Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pembelian Jet Mewah Pilatus PC-24 oleh Kemhan Dapat Sentilan Tajam dari Ekonom
Nasional

Pembelian Jet Mewah Pilatus PC-24 oleh Kemhan Dapat Sentilan Tajam dari Ekonom

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 9, 2026 1:40 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Interior jet mewah Pilatus PC-24. (Sumber: Pilatus Aircraft)
Interior jet mewah Pilatus PC-24. (Sumber: Pilatus Aircraft)
SHARE

Pembelian 12 jet mewah Pilatus PC-24 oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, pembelian dilakukan di tengah gembar-gembor Presiden RI Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran.

Daftar isi Konten
  • Kredibilitas Pemerintah 
  • Kebutuhan Mendesak?

Jika dilihat melalui situs resmi Pilatus Aircraft, pesawat tersebut tidak sejalan dengan klaim Kemhan, yang mengatakan bahwa pesawat tersebut akan digunakan untuk memperkuat jajaran TNI. Sementara, secara desain sangat terlihat eksklusif, mewah, dan mirip dengan jet pribadi.

Sorotan pun mulai bermunculan, dari serikat sipil hingga pakar kebijakan publik, yang mempertanyakan urgensi pembelian jet Pilatus PC-24 tersebut.

Menurut Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, pertanyaan mengenai transparansi anggaran dan urgensi pembelian dinilai penting karena polemik ini dianggap bukan sekadar soal pesawat. 

Ini adalah soal cara negara mengambil keputusan, menjelaskan prioritas, menjaga akuntabilitas, dan merawat kepercayaan publik,”

kata Achmad saat dihubungi Owrite, Kamis, 9 April 2026.

Kemhan memang awalnya membantah pembelian tersebut. Kata mereka, anggaran untuk pembelian jet itu masih dalam tahap penjajakan, anggarannya pun belum tersedia. 

Namun, informasi dari Pilatus Aircraft mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian tersebut. Seolah-olah, pembelian sudah dipastikan terjadi.

Menurut Achmad, publik seolah-olah disuguhi oleh dua informasi yang tampak bertabrakan. Di satu sisi, Pilatus menyatakan kontrak untuk 12 PC 24 telah ditandatangani dengan PT E-System Solutions Indonesia, kontraktor pertahanan yang disebut berwenang. Di sisi lain, Kemenhan membantah bahwa kontrak sudah final dan menegaskan bahwa hingga kini belum ada alokasi anggaran serta prosesnya masih dalam tahap penjajakan dan kajian kebutuhan operasional.

Di sinilah masalah kebijakan bermula. Dalam tata kelola publik, keputusan yang baik tidak hanya harus benar secara substansi, tetapi juga harus tertib secara proses. Negara tidak boleh tampak seperti rumah tangga yang memesan barang mahal lebih dulu, lalu baru menjelaskan belakangan untuk apa barang itu dibeli,”

ujar Achmad.

Kredibilitas Pemerintah 

Bila informasi dari produsen terdengar lebih pasti daripada penjelasan dari institusi negara, yang terganggu bukan hanya persepsi terhadap pengadaan, tetapi juga kredibilitas pemerintah itu sendiri. 

Dalam perdebatan publik, kita sering terjebak pada pertanyaan apakah pesawat itu mahal, mewah, atau layak dibeli. Padahal, sebelum sampai ke sana, ada pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah prosesnya sudah menunjukkan tata kelola yang sehat?,”

ungkap Ekonom UPN tersebut.

Kebijakan publik yang sehat, menurutnya, selalu bergerak dalam urutan yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti kebutuhan dirumuskan lebih dulu, ancaman dan tantangan diidentifikasi, pilihan kebijakan dibandingkan, kemampuan fiskal dihitung, baru kemudian keputusan diambil dan dikomunikasikan. 

Jika urutan ini dibalik, maka yang terjadi adalah kegaduhan. Publik menangkap kesan bahwa keputusan sudah berjalan, sementara negara sendiri masih mengatakan semuanya belum final,”

bebernya.

