Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 26 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Mengusut Dana MBG: Jejak Politik, Aparat, dan Elite di Balik Anggaran Ratusan Triliun
Nasional

(Part I) Mengusut Dana MBG: Jejak Politik, Aparat, dan Elite di Balik Anggaran Ratusan Triliun

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Januari 21, 2026 6:42 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.
Ilustrasi Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz)
SHARE

Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya digaungkan dalam salah satu daftar janji kampanye saat Pemilihan Presiden 2024, dan masuk sebagai satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat. 

Daftar isi Konten
  • Politik Patronase dan Konflik Kepentingan
  • Klaim sudah Lewati Proses Verifikasi

Sejak dimulai pada Januari 2025, pemerintah mengumbar janji tinggi mengenai MBG, yakni untuk memperbaiki status gizi, membebaskan anak Indonesia dari malnutrisi, dan menekan angka stunting.

Targetnya, menjangkau 19,47 juta penerima manfaat di tahun 2025, dan menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di tahun 2026.

Besarnya ambisi tersebut diikuti dengan kucuran dana jumbo untuk program MBG. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG hingga Rp71 triliun. Pada tahun 2026, pemerintah menambah anggaran MBG hingga lima kali lipat dengan alokasi mencapai Rp335 triliun.

Lebih jauh, anggaran masif tersebut tidak dibarengi dengan kualitas implementasi dan pengawasan yang baik, termasuk minimnya transparansi.

Informasi mengenai rincian anggaran, penyusunan peraturan, hingga data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak terbuka. Hal tersebut mempersulit pengawasan publik untuk mendeteksi potensi penyimpangan. 

Selain itu, masalah lain yang jarang tersorot adalah program MBG rawan akan konflik kepentingan, patronase, dan kronisme. Program ini mudah dieksploitasi sebagai alat untuk merawat dan memperluas jejaring pendukung, ataupun loyalis pemerintahan saat ini.

Oleh sebab itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan penelusuran untuk mengungkap praktik patronase serta keterlibatan Politically Exposed Person (PEPs) dalam pelaksanaan program MBG. 

Politik Patronase dan Konflik Kepentingan

Menurut ICW, penelusuran itu dianggap penting lantaran praktik patronase dan keterkaitan PEPs dengan program MBG dapat membuka ruang korupsi dan hanya menguntungkan pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara bebannya justru ditanggung oleh publik.

Temuan dari penelitian ICW menunjukan bahwa program MBG diduga sarat akan praktik politik patronase dan konflik kepentingan, yang terlihat dari hubungan yayasan pengelola SPPG dengan partai politik, tim pemenangan, pendukung Prabowo maupun mantan presiden Joko Widodo (Jokowi), militer, dan aparat penegak hukum. 

Keterkaitan ini mengindikasikan dugaan distribusi sumber daya kepada banyak pihak untuk memperkuat dan memperluas dukungan politik. Sehingga, program ini diduga digunakan sebagai alat konsolidasi politik daripada manfaat untuk publik.

Tidak hanya keluarga dan orang terdekat Prabowo, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga turut serta dalam penyediaan SPPG. Hingga September 2025, sudah ada 452 unit SPPG yang dikelola oleh TNI tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut akan terus bertambah, sebab institusi ini menargetkan sebanyak 2000 unit SPPG untuk didirikan. 

Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga menyatakan mengelola 672 SPPG di seluruh Indonesia. Termasuk yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari di Polda maupun Polsek berbagai daerah.

Berdasarkan temuan ICW, dari 102 yayasan mitra penyelenggara MBG yang ditelusuri, terdapat 27,45% atau 28 yayasan yang memiliki afiliasi politik formal.

Afiliasi ini timbul dugaan relasi yang dimiliki oleh individu di dalam yayasan dengan partai politik, yang meliputi kedudukan dalam partai politik berupa jabatan sebagai pengurus pusat dan daerah, pengusungan oleh partai politik dalam kontestasi pemilu, maupun status sebagai pejabat publik yang terpilih melalui pemilu. 

Tidak hanya partai yang mendapatkan kursi legislatif nasional, partai dengan kursi di daerah juga ditemukan dalam kategori ini. Dari 28 yayasan, tiga partai memiliki relasi teratas yakni 6 yayasan terafiliasi dengan Partai Gerindra.

Jumlah tersebut menempatkan Partai Gerindra sebagai partai yang paling banyak terafiliasi dengan yayasan mitra MBG dengan persentase 25%.

