Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / “Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia
Nasional

“Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 31, 2026 10:07 pm
Adi Briantika
Dusep
Share
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)
SHARE

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari mengkritik jalannya pemerintahan saat ini, yang ia nilai tengah mengalami “paceklik ketatanegaraan”. 

Daftar isi Konten
  • Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 
  • Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 
  • Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Dia berpendapat kekacauan sistem bernegara ini berakar pada tiga faktor utama yang secara satir ia sebut sebagai fase “Tiga Prabowo”. 

Ketiga faktor tersebut mengerucut pada kelemahan fundamental dalam pengambilan kebijakan, minimnya pengetahuan konstitusi, hingga lepasnya pertanggungjawaban sebagai kepala negara. 

Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 

Fase pertama adalah kondisi Presiden dinilai tak memahami tugas pokok ketatanegaraan. Hal ini tercermin dari eksekusi berbagai program besar yang tidak dilandasi payung hukum. Contohnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan lebih dahulu sebelum ada regulasi. 

MBG ini proyek besar. Proyek besar semestinya melalui undang-undang, tapi undang-undang terkait MBG sampai hari ini tidak ada,”

ujar Feri dalam acara ‘Sebelum Pengamat Ditertibkan’, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. 

Imbas ketidakpahaman ini meluas pada kebijakan anggaran yang serampangan. Misalnya, pemotongan anggaran tanpa perhitungan matang, penghapusan Tunjangan Kinerja Daerah, hingga pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi mengakomodasi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. 

Hal tersebut seperti menyelesaikan masalah dengan masalah baru, menyesuaikan masalah dengan hal perlu disesuaikan. 

Peserta acara “Sebelum Pengamat Ditertibkan”. Acara ini sebagai respons masyarakat sipil dalam situasi negara terkini, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. (sumber:Owrite/Adi Briantika)

Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 

Fase ini Feri definisikan sebagai kecenderungan melahirkan kebijakan secara spontan tanpa perencanaan lembaga resmi, seperti Bappenas, misalnya. 

Kebijakan-kebijakan dadakan yang melintas di kepala Presiden Prabowo adalah ancaman dan gambaran bahwa presiden tidak tahu ketatanegaraan,”

ucap dia. 

Contohnya, kebijakan ‘gentengnisasi’ yakni kebijakan yang tidak ada dalam kampanye maupun rencana Bappenas, namun bisa dieksekusi begitu saja hanya karena diucapkan dalam pidatonya. 

Feri juga menyorot kebijakan luar negeri yang ia nilai fatal. Program Board of Peace (BOP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diputuskan tanpa persetujuan parlemen. Padahal, hal tersebut menabrak Pasal 11 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. 

Konstitusi yang menjadi pagar penting kedaulatan rakyat itu ditabrak,”

kata dia. 

Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Fase ini menyoroti posisi presiden sebagai Kepala Pemerintah sesuai dengan Pasal 4 UUD 1945. Feri menilai pemerintahan saat ini gagal mengurus sektor vital seperti energi, pertahanan, maupun implementasi MBG. 

Alih-alih mengevaluasi diri, pemerintah cenderung melempar kesalahan kepada pihak lain atau mereduksi fakta lapangan. Umpama, respons pemerintah terhadap kasus keracunan akibat MBG yang mereduksi menjadi sekadar persentase statistik. Padahal yang bermasalah adalah pemerintah, presiden, dan data-data itulah yang turut membuat kerusakan. 

Kalau rumah berantakan, jangan salahkan istri dan anak. Tapi salahkan kepala rumahnya. Begitu juga negara, (maka) kepala pemerintahan yang salah,”

tutur Feri. 
Tag:BOPketatanegaraanMBGPPPKprabowoSPPG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari. (Foto: owrite)
Nasional

Sindir Klaim Swasembada Beras hingga ‘Tongkat Nabi Musa’, Pakar Sebut Kejanggalan Rezim Prabowo

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari mengkritik narasi dan kebijakan Presiden Prabowo, seperti kejanggalan klaim swasembada pangan, retorika lepas tanggung jawab dalam menghadapi krisis, maupun absennya penegakan supremasi sipil. …

By
Adi Briantika
Ivan
3 Min Read
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait tunjangan hari raya (THR) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian
Nasional

Pemerintah Sebut WFH Setiap Jumat Buat Negara Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Pemerintah mulai April 2026 menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat selama sepekan bagi Aparatur Sipil Negara. Kebijakan ini diperkirakan akan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar…

By
Anisa Aulia
Ivan
2 Min Read
Gedung KPK
Hukum

Satu Tersangka Swasta Korupsi Kuota Haji Terdeteksi di Arab Saudi, KPK Kebobolan?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui satu dari dua tersangka korupsi kuota haji tambahan Kementerian Agama (Kemenag) kluster swasta, posisinya saat ini berada di luar negeri. KPK telah menetapkan Direktur Operasional…

By
Rahmat
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Nasional

B50 Bakal Berlaku Tahun Ini, Bahlil: RI Bakal Surplus Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa penerapan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
9 jam lalu
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Nasional

Permenkomdigi 9/2026 Ubah Paradigma Perlindungan Anak di Ruang Digital

Penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
15 jam lalu
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau
Nasional

MBG Disorot, Salah Sasaran hingga Diduga Jadi ‘Ladang Bisnis’

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menuai sorotan dari…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
16 jam lalu
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau.
Nasional

Ironi MBG Rp1,2 Triliun Sehari, Aliansi Ibu: Sekolahnya Tanpa Wastafel dan Atap Bocor

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait besarnya…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up