Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Alarm dari Beijing, China Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi ke Rekor Terendah dalam 30 Tahun
Ekonomi Bisnis

Alarm dari Beijing, China Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi ke Rekor Terendah dalam 30 Tahun

dusep-malik
Last updated: Maret 5, 2026 2:07 pm
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
5 bulan lalu
Share
Lapangan Tiananmen, Beijing, China. (Sumber: Unsplash/Dominic Kurniawan)
Lapangan Tiananmen, Beijing, China. (Sumber: Unsplash/Dominic Kurniawan)
SHARE

Pemerintah China mulai memasang target ekonomi yang lebih realistis di tengah tekanan global yang semakin kompleks. Beijing resmi menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 di kisaran 4,5-5 persen, atau level terendah dalam tiga dekade terakhir.

Dikutip dari CNBC pada Kamis, 5 Maret 2026, target tersebut diumumkan dalam laporan kerja pemerintah yang disampaikan Perdana Menteri China Li Qiang pada pertemuan tahunan parlemen China. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan target sebelumnya yaitu sekitar 5 persen yang dipertahankan dalam tiga tahun terakhir.

Langkah tersebut menandai perubahan pendekatan Beijing dalam memandang pertumbuhan ekonomi. Jika sebelumnya China dikenal agresif mengejar angka pertumbuhan tinggi, kini pemerintah mulai menekankan kualitas pertumbuhan di tengah tekanan deflasi, lemahnya permintaan domestik, serta ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, China tetap mempertahankan target defisit anggaran pada level sekitar 4 persen dari PDB atau sama seperti tahun sebelumnya. Target ini termasuk yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Selain itu, otoritas China juga menetapkan target inflasi di kisaran 2 persen, yang merupakan level terendah dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Angka tersebut mencerminkan kondisi permintaan domestik yang masih lemah setelah ekonomi China dilanda tekanan panjang dari sektor properti dan menurunnya kepercayaan konsumen.

Seperti diketahui sepanjang 2025, Inflasi China bahkan nyaris tidak bergerak, di mana pertumbuhan harga hanya tercatat sebesar 0,7 persen jika tidak dimasukkan komponen pangan dan energi. Angkat tersebut menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga China masih belum sepenuhnya pulih.

Li Qiang mengungkapkan, saat ini perekonomian China menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti perubahan drastis 

dalam lingkungan perdagangan global serta berbagai persoalan domestik yang telah lama menahan laju pertumbuhan konsumsi dan investasi.

Pendekatan yang Realistis

Sementara itu, Ekonom senior Economist Intelligence Unit, Tianchen Xu, menilai target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah justru mencerminkan pendekatan yang lebih realistis dari pemerintah China.

Menurutnya, Beijing mulai bergeser dari strategi “growth at all costs” menuju fokus pada kualitas pembangunan ekonomi.

Target pertumbuhan tersebut cukup realistis. Ini merupakan pergeseran lebih lanjut dari pola pikir ‘mengutamakan angka’ menuju pola pikir ‘mengutamakan kualitas’,”

kata Xu.

Ia menilai target pertumbuhan yang terlalu tinggi justru berpotensi mendorong pemerintah daerah mengejar proyek-proyek investasi besar yang mahal tetapi tidak memberikan manfaat ekonomi signifikan, bahkan membuka ruang manipulasi data.

Selain itu, langkah China menurunkan target pertumbuhan juga tidak terlepas dari dinamika geopolitik global. Sebab, beberapa tahun terakhir, China harus menghadapi tekanan perang dagang dengan Amerika Serikat yang mendorong percepatan diversifikasi ekspor ke kawasan lain seperti Eropa dan Asia Tenggara.

Di saat yang sama, konflik geopolitik global juga menambah ketidakpastian ekonomi dunia. Beijing bahkan secara terbuka mengkritik serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta menyerukan gencatan senjata dan kembalinya jalur diplomasi.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, China tampaknya memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Alih-alih mengejar pertumbuhan tinggi, Beijing kini lebih fokus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kualitas pertumbuhan jangka panjang.

Tag:AS-Israel vs IranBeijingchinaDefisitGeopolitikinflasiperdagangan globalPertumbuhan Ekonomi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
2
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
3
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
4
Jangan Paksa Smelter Bangun Rantai Nilai LTJ Sendiri, Ini Usulan Industri Nikel
By Natania Longdong
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa Disamakan

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
45 menit lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Tak Sejalan Lagi, Rupiah Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Tapi IHSG Menguat 1,56 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bertolak belakang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
60 menit lalu
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
1 jam lalu
Pekerja mengumpulkan biji buah sawit yang terpisah dari tandanya di salah satu pengepul di Pangalle, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Sawit di Semester I-2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan dana pungutan ekspor kelapa sawit…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up