Kemudian, pada urutan berikutnya diisi oleh PKS dengan afiliasi terhadap 5 yayasan (17,8%), dan PAN dengan afiliasi terhadap 4 yayasan (10,7%).

Bila dihitung berdasarkan jumlah individu dalam yayasan yang terafiliasi dengan partai, terdapat 43 individu dari 28 yayasan yang memiliki afiliasi politik.

Tiga posisi teratas dengan afiliasi terbanyak diisi oleh PKS dengan afiliasi sebanyak 10 orang (35,7%). Setelah PKS terdapat PDI-P dengan afiliasi terhadap 7 individu (25%), dan Gerindra dengan 6 individu (21,4%).

Data Yayasan dan Individu yang Memiliki Afiliasi dengan Partai Politik (Sumber: Laporan ICW 2025 'Ada Siapa di Balik MBG)
Data Yayasan dan Individu yang Memiliki Afiliasi dengan Partai Politik (Sumber: Laporan ICW 2025 ‘Ada Siapa di Balik MBG)

Pada kategori ini, baik pendiri, pengurus, maupun pembina suatu yayasan dapat terafiliasi dengan partai yang berbeda-beda. Ini menjadikan yayasan tertentu dapat dimasukan ke penghitungan afiliasi lebih dari satu partai. 

Hasil penelusuran ICW juga menemukan empat orang anggota legislatif periode 2024–2029 yang menjadi bagian dari yayasan mitra MBG, yakni:

1. Asep Rahmat, anggota DPRD Ciamis dari Partai PAN sebagai ketua Yayasan Asra Bakti Maritim

2. Raden Muhammad Nizar, anggota DPRD Garut dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai ketua sekaligus pengawas Yayasan Cahaya Wirabangsa

3. Sulaeman Lessu Hamzah anggota DPR RI dari Partai Nasdem yang menjabat sebagai pengawas dan anggota Yayasan Insan Cendikia Jayapura

4. Raden Ayu Amrina Rosyada, anggota DPRD Ogan Ilir dari Partai Hanura yang terdaftar sebagai pendiri Yayasan Sahabat Pelangi.

Selain empat nama anggota legislatif aktif di atas, penelusuran dalam kategori ini juga menemukan informasi terkait yayasan yang keseluruhan strukturnya ditempati oleh kader PDIP. Yayasan tersebut adalah Yayasan Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Terdapat pula mantan kepala daerah terpilih dan kontestan dalam pemilihan kepala daerah yang namanya tercatat dalam akta sebagai pendiri dari Yayasan Lazuardi Kendari. Mereka adalah Nur Alam dan Mohammad Zayat Kaimoeddin.

Nur Alam merupakan mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode yang menjabat sejak tahun 2008 dari Partai Amanat Nasional (PAN). 

Tidak sampai rampung jabatan periode keduanya, Nur Alam tersangkut korupsi perizinan tambang nikel dengan kerugian negara Rp4,3 triliun pada 2016.

Sedangkan Zayat Kaimoeddin pernah mengikuti Pilkada Kota Kendari pada tahun 2017, meski tidak terpilih. Dirinya juga merupakan putra dari mantan Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Kaimoeddin yang menjabat sejak tahun 1992 hingga 2003.

Lebih jauh, terdapat dua yayasan yang memiliki keterkaitan dengan aparat penegak hukum yaitu Yayasan Inklusi Pelita Bangsa yang diduga terhubung dengan individu dalam Kejaksaan RI dan Yayasan Kemala Bhayangkari yang diduga terhubung dengan individu dalam Kepolisian RI.

Sejak April 2025, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa diketahui menginisiasi program MBG di berbagai sekolah. Yayasan tersebut mengklaim, program tersebut sebagai MBG-Swasta.

Klaim sudah Lewati Proses Verifikasi

Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan seluruh pelaksanaan MBG pasti berafiliasi dan sudah melewati proses verifikasi oleh BGN. Ia juga menyatakan, bahwa tidak ada SPPG yang berada di luar sistem yang dijalankan oleh BGN.

Dua dari lima orang pendiri Yayasan Inklusi Pelita Bangsa adalah Reda Manthovani, dan Denny Achmad. Reda merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Sedangkan Denny merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu.

Yayasan Kemala Bhayangkari terafiliasi dengan Polri melalui hubungan keluarga dari ketua dan pembina yayasan ini. Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari adalah Martha Dwi Maryani, istri dari Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. 

