Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 M. Jusuf Kalla menyoroti kondisi ketidakseimbangan fiskal yang saat ini dihadapi negara.
Dia menekankan pemerintah untuk menata kembali prioritas pembangunan dengan mengedepankan program-program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata.
Pernyataan ini disampaikannya usai menggelar pertemuan dan diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 8 Maret 2026. JK panggilan akrabnya berpendapat bahwa penataan prioritas menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas negara di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Langkah konkret yang harus diambil pemerintah, kata JK ialah memangkas pengeluaran yang kurang produktif dan menyeleksi ketat skema pembiayaan agar sejalan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kondisi negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal yang besar, maka solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta meningkatkan penerimaan negara,”
kata Kalla, dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang kini menjadi perhatian publik, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), maupun rencana penguatan sektor koperasi.
Ia tidak menampik seluruh program tersebut memiliki nilai penting bagi negara. Namun, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut untuk berani mendahulukan dan menentukan hal yang paling mendesak bagi rakyat. Kalla menggarisbawahi bahwa program yang patut menjadi prioritas utama adalah program-program bersifat produktif.
Pemerintah pun harus memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memiliki multiplier effect (efek ganda) yang kuat untuk perekonomian nasional. Memprioritaskan satu program bukan berarti menihilkan program lainnya. Hal ini semata-mata ihwal menyesuaikan pelaksanaan program dengan momentum dan kapasitas kas negara.
Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Terpenting saat ini adalah memilih prioritas terbaik,”
kata Kalla.

