Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 30 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Jokowi Setuju UU KPK Balik ke Versi lama, PDIP: Sinyal Politik atau Akui Kegagalan?
Politik

Jokowi Setuju UU KPK Balik ke Versi lama, PDIP: Sinyal Politik atau Akui Kegagalan?

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: Februari 19, 2026 3:05 pm
Hadi Febriansyah
Dusep Malik
Share
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Sudirta.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta. (Sumber: Dok. PDIP Bali)
SHARE

Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyatakan persetujuannya untuk mengembalikan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama terus menjadi perdebatan di ruang publik.

Sejumlah pihak menilai wacana tersebut berpotensi memunculkan persoalan baru, terutama terkait konsistensi kebijakan legislasi yang telah ditempuh pemerintah sebelumnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Sudirta, menilai gagasan tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Ia mempertanyakan apakah wacana itu merupakan sinyal politik tertentu atau justru pengakuan terselubung atas kebijakan yang dinilai bermasalah di masa lalu.

Menurut Wayan, revisi UU KPK pada 2019 merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan DPR. Ia mengingatkan bagaimana sikap pemerintah ketika gelombang penolakan publik menguat saat itu.

Presiden Jokowi kala itu terlihat menanggapinya dengan dingin dan tetap melaksanakan apa yang menjadi amanat UU KPK yakni seperti pembentukan Dewan Pengawas atau peralihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara,”

ujar Wayan.

Dinilai Berisiko Rusak Kepastian Hukum

Wayan juga mengkritisi kemungkinan perubahan regulasi yang dinilai terlalu fleksibel demi kepentingan politik jangka pendek. Ia mengingatkan bahwa praktik semacam itu dapat mengganggu prinsip negara hukum.

Hari ini direvisi, esok dikembalikan, lusa mungkin diubah lagi. Pola demikian merusak kepastian hukum (legal certainty) dan menciptakan preseden buruk dalam tata kelola legislasi,”

tegas legislator tersebut.

Menurutnya, stabilitas regulasi sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas lembaga penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lebih lanjut, Wayan menilai bahwa isu pengembalian UU KPK lama bukan sekadar persoalan teknis hukum. Ia melihat adanya dimensi politik yang kuat dalam wacana tersebut.

Jika kini muncul wacana untuk kembali ke UU lama, maka persoalannya bukan semata-mata ‘mengoreksi norma’, melainkan sinyal politisasi terhadap KPK,”

kata Wayan.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan mengganti atau mengubah redaksi undang-undang, melainkan membutuhkan konsistensi dan komitmen politik yang berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, Wayan Sudirta mengajak semua pihak untuk tidak terjebak pada perdebatan masa lalu. Ia menilai, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk memperkuat sistem peradilan pidana secara menyeluruh demi masa depan yang lebih baik.

Mari sama-sama membuat Indonesia maju ke depan bukan ke belakang. Kekuasaan tidak abadi, artinya apa yang menjadi langkah kita saat ini dan ke depan yang akan menentukan nasib kita atau bangsa ini ke depan,”

ujarnya.
Tag:DPREditorialJoko WidodoKepastian HukumKorupsiKPKPDIPRevisi UUUU KPK
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Daftar Tim Termahal di Piala Dunia 2026, Argentina Kalah dari Portugal
By Hadi Febriansyah
Skuad Timnas Prancis masih jadi yang termahal di Piala Dunia 2026 (Instagram Dembele)
1
Geger, Seorang Pria Tewas Loncat dari Jembatan ke Jalan Tol Cawang Jaktim
By Rahmat Baihaqi
Gambar ilustrasi
2
Tren Libur Sekolah 2026, Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
By Ivan Syahruna Lubis
Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
3
Negara Rugi Rp857 Miliar, ESDM Kejar Pelaku Tambang Ilegal
By Iren Natania
Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
4
Kenalan dengan Maskot Piala Dunia 2026, Simbol Baru FIFA
By Ossid Duha Jussas Salma
Maskot Piala Dunia 2026
5

BERITA LAINNYA

Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
Politik

Cukong Tambang Ilegal di Sumbar Bebas Rusak Alam, Pemerintah Kok Diam?

Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi mendesak aparat penegak hukum bersama TNI…

rahmat-tunnyIvan OWRITE
By
Rahmat Tunny
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (kiri) memimpin rapat kerja dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Politik

Gak Usah Kelamaan Ditampung, Sahroni Minta Selebgram Woodyrman di-Blacklist dari Nusantara

Desakan untuk segera mendeportasi selebgram asal Brunei Darussalam, Mohamad Irman Ali alias…

rahmat-tunny
By
Rahmat Tunny
1 hari lalu
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
Politik

Warganet Ingatkan Soal ‘Ilmu Glembuk Alus’ Jokowi, Deddy Sitorus Gaspol: Gimana Didik Monster Seribu Wajah?

Eks Presiden ke-7 RI Jokowi yang bersafari politik ke berbagai daerah tiga…

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
1 hari lalu
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
Politik

Jokowi Gak Betah Diam, Kandang Banteng PDIP Wajib Mulai Siaga Satu?

Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan kembali aktif berkeliling daerah dalam…

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up