Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengkritik serangan Israel di Beirut, Lebanon. Trump menyebut serangan itu seharusnya tak terjadi di saat Washington sudah berada di ambang kesepakatan damai dengan Iran.
Serangan di Beirut seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari istimewa ketika kita begitu dekat dengan kesepakatan damai,”
tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 15 Juni 2026.
Trump berpendapat bahwa insiden serangan terbaru Israel ke Beirut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ia mendesak agar Israel bisa menghentikan aksi seragan untuk menghindari gangguan terhadap proses diplomatik.
Kita sangat dekat dengan kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan ini, termasuk ke Lebanon,”
lanjut Trump.
Hizbullah Juga Setop Serangan
Selain itu, Trump juga menyerukan penghentian segera semua serangan Israel di Lebanon. Begitu juga serangan yang dilakukan Hizbullah agar juga dihentikan.
Trump mengingatkan agar peluang damai AS-Iran yang bersejarah ini tak diganggu.
Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah. Jangan sampai kita menyia-nyiakannya,”
ujar Trump.
Sebagai informasi, AS dan Iran yang dimediasi Pakistan telah menyepakati perjanjian damai setelah konflik selama lebih tiga bulan. Dari draf kesepakatan itu, Iran bersedia membuka Selat Hormuz, jalur vital akses minyak dunia.
Kesepakatan itu seperti membuka kembali Selat Hormuz pada 19 Juni 2026. Draf perjanjian ini bakal mengakhiri konflik dan menghentikan operasi militer AS terhadap Teheran.
Menurut Trump, kesepakatan ini merupakan terobosan diplomatik besar dalam konflik perang hampir empat bulan tersebut. Jika tak ada hambatan, draf kesepakatan AS-Iran bakal diteken pada Jumat, 19 Juni 2026.

