PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapal miliknya telah meninggalkan kawasan konflik di Timur Tengah di tengah eskalasi ketegangan regional.
Sementara itu, dua kapal lain masih berada di kawasan Teluk Arab dan menunggu situasi aman untuk melintasi Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan dari empat kapal yang beroperasi di kawasan tersebut, kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon telah beranjak dari area konflik.
Adapun dua kapal lain, yakni VLCC Pertamina Pride dan kapal Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab.
Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman,”
kata Vega dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Vega menjelaskan kapal Gamsunoro saat ini mengangkut kargo milik konsumen pihak ketiga.
Sementara VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, PIS memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan.
Operasional distribusi energi juga didukung oleh ratusan kapal lain yang berada di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group.
Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,”
ujar Vega.
Menurut dia, Pertamina bersama pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk menjaga kelancaran distribusi energi, termasuk metode Regular, Alternative, dan Emergency dalam pengaturan rantai pasok.
Pertamina Group 24/7 memantau dan memberlakukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,”
ungkap Vega.
Ia menambahkan PIS melakukan pemantauan intensif secara real-time terhadap seluruh armada dan kru kapal yang beroperasi di kawasan tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keselamatan awak kapal serta keamanan muatan energi yang diangkut.


