Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 20 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / TAUD Desak Pembentukan TGPF Independen Kasus Andrie Yunus: Ini Operasi Besar
Nasional

TAUD Desak Pembentukan TGPF Independen Kasus Andrie Yunus: Ini Operasi Besar

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 18, 2026 3:18 pm
Adi Briantika
Ivan
Share
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026. (Foto: OWRITE/Adi Briantika)
SHARE

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.

Perwakilan TAUD Alghiffari Aqsa menilai serangan tersebut bukanlah tindak pidana umum biasa, melainkan sebuah “operasi besar” yang melibatkan institusi tertentu, terstruktur, dan memiliki target yang lebih luas dari sekadar Andrie Yunus.

Maka pembentukan tim independen kini menjadi urgensi yang tidak bisa ditawar, terutama setelah rentetan kejanggalan dalam proses penegakan hukum dan lambannya pergerakan kepolisian.

Alghiffari menyorot kegagalan Polda Metro Jaya dalam bertindak cepat, padahal aparat telah mengantongi bukti yang sangat kuat sejak awal penyelidikan.

Kepolisian diketahui telah memeriksa puluhan kamera pengawas yang merekam pergerakan pelaku secara gamblang.

Kami cukup menyesali bahwa polisi tidak gerak cepat. Kemarin, polisi sudah mengatakan mendapatkan 86 CCTV dan mengatakan bahwa sudah dapat informasi sejak si pelaku dan pengintai itu (berada) di Medan Merdeka, kemudian di Gambir, hingga ke Bogor. Artinya rutenya sangat panjang,”

kata Alghiffari, di kantor YLBHI, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurut pantauan TAUD terhadap konferensi pers di Polda Metro Jaya, identifikasi wajah pelaku sebenarnya sudah didapatkan dengan sangat rinci.

Identifikasi wajah pelaku sangat jelas melalui CCTV. Artinya, seharusnya 16 Maret yang lalu, polisi sudah mendapatkan pelaku dan sudah menangkap. Makanya kemarin ada desakan dari masyarakat sipil: polisi sudah tahu, ungkap sekarang, tangkap sekarang,”

tegas Alghiffari.

Tak hanya itu, kepolisian justru didahului oleh institusi militer dalam menangkap terduga pelaku. Terduga pelaku ternyata telah dibekuk terlebih dahulu oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, yang mengindikasikan adanya keterlibatan oknum dari institusi militer dalam serangan tersebut.

Ternyata, kami mendapatkan kabar yang dilakukan oleh TNI, (pelaku) sudah diamankan di Puspom TNI. Artinya, polisi di sini kecolongan,”

sambung Alghiffari.

Perlunya TGPF independen untuk menegaskan bahwa ini adalah kasus tindak pidana umum, tapi merupakan operasi besar yang dilakukan sebuah institusi, sehingga ada konflik kepentingan jika ini diperiksa oleh Puspom,”

lanjut dia.

TAUD juga membantah pernyataan resmi aparat yang menyebutkan pelaku berjumlah empat orang.

Investigasi mandiri dari tim advokasi menemukan indikasi kuat bahwa eksekutor dan pihak yang terlibat di lapangan jauh lebih banyak.

Kami mengidentifikasi lebih dari empat orang. Jadi, kami tidak mau penyidikan ataupun penyelidikannya mandek sampai di empat orang tersebut, karena ada orang-orang lain yang terlibat,”

ujar Alghiffari.

TAUD juga memperingatkan bahwa sasaran dari teror ini sangat mungkin tidak tunggal, tidak hanya Andrie. Keberadaan TGPF guna mendudukkan perkara dengan jernih perihal target potensial.

Dengan skala operasi yang sistematis, TAUD menolak jika proses hukum hanya mengorbankan pelaku lapangan.

Investigasi harus berani menyentuh otak di balik teror ini yakni aktor intelektual dan pendana operasi.

Resmi Pembela HAM

Komnas HAM resmi menetapkan Andrie Yunus sebagai Pembela HAM (Human Rights Defender). Penetapan ini merupakan respons langsung ihwal kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpanya.

Keputusan ini diambil setelah Komnas HAM melakukan proses asesmen menyeluruh yang merujuk pada Peraturan Komnas HAM Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Pemberian Perlindungan.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin Siagian mengonfirmasi bahwa surat keterangan tersebut telah diterbitkan dan diserahkan kepada pihak korban.

Berdasar hasil asesmen tersebut, sesuai dengan kewenangan Komnas HAM, kami mengeluarkan Surat Keterangan Pembela HAM atas nama Andri Yunus Nomor 001/PM.04/HRD/T.I.A/3/2026 tanggal 17 Maret 2026 yang diserahkan kepada korban melalui pendampingnya,”

kata Saurlin di gedung Komnas HAM, Selasa, 17 Maret 2026.

Kasus bermula pada pukul 23.37 WIB, Kamis, 12 Maret. Saat itu, Andrie yang sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I tiba-tiba dihampiri oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor berlawanan arah.

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga membuat baju yang dikenakannya meleleh.

Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku yang menggunakan helm dan penutup wajah langsung kabur memacu kendaraannya ke arah Jalan Salemba Raya.

Akibat siraman tersebut, Andrie mengalami luka bakar tingkat primer sebesar 20 persen dan masih dirawat di RSCM Jakarta.

Tag:Kasus Andre YunusOperasi BesarPenegakan HukumTAUDTGPF
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh di Hambalang, Selasa, 17 Maret 2026
Nasional

Antisipasi Krisis Energi: Prabowo Bidik 100 GW Tenaga Surya dan Akselerasi Kendaraan Listrik

Presiden Prabowo Subianto membeberkan rencana besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional guna merespons ancaman krisis geopolitik global. Rencana tersebut mencakup transisi besar-besaran ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), penghentian…

By
Adi Briantika
Ivan
4 Min Read
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 20 Maret 2026, TAUD menyatakan…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 Min Read
Nasional

Antisipasi Dampak Perang Iran, Prabowo Siapkan Jurus Efisiensi Anggaran

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengerek harga minyak dunia (ICP) hingga di atas USD 100 per barel. Menghadapi potensi pembengkakan subsidi energi…

By
Adi Briantika
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah karyawan mengemas paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo
Nasional

BGN Klarifikasi Soal 1 SPPG Dapat Jatah Rp1,8 Miliar

Badan Gizi Nasional (BGN) angkat suara terkait sebuah video yang beredar di…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
5 jam lalu
Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh di Hambalang, Selasa, 17 Maret 2026.
Nasional

Prabowo Blak-blakan Ada ‘Deep State’ di Pemerintah, Bantah Batasi Ruang Demokrasi

Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan pemerintahannya membatasi kebebasan berekspresi dan membungkam kelompok…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
5 jam lalu
Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh di Hambalang, Selasa, 17 Maret 2026.
Nasional

Soal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Prabowo: Tidak Ada Impunitas bagi Aparat

Presiden Prabowo Subianto merespons kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
5 jam lalu
Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan beberapa pimpinan media massa dan pakar bidang di Hambalang
Nasional

Prabowo Bongkar Borok Birokrasi: Budaya ABS dan Laporan Palsu Disebut Sudah Mengakar di Semua Institusi

Presiden Prabowo Subianto menyoroti budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) dan kebiasaan memberikan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up