Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Bahaya Pemerintah Benturkan Kritik Publik: Ancaman Kekacauan hingga Runtuhnya Legitimasi Prabowo
Nasional

Bahaya Pemerintah Benturkan Kritik Publik: Ancaman Kekacauan hingga Runtuhnya Legitimasi Prabowo

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 16, 2026 1:58 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Sikap pemerintah yang belakangan ini dinilai kerap membenturkan diri dengan kritik, masukan, dan saran berbasis data ilmiah dari masyarakat sipil maupun akademisi menuai sorotan tajam.

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, memperingatkan bahwa langkah konfrontatif ini dapat berujung pada kekacauan (chaos) di tengah masyarakat dan berpotensi menurunkan legitimasi Presiden Prabowo Subianto.

Dia berpendapat, pemerintah harus menyadari bahwa masukan dari masyarakat sipil dan lembaga riset tidak dibuat sembarangan, melainkan telah melalui proses pengumpulan data dan uji publik.

Kalau inti demokrasi, itu dari masyarakat. Masukannya diproses oleh pemerintah, kemudian menjadi sebuah keluaran (kebijakan) yang bermanfaat untuk masyarakat kembali, dan itu konsep yang harus dipahami oleh pemerintah. Jangan dibenturkan, jangan disalahkan,”

kata Efriza kepada owrite, Senin, 16 Maret 2026.

Efriza pun menyoroti “salah alamat” yang dilakukan pemerintah saat merespons kritik. Alih-alih merangkul, pemerintah justru terkesan mengabaikan dan mengesampingkan peran akademisi kampus yang sesungguhnya memiliki data dan solusi objektif. Seharusnya, kepala negara mengajak akademisi untuk bisa membantu mengurai perkara.

Padahal akademisi kampus itu benar-benar ketika berbicara, ya mereka punya data, punya solusi. Mereka tentu tidak dibiayai oleh yang lain, kecuali dibiayai dari unsur riset institusinya atau pribadinya. Hal-hal ini yang malah diabaikan oleh pemerintah,”

lanjut dia.

Pemerintah juga dikritik, karena kerap melontarkan narasi yang menyamaratakan suara-suara kritis sebagai pihak yang ditunggangi atau dibiayai oleh kepentingan tertentu. Padahal, kritik adalah bentuk umpan balik bagi perbaikan kebijakan.

Prabowo maupun pemerintahannya itu harus sadar, yang bisa menurunkan legitimasi pemerintah, yang bisa menurunkan seorang presiden itu adalah akademisi kampus. Jadi, jangan mereka yang malah diabaikan, mereka harus dirangkul,”

sambung Efriza.

Sikap alergi terhadap dinamika dan konflik pendapat justru mencerminkan karakter rezim otoriter yang selalu menuntut konsensus mutlak dan kedamaian semu dari rakyatnya.

Dampak terburuk bila pemerintah “hobi” membenturkan narasi dengan masyarakat, Efriza memprediksi bakal lahir gelombang penolakan besar, misalnya demonstrasi.

Lebih lanjut, jika pemerintah bersikeras dengan sikap arogannya dan mewacanakan “penertiban” terhadap suara kritis, hal tersebut akan memicu tindakan represif aparat.

Kalau pemerintah masih berpegang teguh terhadap pendirian pemerintah, bahkan mau menertibkan, tentu asumsinya pemerintah akan represif dan akhirnya yang terjadi adalah bisa jadi chaos antara masyarakat dengan pemerintah. Penyebab chaos-nya adalah dari pemerintahan sendiri, yang komunikasi politiknya buruk, kinerjanya buruk, tapi menyalahkan masyarakat,”

jelas Efriza.

Sikap konfrontatif juga membawa konsekuensi politik yang fatal bagi Presiden Prabowo. Terdapat kontradiksi antara klaim kepuasan publik yang tinggi dengan realitas gejolak penolakan kebijakan di lapangan.

Efriza menilai, jika kekisruhan ini terus dipelihara popularitas dan kepuasan terhadap Prabowo dapat terkoreksi tajam. Hal ini membuka peluang bagi partai-partai koalisi di parlemen untuk mencari figur alternatif jelang Pilpres 2029.

Nantinya partai-partai yang sudah yakin dengan Prabowo, malah menyimpang, malah memilih figur baru alternatif. Kenapa? Karena elite-elite partai politik tentu sudah berhitung. Semakin kisruh, popularitas Prabowo semakin menurun,”

papar Efriza.

Dalam kesempatan yang sama, Efriza juga menyinggung ironi pernyataan presiden soal “menertibkan” pengamat bertepatan dengan aksi teror penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus. Jika tidak ditangani serius, hal ini akan menjadi bumerang mematikan bagi citra pemerintah.

Ini berbahaya kalau aktivis Kontras yang disiram air keras, kasusnya tidak diselesaikan dengan baik sampai ke akar-akarnya. Sementara pernyataan pemerintah mau menertibkan, malah itu bisa jadi asumsi atau prediksi awal bahwa pemerintah ini memang represif terhadap publik. Ini makanan empuk bagi orang-orang yang tidak suka dengan Prabowo,”

ucap Efriza.

Bersih-Bersih oleh Presiden

Polemik ini bermula ketika Presiden Prabowo menegaskan bakal menertibkan pengamat yang dia anggap rugi di bawah pemerintahannya. Ia klaim pihak-pihak itu sama dengan koruptor yang merugikan negara, serta ia memiliki data intelijen perihal pengamat menerima duit dari kelompok tertentu guna membiayai mereka. 

Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor, ya, merasa rugi dengan pemerintah. Kami mau tertibkan,” ujar dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026. 

Respons Prabowo akibat itu setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan “ada pihak yang mengatakan ekonomi di Indonesia mengalami krisis”.

Pengamat-pengamat ada beberapa macam, menurut saya. Ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan patriotik,”

kata Prabowo.
Tag:Prabowo SubiantoPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
7 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
8 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up