Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Program MBG Dievaluasi, BGN Kaji Prioritas Penerima Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan

BGN masih mengkaji skema penerima program MBG termasuk terkait wacana pembatasan penerima berdasarkan kelompok kesejahtaraan atau desil.

Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara
Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara, Senin (26/1/2026). Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan bahwa 32 ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terdapat tiga komponen yaitu Kepala Kepala SPPG, tenaga ahli gizi dan akuntan yang berstatus sebagai pegawai Badan Gizi Nasional mulai 1 Februari 2026. (ANTARA FOTO/ Andri Saputra/foc)

Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji skema penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk terkait wacana pembatasan penerima berdasarkan kelompok kesejahtaraan atau desil.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan wacana tersebut memang tengah dibahas. Namun, pemerintah belum mengambil keputusan karena proses kajian masih berlangsung.

Memang sudah ada wacana, tapi masih kita kaji lagi,”

kata Trenggono usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Jumat, 17 Juli 2026.

Perihal pemetaan penerima manfaat akan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), Trenggono belum memberikan jawaban pasti. Menurutnya, hasil kajian akan diumumkan setelah proses evaluasi selesai.

Iklan

Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai,”

ujarnya.

Trenggono juga belum bersedia menjelaskan kelompok desil mana yang nantinya dipastikan menjadi penerima MBG. Ia menyampaikan seluruh skema penyaluran masih dalam pembahasan.

Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu. Nanti kalau sudah selesai akan disampaikan,”

katanya.

BGN menargetkan kajian tersebut rampung dalam waktu paling lama satu bulan. Tenggat waktu itu merupakan bagian dari penataan ulang pelaksanaan Program MBG yang saat ini sedang dilakukan pemerintah.

Kita diberikan waktu maksimal satu bulan,”

ujar Trenggono

Meski skema penerima masih dievaluasi, Trenggono memastikan pemerintah tetap mengutamakan kelompok yang berhak menerima manfaat.

Yang jelas penerima manfaat itu adalah prioritas, jadi disesuaikan nanti,”

katanya.

Wacana penyesuaian sasaran penerima MBG mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Salah satu opsi yang berkembang adalah memprioritaskan siswa dari kelompok ekonomi yang lebih membutuhkan.

Namun hingga kini, pemerintah belum mengumumkan skema final maupun kelompok desil yang akan menjadi sasaran program tersebut.

Sebelumnya, pemerintah mewacanakan penyesuaian sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam skema yang tengah dibahas, siswa dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi atau kelompok desil 8 hingga desil 10 disebut tidak lagi menjadi prioritas penerima.

Pemerintah berencana memfokuskan anggaran kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan.

Namun hingga kini, kebijakan tersebut belum diputuskan karena masih dalam tahap pengkajian oleh BGN.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.