Achmad pun memberikan analogi sederhana. Bayangkan seorang kepala keluarga tiba tiba disebut sudah memesan 12 mobil baru oleh dealer, lengkap dengan spesifikasi dan tujuan pemakaiannya. Ketika tetangga bertanya, sang kepala keluarga justru mengatakan belum ada keputusan, belum ada anggaran, dan semuanya masih dikaji. 

Dalam situasi seperti itu, persoalannya bukan lagi pada merek mobil yang dipilih, tetapi pada hilangnya kepastian siapa yang sebenarnya memegang kendali atas keputusan. Itulah yang kini terjadi dalam persepsi publik terhadap isu PC-24,”

jelasnya.

Oleh sebab itu, dari perspektif tata kelola pemerintahan, polemik ini harus dibaca sebagai alarm. Alarm bahwa prosedur komunikasi antar pihak, batas antara penjajakan dan kontrak, serta otorisasi publikasi kebijakan strategis belum cukup disiplin dijaga. 

Jika ini dibiarkan, maka setiap rencana strategis negara akan mudah berubah menjadi kontroversi yang menguras energi politik,”

imbuhnya.

Kebutuhan Mendesak?

Lebih jauh, dalam konteks kebijakan publik, suatu pengadaan tidak bisa disebut mendesak hanya karena lembaga yang membutuhkan mengatakannya mendesak. Urgensi harus dibuktikan melalui logika kebutuhan, bukan semata deklarasi.

Pilatus menyebut PC 24 akan digunakan untuk pelatihan pilot transportasi, misi transportasi udara, dan tugas penghubung di lingkungan TNI Angkatan Udara. 

Perusahaan itu juga menonjolkan keunggulan pesawat yang mampu beroperasi di landasan pendek dan tidak beraspal. Namun, di ruang publik juga muncul pandangan kritis bahwa penggunaan jet seperti ini sebagai pesawat latih bukan pilihan yang lazim. 

Kritik seperti ini seharusnya tidak dianggap gangguan, melainkan bagian dari fungsi koreksi publik terhadap kebijakan. Ukuran mendesak sesungguhnya terletak pada beberapa hal. Apakah ada celah kemampuan yang nyata dan mendesak ditutup. Apakah armada yang ada memang tidak lagi memadai. Apakah ada tugas operasional yang terganggu bila pengadaan ditunda. Apakah opsi yang lebih murah dan lebih relevan sudah diuji. Dan yang tidak kalah penting, apakah keputusan itu sejalan dengan prioritas pertahanan nasional yang lebih besar,”

tegas Achmad.

Tanpa penjelasan yang memadai atas pertanyaan tersebut, menurut Achmad, wajar bila publik bertanya. Apalagi dalam situasi fiskal yang menuntut kehati-hatian, setiap belanja negara harus mampu menjelaskan manfaatnya secara terang. 

Negara tidak cukup berkata, ‘percayalah ini perlu.’ Negara harus menunjukkan mengapa ini perlu, mengapa sekarang, dan mengapa pilihan ini yang paling rasional,”

tutupnya.
Tag:efisiensi anggaranJet mewahJet Pilatus PC-24KemhanprabowoTNI Angkatan Udara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
Aneh tapi Nyata: Sempat Diculik dan Meronta, Laporan Kasus Atlet Golf Jesslyn Wijaya Kok Malah Dicabut?
By Rahmat Baihaqi
Atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay.
5

BERITA LAINNYA

Motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN)
Nasional

Motor Trail Listrik MBG Jadi Dilema, Tim Presiden Diminta Cari Solusi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyebut bakal melibatkan tim…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026).
Nasional

Pagu MBG Dipangkas Jadi Rp229 Triliun, BGN Ungkap Strategi Baru Arahan Prabowo

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ilustrasi tersangka kejahatan dengan tangan terborgol.
Nasional

Terbongkar! 10 WNA Pakai Perusahaan Fiktif demi Kitas RI, Target Akhirnya Ternyata Eropa

Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar dugaan penyalahgunaan izin tinggal oleh 10 warga negara…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Libur Sekolah Awal Ramadan
Nasional

RUU Sisdiknas Disorot, Hilangnya Komite Sekolah Dinilai Berbahaya bagi Dunia Pendidikan

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up