Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) menegaskan bahwa rencana pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force / ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, tidak akan dilakukan sekaligus.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa proses pengiriman masih menunggu finalisasi teknis dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail…karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu,”
kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, skema bertahap merupakan praktik yang lazim dalam operasi penjaga perdamaian internasional, termasuk bagi personel Indonesia yang akan bertugas di Gaza.
Koordinasi dengan TNI dan Kementerian Pertahanan
Kemlu saat ini terus berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) untuk mematangkan aspek teknis pengerahan.
Pembahasan tersebut mencakup batasan mandat atau caveat dalam pelaksanaan tugas pasukan Indonesia di Gaza. Fokus utama ditekankan pada misi non-tempur serta tidak berkaitan dengan upaya demiliterisasi wilayah.
Yvonne menegaskan bahwa Kemlu terlibat penuh dalam proses perencanaan bersama Kemhan.
Semua akan ada tahapannya dan teknisnya juga dirancang bersama rekan di Kemhan, proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih dalam proses,”
ujarnya.
Komitmen pengiriman pasukan ini sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington pada 19 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Indonesia menyatakan kesiapan mengirimkan sedikitnya 8.000 personel untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung stabilitas dan misi kemanusiaan di Palestina.
Gelombang Pertama Diperkirakan Berangkat Awal April
Sementara itu, laporan dari portal berita Asharq Al-Awsat menyebutkan bahwa kelompok pertama pasukan ISF kemungkinan akan memasuki Gaza pada awal April.
Media tersebut mengutip mediator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, yang menyampaikan perkiraan waktu pengiriman tersebut.
Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan,”
katanya, Kamis, 26 Februari 2026.
Bahbah juga menyebut bahwa pasukan Indonesia direncanakan bertugas di wilayah selatan Jalur Gaza, sementara unit dari negara lain akan ditempatkan di area berbeda sesuai pembagian tanggung jawab.
Rencana pengiriman pasukan RI ke Gaza menandai langkah strategis Indonesia dalam diplomasi perdamaian global. Dengan skema bertahap dan mandat non-tempur, pemerintah berupaya memastikan keterlibatan Indonesia tetap berada dalam koridor misi kemanusiaan dan stabilisasi.
Keputusan final terkait jadwal dan teknis pemberangkatan masih menunggu penyelesaian koordinasi lintas kementerian dan pihak internasional terkait.


