Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 25 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / “Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia
Nasional

“Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 31, 2026 10:07 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)
SHARE

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari mengkritik jalannya pemerintahan saat ini, yang ia nilai tengah mengalami “paceklik ketatanegaraan”. 

Daftar isi Konten
  • Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 
  • Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 
  • Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Dia berpendapat kekacauan sistem bernegara ini berakar pada tiga faktor utama yang secara satir ia sebut sebagai fase “Tiga Prabowo”. 

Ketiga faktor tersebut mengerucut pada kelemahan fundamental dalam pengambilan kebijakan, minimnya pengetahuan konstitusi, hingga lepasnya pertanggungjawaban sebagai kepala negara. 

Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 

Fase pertama adalah kondisi Presiden dinilai tak memahami tugas pokok ketatanegaraan. Hal ini tercermin dari eksekusi berbagai program besar yang tidak dilandasi payung hukum. Contohnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan lebih dahulu sebelum ada regulasi. 

MBG ini proyek besar. Proyek besar semestinya melalui undang-undang, tapi undang-undang terkait MBG sampai hari ini tidak ada,”

ujar Feri dalam acara ‘Sebelum Pengamat Ditertibkan’, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. 

Imbas ketidakpahaman ini meluas pada kebijakan anggaran yang serampangan. Misalnya, pemotongan anggaran tanpa perhitungan matang, penghapusan Tunjangan Kinerja Daerah, hingga pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi mengakomodasi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. 

Hal tersebut seperti menyelesaikan masalah dengan masalah baru, menyesuaikan masalah dengan hal perlu disesuaikan. 

Peserta acara “Sebelum Pengamat Ditertibkan”. Acara ini sebagai respons masyarakat sipil dalam situasi negara terkini, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. (sumber:Owrite/Adi Briantika)

Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 

Fase ini Feri definisikan sebagai kecenderungan melahirkan kebijakan secara spontan tanpa perencanaan lembaga resmi, seperti Bappenas, misalnya. 

Kebijakan-kebijakan dadakan yang melintas di kepala Presiden Prabowo adalah ancaman dan gambaran bahwa presiden tidak tahu ketatanegaraan,”

ucap dia. 

Contohnya, kebijakan ‘gentengnisasi’ yakni kebijakan yang tidak ada dalam kampanye maupun rencana Bappenas, namun bisa dieksekusi begitu saja hanya karena diucapkan dalam pidatonya. 

Feri juga menyorot kebijakan luar negeri yang ia nilai fatal. Program Board of Peace (BOP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diputuskan tanpa persetujuan parlemen. Padahal, hal tersebut menabrak Pasal 11 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. 

Konstitusi yang menjadi pagar penting kedaulatan rakyat itu ditabrak,”

kata dia. 

Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Fase ini menyoroti posisi presiden sebagai Kepala Pemerintah sesuai dengan Pasal 4 UUD 1945. Feri menilai pemerintahan saat ini gagal mengurus sektor vital seperti energi, pertahanan, maupun implementasi MBG. 

Alih-alih mengevaluasi diri, pemerintah cenderung melempar kesalahan kepada pihak lain atau mereduksi fakta lapangan. Umpama, respons pemerintah terhadap kasus keracunan akibat MBG yang mereduksi menjadi sekadar persentase statistik. Padahal yang bermasalah adalah pemerintah, presiden, dan data-data itulah yang turut membuat kerusakan. 

Kalau rumah berantakan, jangan salahkan istri dan anak. Tapi salahkan kepala rumahnya. Begitu juga negara, (maka) kepala pemerintahan yang salah,”

tutur Feri. 
Tag:BOPketatanegaraanMBGPPPKprabowoSPPG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cak Imin Dukung Prabowo Dua Periode: Biar Pemerintahan Kuat
By Natania Longdong
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
1
Resmi Ditahan Kejagung, Febrie Adriansyah: Saya Merasa Memang Ini Kriminalisasi
By Rahmat Baihaqi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
2
Prabowo Sindir Wartawan hingga LSM: ‘Londo Ireng’ Berkeliaran di Indonesia, Cuma Ganti Baju!
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
3
PKB Curi Start Lewat Tema Prabowonomics, Siapkan Tiket Cawapres untuk Cak Imin
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di pembukaan Harla PKB-28.
4
Goda PDIP yang Ada di Luar Koalisi, Prabowo: Sebetulnya Hatinya Sama dengan Kita
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ketika memantau penataan sistem drainase di kawasan Underpass Joglo, Surakarta, Jawa Tengah, Desember 2025.
Nasional

Intip Koleksi Garasi Menteri PU Dody Hanggodo, Ada Lexus Rp2,2 Miliar hingga Volvo

Figur Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tengah disorot publik imbas viralnya surat…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Universitas Indonesia
Nasional

Rencana Prabowo Bangun URI Tuai kritik, Kuliah Mahal dan Kesejahteraan Dosen Masih Jadi PR Besar

Kebijakan pemerintah yang membangun Universitas Republik Indonesia (URI) dikritik karena bukan solusi…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

Komisi X DPR Minta Pemerintah Transparan soal URI, Dasar Hukum dan Anggaran Dipertanyakan

Rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) mulai menuai sorotan dari DPR RI.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pembacaan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Nasional

Universitas Republik Indonesia Berpotensi Lahirkan Ekosistem Pendidikan Elite

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai konsep Universitas Republik Indonesia (URI) berpotensi…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up