Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memaparkan perkembangan terbaru penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Pemaparan tersebut disampaikan Tito dalam rapat bersama pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026. Dalam penjelasannya, Tito menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.205 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 139 orang.
Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 yang ada di tenda,”
kata Tito.
Ia juga mengungkapkan bahwa bencana tersebut berdampak luas terhadap 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa. Kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jembatan, rumah ibadah, hingga sektor pertanian dan perkebunan.
Sumatera Barat: Pengungsi Sudah Nol
Untuk wilayah Sumatera Barat, Tito menyampaikan kabar baik karena saat ini tidak ada lagi pengungsi. Sebelumnya, jumlah pengungsi sempat mencapai 16.164 orang.
Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164. Ada yang sudah pulang kembali mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan dana tunggu hunian,”
katanya.
Tercatat 16 dari 19 kabupaten terdampak, meliputi 125 kecamatan dan 568 desa. Korban meninggal di Sumatera Barat sebanyak 267 orang, sedangkan 70 orang dinyatakan hilang.
Untuk Sumatera Barat, 16 dari 19 kabupaten yang ada terdampak, 125 kecamatan, dan desa 568. Juga ada kerusakan-kerusakan baik rumah maupun fasdik, faskes, jembatan, rumah ibadah, jalan, sebagaimana dalam data,”
sambungnya.
Sementara di Sumatera Utara, masih terdapat 850 pengungsi dari sebelumnya 53.523 orang. Korban meninggal tercatat 376 orang dan 40 orang hilang.
Pengungsi yang semula 53.523 itu ada 850 lagi. Ini ada di satu tempat saja yaitu di Tapanuli Tengah, di samping ada kerusakan rumah lebih kurang 30.000 lebih baik yang rumah ringan, sedang, maupun berat sudah kami klasifikasikan sebagaimana dalam data di sebelah kanan atas,”
jelas Tito.
Sebanyak 18 kabupaten/kota, 163 kecamatan, dan 897 desa terdampak di wilayah ini. Kerusakan juga meliputi fasilitas pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah.
Aceh: 12.144 Pengungsi Masih Bertahan di Tenda
Di Aceh, jumlah pengungsi masih cukup besar, yakni 12.144 orang. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.
Untuk jumlah korban pengungsi sebagaimana data, untuk di Provinsi Aceh ada 12.144. Yang terbanyak adalah di Kabupaten Aceh Utara 5.197 yang masih ada di tenda. Kemudian diikuti Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, kemudian Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, kemudian di Lhokseumawe dan Nagan Raya,”
paparnya.
Jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 562 orang dan 29 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, total rumah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, mencapai 256.258 unit.
Untuk di wilayah Aceh ini memang dari 23 kabupaten/kota, 18 kabupaten/kota terdampak, kecamatan 203, desa atau kampung 3.046, juga rumah yang ringan, sedang, dan berat dan hilang, fasdik, faskes, jembatan, ibadah, kami lupa juga ada pertanian, pertanian dan perkebunan juga baik di Aceh maupun di Sumatera Utara dan di Sumatera Barat,”
tuturnya.
Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terus mengakselerasi penanganan dampak bencana, termasuk penyediaan huntara, bantuan stimulan perbaikan rumah, serta pemulihan fasilitas umum.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan menyeluruh di wilayah terdampak banjir dan longsor Sumatera, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan perekonomian daerah segera pulih.




