Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Parameter Kemiskinan Dinilai Tak Masuk Akal, BPS Akrobat Data Demi Menyenangkan Presiden?
Nasional

Parameter Kemiskinan Dinilai Tak Masuk Akal, BPS Akrobat Data Demi Menyenangkan Presiden?

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 17, 2026 10:20 am
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) membagi kategori masyarakat ke dalam sepuluh kelompok. Pengelompokan ini merupakan cerminan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pembagian desil masyarakat dari 1-10 merupakan praktik umum yang dilakukan oleh suatu negara.

Itu kan tingkat apa yang mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dibagi menjadi 10 kelompok. Itu praktik umum yang dilakukan,”

ujar Amalia kepada owrite dikutip Selasa, 17 Februari 2026.

Amalia mengatakan, untuk desil 1 merupakan 10 persen kelompok penduduk, dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah. Adapun untuk 10 persen dengan kesejahteraan tertinggi, merupakan desil 10.

Jadi kita bisa melihat kalau desil 1 itu artinya 10 persen kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah,”

tuturnya.

Amalia mengatakan, untuk penghitungan desil dilakukan dengan banyak parameter. Beberapa diantaranya kepemilikan aset, rumah, hingga konsumsi listrik.

Banyak parameternya yang kita gunakan. Banyak banget, itu yang mencerminkan berbagai aspek termasuk antara lain kepemilikan aset, terus ada rumah, konsumsi listrik dan sebagainya,”

katanya.

Amalia menjelaskan, pembagian desil 1-10 secara aturan untuk melihat berapa persen penduduk. Ia membantah, pembagian desil ini merupakan distribusi tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara.

Untuk melihat berapa persen penduduk, bukan untuk melihat bagaimana distribusi tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara,”

ujarnya.

Adapun BPS sendiri memaparkan, pada September 2025, secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,76 anggota rumah tangga.

BPS menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang atau setara Rp3.053.269 per rumah tangga miskin per bulan.

Per September 2025, jumlah penduduk miskin di RI sebanyak 23,36 juta orang atau turun 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Pada Maret 2025 penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang. Untuk garis kemiskinan September sendiri naik 5,30 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menanggapi terkait adanya perubahan parameter garis kemiskinan. Huda mengatakan, adanya perubahan parameter pasti akan merubah angka kemiskinan.

Perubahan parameter pasti akan mengubah angka kemiskinan, meskipun bisa signifikan, bisa juga tidak. Tapi perubahan parameter ini seharusnya memang merujuk pada perubahan yang lebih baik dalam perhitungannya,”

katanya.

Di Indonesia, sambung Huda, perubahan perhitungan justru menimbulkan yang lebih buruk. Ia mencontohkan, terkait penghitungan rata-rata jumlah anggota keluarga oleh BPS.

Misalkan, perhitungan untuk rata-rata jumlah anggota keluarga saja menggunakan angka desimal yaitu 4,76 orang, Yang mana seharusnya tidak ada angka desimal untuk satuan orang, atau merujuk kepada median pendapatan masyarakat di angka Rp2,5 juta per bulan, garis kemiskinan kita terlalu jauh ke atas,”

terangnya.

Menurutnya, penghitungan itu mengartikan dibutuhkan minimal dua orang bekerja dalam satu keluarga untuk bisa dikatakan tidak miskin.

Makanya, perubahan parameter ini bagi saya merupakan akrobat data yang dilakukan oleh Winny, kepala BPS, hanya untuk menyenangkan Prabowo,”

katanya.
Tag:Berita PentingBPSEkonomiKemiskinan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
3
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
4
PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
By Ani Ratnasari
Pemadaman listrik
5

BERITA LAINNYA

Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk Gedung DPR RI pada Senin, 22 Juni 2026.
Nasional

Reforma Agraria Mandek, Aksi ‘1000 Caping’ Tuntut Pemerintah Stop Manjakan Korporasi

Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk gedung DPR RI…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
37 menit lalu
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi (kedua kiri) berdialog dengan siswa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
Nasional

Menteri PPPA Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung Segera Ditangkap

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak aparat penegak…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Sumber: dpr.go.id)
Nasional

DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Tegas Tanpa Kompromi

Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat mendapat…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kiri) dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin (kedua kiri) saat meninjau progres rehabilitasi dan renovasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Nasional

Pembangunan Lintas Generasi: ‘Giant Sea Wall’ Pantura Bukan Proyek Roro Jonggrang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up