kesejahteraan keuanganOJKPrabowo SubiantoPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Panas! Amien Rais Minta Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Singgung Kasus Roy Suryo
By Rahmat Tunny
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/wsj)
1
Tak Temui Mahasiswa dan Kerap Serang Pengkritik, Prabowo Dinilai Makin Anti Kritik
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan paparan di depan siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
2
Selat Hormuz Ramai Tanker, Harga Minyak Dunia Rontok Cuma US$75,07 per Barel
By Anisa Aulia
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
3
Proyek Blok Abadi Masela Dipastikan Jalan, Target Produksi Gas Raksasa Dimulai 2029
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
4
Geopolitik Global Mirip Malaria, Bahlil Siapkan B50 hingga Lirik Minyak Rusia
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Ekonomi Bisnis

Proyek Blok Abadi Masela Dipastikan Jalan, Target Produksi Gas Raksasa Dimulai 2029

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa proyek…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Ekonomi Bisnis

Geopolitik Global Mirip Malaria, Bahlil Siapkan B50 hingga Lirik Minyak Rusia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengibaratkan kondisi geopolitik…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
3 jam lalu
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
Ekonomi Bisnis

Selat Hormuz Ramai Tanker, Harga Minyak Dunia Rontok Cuma US$75,07 per Barel

Harga minyak dunia kembali turun pada Jumat pagi dan berpotensi mencatat penurunan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Juni 2026 Stagnan, Buyback Justru Naik Rp20.000

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) pada Jumat, 26 Juni…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up