Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa merespons mengenai peluang anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG), dialihkan untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini sejalan dengan liburnya anak sekolah mulai 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dan realisasi serapan anggaran MBG baru Rp52,9 triliun per 15 Desember 2025.
Purbaya mengatakan meski anak sekolah sudah mulai libur pada 22 Desember 2025, sisa anggaran MBG tidak akan dialihkan untuk bantuan bencana di Sumatera. Sebab Kemenkeu sudah melakukan perhitungan saat mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp71 triliun untuk tahun 2025.
Engga (dialihkan ke Sumatera), sudah dihitung sampai tanggal 22 itu pas sekitar Rp71 triliun. Jadi nggak ada yang bisa di pindahin lagi dari MBG,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.
Purbaya menjelaskan, meski hingga 15 Desember 2025 realisasi baru sebesar Rp52,9 triliun, dirinya menyakini Rp71 triliun dari pagu akan terserap, sebab masih ada pembayaran yang harus dibayar oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Kira-kira segitu abisnya, sudah terealisasi seperti itu. Karena ada yang belum dibayar segala macam sudah kita hitung kira-kira dan klaim dari MBG juga seperti itu,”
katanya.
Prabowo Gelontorkan Rp268 Miliar untuk Bencana Sumatera
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan ke tiga provinsi dan 52 Kabupaten/Kota terdampak bencana Sumatera, dengan nilai Rp268 miliar.
Presiden telah menyalurkan Bantuan Presiden melalui dana kemasyarakatan presiden sudah tersalurkan Rp268 miliar untuk APBD 3 provinsi dan 52 kabupaten kota yang terdampak bencana. Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Rp4 miliar per kabupaten/kota, dan Rp20 miliar per provinsi,”
katanya.
Di samping itu, Kemenkeu mencatat realisasi program MBG hingga 15 Desember 2025 mencapai Rp52,9 triliun atau 74,6 persen dari pagu anggaran Rp71 triliun. Sedangkan jumlah penerima MBG sebanyak 50,7 juta dari 82,9 juta penerima manfaat, yang terdiri dari pelajar dan ibu hamil.
MBG sampai dengan 15 Desember sudah Rp52,9 triliun, atau 74,6 persen dari anggaran di APBN sebesar Rp71 triliun. Saat ini penerimanya sudah 50,7 juta penerima dari 82,9 juta target,”
ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Kamis, 18 Desember 2025.
Suahasil menyampaikan, hingga 15 Desember 2025 program MBG telah dilaksanakan oleh 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengatakan, tenaga kerja yang diserap sebanyak 741.985 pekerja.
Dilaksanakan oleh 17.555 SPPG dan sudah menyerap 741.985 pekerja,”
katanya.


