Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Dunia di Ambang Eskalasi: Perang AS-Israel vs Iran Picu Potensi Perang Dunia III?
Nasional

(Part I) Dunia di Ambang Eskalasi: Perang AS-Israel vs Iran Picu Potensi Perang Dunia III?

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 12, 2026 6:03 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi konflik Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Perang terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026 telah mengubah lanskap geopolitik global secara dramatis.

Daftar isi Konten
  • Risiko Keterlibatan Negara Besar
  • Dimensi Energi dan Geopolitik

Konflik yang bermula dari rangkaian serangan udara terhadap fasilitas militer Iran, kini berkembang menjadi konfrontasi berskala regional. 

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran baru di komunitas internasional mengenai kemungkinan konflik yang lebih luas, bahkan skenario ekstrem berupa pecahnya Perang Dunia III jika perang terus melebar tanpa jalur diplomasi yang jelas.

Serangan gabungan Washington dan Tel Aviv menghantam sejumlah kota strategis Iran, termasuk Teheran dan Isfahan. Operasi militer itu menargetkan fasilitas militer, instalasi strategis, serta sejumlah tokoh penting dalam struktur keamanan Iran.

Tidak tinggal diam, Teheran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini dengan cepat mengubah konflik bilateral menjadi krisis regional yang melibatkan berbagai aktor negara maupun kelompok.

Ketegangan semakin meningkat ketika Iran mengancam menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu chokepoint energi paling vital di dunia.

Selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global setiap harinya.

Ancaman penutupan jalur ini tidak hanya berdampak pada keamanan maritim, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dunia melalui lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok energi internasional.

Bagi banyak analis geopolitik, isu Selat Hormuz menjadi titik kritis dalam konflik ini. Jika jalur tersebut benar-benar diblokade, negara-negara besar yang bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, termasuk kekuatan ekonomi di Asia dan Eropa, akan menghadapi tekanan besar untuk terlibat lebih jauh dalam konflik.

Hal ini juga membuka kemungkinan terbentuknya blok-blok militer baru yang dapat memperluas medan perang melampaui Timur Tengah.

Selain itu, kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, seperti Hizbullah di Lebanon, juga mulai membuka front baru dengan menyerang wilayah Israel dari perbatasan utara.

Sementara itu, sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat dilaporkan meningkatkan kesiagaan setelah beberapa serangan drone dan rudal Iran diarahkan ke fasilitas militer di kawasan tersebut.

Dalam konteks inilah muncul pertanyaan yang semakin sering dibicarakan di forum internasional, apakah konflik ini dapat berkembang menjadi perang global.

Selama aktor-aktor besar dunia seperti Rusia, China, atau anggota NATO masih menahan diri, perang mungkin tetap terbatas secara regional.

Namun jika kepentingan strategis mereka terseret ke dalam eskalasi tersebut, baik karena jalur energi, aliansi militer, maupun stabilitas kawasan, maka konflik ini berpotensi menjadi salah satu krisis internasional paling berbahaya sejak Perang Dingin.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengaku tidak dapat memprediksi peluang konflik antara AS-Israel dan Iran, yang akan berkembang menjadi perang berskala besar. Namun ada sejumlah indikator yang menunjukkan situasi yang patut diwaspadai.

Tidak tahu kalau misalnya seberapa besar kemungkinan konflik ini akan berkembang menjadi Perang Dunia ke-III,”

kata Hikmahanto saat dihubungi Owrite, Rabu 11 Maret 2026.

Namun melihat indikatornya jika perang ini tidak segera selesai dan kemudian ada sejumlah negara yang ikut, misalnya saja Prancis dan Inggris yang sudah mengatakan bahwa mereka menyiapkan landasannya untuk pangkalan (militer) Amerika Serikat dan kemudian juga Jerman, bukannya tidak mungkin hal ini akan mengarah ke Perang Dunia Ke-III.

Nanti kalau dari (sekutu) Iran mungkin Rusia dan China, kalau mereka ikut dan perang ini tidak selesai,”

ujar Hikmahanto.

Risiko Keterlibatan Negara Besar

Menurutnya, salah satu indikator penting dalam melihat potensi perluasan konflik adalah masuknya negara-negara lain yang tidak terlibat langsung dalam konflik awal.

Semakin banyak negara yang ikut membantu salah satu pihak, semakin besar risiko konflik berubah menjadi perang multilateral.

Ia kemudian mencontohkan kemungkinan keterlibatan negara seperti Korea Utara, yang kerap mengambil posisi berlawanan dengan Washington.

Indikasinya ya tadi, kalau sejumlah negara ikut dalam perang membantu, misalnya saja Korea Utara yang tidak punya kepentingan, mungkin jauh. Tapi dia melihat, pokoknya kalau ada Amerika di situ dia akan hadir. Wah ini juga bisa terjadi perluasan konfliknya,”

ujar Hikmahanto.

Ia menambahkan, bahwa preseden semacam ini pernah terlihat dalam konflik lain. Dalam perang Rusia dan Ukraina misalnya, Korea Utara diketahui turut memberikan dukungan pasukan bagi Kremlin.

Karena kan kita tahu, Korea Utara di perang Rusia dengan Ukraina, mereka menyumbang seribu pasukan ke Rusia. Jadi inilah indikatornya,”

lanjutnya.

Selain keterlibatan militer langsung, kekhawatiran lain adalah jika negara-negara pemilik senjata nuklir ikut terseret dalam konflik tersebut.

Sekali lagi, kalau perang itu tidak selesai dalam waktu yang dekat ini, jadi lama. Dan yang dikhawatirkan adalah negara-negara yang punya nuklir itu ikut di dalam situ. Karena ada China, ada Rusia, lalu ada Francis Inggris. Amerika sendiri sudah punya nuklir,”

jelasnya.

Dimensi Energi dan Geopolitik

Selain faktor militer, Hikmahanto menilai konflik Iran dengan Amerika Serikat juga tidak dapat dilepaskan dari kepentingan energi global.

Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak besar di dunia dan memiliki hubungan perdagangan penting dengan sejumlah negara, terutama China.

Guru Besar UI itu menilai, Beijing kemungkinan tidak akan tinggal diam jika konflik berdampak pada akses energi mereka.

Saya yakin juga akan bantu karena China itu tidak rela kalau Amerika Serikat akhirnya bisa menundukkan pemerintahan di Iran dan mem-venezuelakan Iran,”

ujarnya.

Menurut Hikmahanto, China memiliki ketergantungan besar terhadap impor minyak, termasuk dari Iran.

Kalau Teheran juga dilarang menjual minyak ke China, itu kan China akan kelimpungan. Karena apa? Dia sangat membutuhkan minyak,”

jelasnya.

Faktor energi ini pula yang dinilai dapat mempercepat eskalasi konflik, terutama jika jalur distribusi minyak global terganggu.

Tag:Amerika SerikatchinaHikmahanto JuwanairanIsraelNatoperangperang duniaRusiaSelat HormuzSpillteluktimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up