Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla alias JK mengatakan polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo sudah terlalu meresahkan banyak pihak dan menghabiskan materill. Menurutnya permasalahan itu bisa cepat selesai jika Jokowi menunjukkan ijazah aslinya ke publik.
Tinggal dikasih lihat, selesai. Tinggal dikasih lihat masyarakat saja selesai,”
kata JK di Bareskrim Mabes Polri, Rabu, 8 April 2026.
Jk mengatakan pihak yang terlibat polemik itu sudah mengeluarkan waktu dan uang yang tidak sedikit, bahkan melibatkan banyak orang. Namun karena permasalahan itu tidak kunjung selesai dan terkesan membuang-buang waktu menimbulkan perpecahan.
Anda mungkin senang karena tiap malam ada berita kan, tapi kita waktu habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro-kontra kan perpecahan,”
ucap dia.
JK menambahkan, Jokowi juga merasa dirugikan secara sosial karena tudingan ijazah milik mantan Wali Kota Solo tidak kunjung selesai.
Terlebih polemik ini sampai menyeret nama Wakil Presiden ke-10. JK dituding mendanai polemik ijazah mantan Gubernur Jakarta sebesar Rp5 miliar oleh ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar.
Atas tudingan itu, JK melaporkan langsung Rismon ke Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan dan pencemaran nama baik. JK juga melaporkan pemilik akun YouTube @Studiomusikrockciamis dan akun Facebook 1922 Pusat Madiun yang diduga turut terlibat.
Mereka dilaporkan dengan atas dugaan menyiarkan atau menyebarluaskan berita atau pemberitaan padahal patut diduga bahwa berita atau pemberitaan tersebut bohong dan/atau fitnah dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 434 KUHP dan/atau Pasal 433 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 27 A juncto Pasal 45 ayat (4) UU RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Dalam pernyataan kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, membantah tuduhan bahwa kliennya menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mendanai kasus dugaan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Menurutnya, video yang beredar di media sosial merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Itu olahan AI semua. Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,”
kata Jahmada Girsang, Pada Senin, 6 April 2026.
Video tersebut menarasikan pernyataan Rismon yang disebut menuding JK memberikan dana Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan pihak lain untuk mempersoalkan ijazah Jokowi.
Dalam video, wajah Rismon hanya muncul sekilas di awal, kemudian disusul potongan gambar JK dengan suara yang mengatasnamakan Rismon. Saat ini, Keaslian video tersebut belum dapat diverifikasi.




