Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) karena menghapus keberadaan Komite Sekolah.
P2G menilai wacana penghapusan komite sekolah itu berpotensi menghilangkan ruang partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Menghilangkan lembaga mandiri seperti POMG atau Komite Sekolah dalam sistem pendidikan dasar menengah adalah upaya pembegalan partisipasi masyarakat dalam bingkai demokrasi pendidikan,”
kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Satriwan menuturkan Komite Sekolah selama ini jadi salah satu pilar penting dalam tata kelola pendidikan dasar dan menengah. Lembaga tersebut berfungsi sebagai mitra sekolah sekaligus wadah kontrol sosial yang melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat.