Sedangkan pembina dari yayasan ini terdiri dari dua orang yaitu Juliati Sapta Dwi M, yang merupakan istri dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Diana Wahyuni yaitu istri dari Ahmad Dofiri.

Ahmad Dofiri sendiri merupakan mantan Wakapolri periode 2024-2025, yang saat ini menjadi Penasihat Khusus Presiden untuk Reformasi Polri.

Sementara itu dari sisi militer, diduga ada indikasi individu militer aktif dan non-aktif yang terlibat dalam program MBG.

Dari 102 yayasan yang ditelaah, terdapat enam yayasan yang memiliki afiliasi dengan militer, baik yang masih aktif maupun purna tugas. 

Enam yayasan tersebut yaitu:

  1. Yayasan Adi Upaya
  2. Yayasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya
  3. Yayasan Kartika Purna Yudha
  4. Yayasan Manunggal Kartika Jaya
  5. Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan
  6. Yayasan Mualaf Indonesia Timur

Dari keenam yayasan tersebut muncul nama menteri, mantan menteri, serta pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan, yakni Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard, Sjafrie Sjamsoeddin, Musa Bangun, dan Rui Fernando Guedes.

Ryamizard yang terafiliasi dengan Yayasan Mualaf Indonesia Tim, yang merupakan Mantan Menteri Pertahanan pada era Presiden Joko Widodo di tahun 2014–2019. Pada yayasan ini, ia menjabat sebagai ketua sekaligus pembina. 

Sebelum pensiun dari tugas kemiliteran di tahun 2008. Ryamizard juga pernah menempati berbagai posisi militer, antara lain Kepala Staf Kodam Sriwijaya, Pangdam Brawijaya, Panglima Divisi 2/Kostrad, Kepala Staf TNI AD tahun 2002–2005, dan pernah dicalonkan Presiden Megawati sebagai Panglima TNI.

Temuan ICW yang menunjukkan hampir sepertiga yayasan mitra Program MBG terafiliasi dengan partai politik, aparat negara, militer, hingga keluarga elite dinilai mengindikasikan persoalan serius dalam desain kebijakan program sosial nasional. 

Tag:HeadlineICWKepala Daerahmakan bergizi gratisMBGparpolPrabowo SubiantoPresidenSpillyayasan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi perjalanan balik dari muddik
Hype

Persiapan Arus Balik: Pastikan Tubuh Fit Menghadapi Perubahan Cuaca Mendadak

Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian serius bagi para pemudik yang bersiap kembali ke perantauan. Pasalnya perubahan cuaca yang tidak menentu ini membuat tubuh gampang terserang…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Sumber: Instagram/anwaribrahim_my)
Internasional

Geopolitik Memanas, PM Malaysia Anwar Ibrahim Terbang ke RI Temui Prabowo Besok

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dijadwalkan akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026. Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Wisma Putra, kunjungan khusus ini atas…

By
Iren Natania
Dusep
1 Min Read
Dokumentasi owrite
Nasional

Teror Air Keras Aktivis KontraS Disebut Ancaman Demokrasi, RECHT Singgung Pernyataan Presiden

Direktur Eksekutif Research and Education Center for Humanitarian Transparancy Law (RECHT) Institute Firman Tendry Masengi, memberi tanggapan terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andri Yunus. Menurutnya, teror tersebut merupakan…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol Tjahyono Saputro
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Lanjutkan KRYD Kawal Sisa Arus Balik

Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada Rabu, 25 Maret 2026, pukul…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
1 jam lalu
Penumpang Kereta Cepat Whoosh saat libur Lebaran. (Sumber: KCIC)
Nasional

Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 11,3% Selama Lebaran 2026, Tembus 224 Ribu

KCIC mencatat adanya peningkatan volume penumpang Whoosh selama periode Angkutan Lebaran 2026.…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
Nasional

Kesiapan Jalur Mudik 2026: Menkes Pastikan Fasilitas Medis Gratis Tersedia Sepanjang Jalur Balik

Pemerintah terus memperkuat upaya keamanan arus balik Lebaran melalui rekayasa lalu lintas…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 jam lalu
Pemudik antre untuk masuk ke dalam Kapal Motor (KM) Sinabung di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara
Nasional

DPR Ingatkan Keselamatan Jadi Prioritas Saat Arus Balik Lebaran

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026, masyarakat diminta untuk lebih mengutamakan keselamatan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up