Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen) di tahun 2026 per Minggu ke-7.
Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Kemenkes mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah masih ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah di Indonesia.
Apa Itu Campak?
Seperti diketahui, campak sendiri merupakan penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.
Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang.
Penularan penyakit campak adalah dari orang ke orang melalui droplet atau dapat pula melalui air borne. Penyakit ini termasuk ke dalam golongan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Beberapa orang menganggap campak sebagai ruam kecil dan demam yang hilang dalam beberapa hari.
Namun penyakit campak juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi.
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti diare, radang paru (Pneumonia), radang otak (Ensefalitis), kebutaan, gizi buruk hingga bahkan kematian.
Gejala Campak
Seseorang yang mengidap campak, ada beberapa gejala khas yang perlu diketahui, seperti:
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus dan sakit tenggorokan
- Lemas dan letih
- Demam tinggi
- Bercak kemerahan / rash
- Sakit dan nyeri
- Tidak ada selera makan
- Diare atau dan muntah-muntah
- Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
Faktor Risiko
Ada beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab campak, antara lain:
- Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak diimunisasi campak
- Anak yang tinggal di area padat penduduk
- Bayi yang tidak mendapat asi eksklusif
- Perjalanan ke suatu wilayah dengan tingkat campak tinggi
- Kekurangan vitamin A.
Pencegahan Campak
Campak sendiri bisa dicegah dengan beberapa hal, antara lain:
- Imunisasi campak
- Berikan ASI untuk mencegah infeksi ini pada bayi
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan
- Rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah
- Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberi asupan makanan yang bergizi, tidur yang cukup serta rutin berolahraga.
