Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan sindiran kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ambisi Washington untuk menguasai Greenland.
Macron mengingatkan negara-negara Eropa agar tidak lengah, menilai ancaman dan tekanan dari Trump belum sepenuhnya berakhir.
Saat ini, kita berada dalam fase yang saya sebut sebagai ‘momen Greenland’,”
ujarnya.
Macron menilai pola tekanan politik dan ekonomi dari Washington kerap muncul secara tiba-tiba. Meski sempat mereda, ia mengingatkan agar Eropa tidak terburu-buru merasa aman.
Ada ancaman dan intimidasi. Dan kemudian, tiba-tiba Washington mundur. Dan kita pikir semua sudah berakhir. Tapi, jangan percaya itu sedetik pun,”
jelasnya.
Menurut Macron, potensi tekanan tidak hanya bersifat geopolitik, tetapi juga menyasar sektor-sektor strategis Eropa, termasuk industri farmasi dan teknologi digital.
Eropa Diminta Tak Tunduk pada Tekanan Terbuka
Dalam pandangan Macron, Eropa tidak boleh bersikap lunak ketika menghadapi agresi yang dilakukan secara terang-terangan.
Ketika terjadi agresi yang terang-terangan, kita tidak boleh tunduk atau mencoba mencapai kesepakatan,”
ucap presiden Prancis itu.
Kami mencoba strategi ini selama berbulan-bulan, dan itu tak berhasil. Tetapi yang penting, secara strategis strategi ini menyebabkan Eropa semakin bergantung,”
lanjutnya.
Macron menegaskan pentingnya peningkatan investasi publik dan swasta di Uni Eropa.
Menurutnya, kebutuhan investasi mencapai sekitar 1,2 triliun euro per tahun, termasuk untuk sektor teknologi hijau dan transformasi digital.
Seruan Eurobond
Lebih lanjut, Macron kembali mendorong penerbitan utang bersama Eropa serta reformasi pasar internal Uni Eropa. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi kawasan.
Sekarang saatnya meluncurkan kapasitas pinjaman bersama untuk pengeluaran di masa depan, yaitu Eurobond yang berorientasi masa depan,”
ucap dia.
Selain itu, Macron juga menganjurkan penyederhanaan dan pendalaman pasar tunggal Uni Eropa, serta diversifikasi kemitraan perdagangan global.
Ambisi Trump atas Greenland
Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan keinginan Amerika Serikat untuk mencaplok Greenland, bahkan membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Ia berdalih langkah tersebut diperlukan demi menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
Trump menyatakan bahwa jika AS tidak menguasai Greenland, maka pulau tersebut berpotensi dikuasai oleh Rusia atau China.
Ia juga sempat mengancam negara-negara, terutama di Eropa, yang menolak gagasan tersebut dengan sanksi ekonomi dari AS.
Namun, pada Januari lalu, Trump akhirnya menarik kembali ancaman pencaplokan Greenland secara militer dan membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa.
Meski demikian, peringatan Macron menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi perhatian serius bagi Uni Eropa.

