Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 9 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Akses Militer AS ke Wilayah Udara RI Bisa Terbang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan
Internasional

Akses Militer AS ke Wilayah Udara RI Bisa Terbang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 15, 2026 6:50 pm
Natania Longdong
Amin Suciady
Share
Ilustrasi Jet Tempur U.S Air Force. (Sumber: Unsplash/Createase)
Ilustrasi Jet Tempur U.S Air Force. (Sumber: Unsplash/Createase)
SHARE

Pembahasan perjanjian terkait wilayah udara RI yang dapat dilintasi oleh pesawat militer Amerika Serikat (AS) memunculkan banyak kritik. Perjanjian baru ini, jika disetujui, akan membuat militer AS memiliki akses langsung ke Selat Malaka dan Laut Cina Selatan dari Australia. 

Kesepakatan perjanjian tersebut juga akan menempatkan Indonesia sejajar dengan Australia, Jepang, dan Filipina dalam jaringan mobilitas militer Amerika yang semakin saling terhubung dan mencakup seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Mengutip laporan dari Defence Security Asia, Rabu, 15 April 2026, proposal perjanjian antara AS-RI yang bocor ke publik bukan sekedar perjanjian pertahanan bilateral, melainkan titik balik potensial jangka panjang untuk menghindari aliansi formal.  

Indonesia memang menempati salah satu posisi geografis yang paling menentukan secara strategis di dunia karena kepulauannya secara fisik menghubungkan Samudra Pasifik, Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Samudera Hindia bagian timur, bahkan mendekati Selat Malaka.

Pesawat Amerika mana pun yang bergerak di antara Guam, Australia utara, Filipina, atau Diego Garcia, sering kali melewati koridor udara yang dikendalikan oleh Indonesia, yang hingga saat ini memerlukan izin penting.

Melansir dari Eurasia Review, pesawat militer AS juga berpotensi berpatroli di Selat Malaka kapan saja. Hal ini memungkinkan pasukan AS untuk membangun kehadiran di selat tersebut, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. 

Menurut Murray Hunter Profesor di Universitas Malaysia Perlis, mengatakan dalam konteks perang Iran, AS kini akan memiliki akses ke Selat Malaka dan dapat melakukan operasi terhadap kapal apa pun yang diyakini beroperasi melawan kepentingan AS.

Dari perspektif China, ini adalah kabar buruk karena sebagian besar minyak China dari Teluk melewati Selat Malaka dan Laut China Selatan. ASEAN, melalui Presiden Indonesia Prabowo, berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan negara-negara adidaya di Selat Malaka, dan berisiko menjadikan selat tersebut sebagai pusat gesekan militer dalam kondisi tertentu,”

kata Murray dalam keterangannya.

Menurut Murray, dengan Indonesia menjadi kolaborator militer AS yang jauh lebih dekat, keadaan ketegangan politik di kawasan ASEAN telah berubah secara drastis, sehingga Selat Malaka menjadi fokus yang jauh lebih besar.

Hal ini sangat berbeda dengan doktrin “Bekas Aktif” tradisional Indonesia yang dimulai di bawah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, di mana Indonesia mempertahankan non-blok formal sambil terlibat dengan berbagai kekuatan besar yang bersaing. 

ASEAN kini harus bersabar dan menunggu reaksi Tiongkok terhadap perubahan kebijakan yang dramatis ini. Tiongkok adalah mitra dagang utama Indonesia, tempat Tiongkok telah melakukan investasi infrastruktur besar-besaran. Oleh karena itu, Tiongkok dapat bereaksi dengan sanksi perdagangan seperti yang dilakukannya satu dekade lalu terhadap Australia, tekanan diplomatik, atau memutuskan untuk meningkatkan aktivitas militer di kawasan tersebut,”

ujarnya.

Kawasan ini juga masih harus melihat bagaimana kesepakatan baru Indonesia dengan Washington akan diimplementasikan. Jika kesepakatan ini membawa kolaborasi komando dan logistik yang lebih besar antara AS dan Indonesia, langkah selanjutnya bisa jadi mengintegrasikan Australia ke dalam hubungan tersebut. 

Langkah seperti itu akan mendapat dukungan kuat di Canberra. Kesepakatan baru ini juga dapat menyebabkan reaksi politik dari kelompok-kelompok di dalam Indonesia yang mungkin melihatnya sebagai pelanggaran kedaulatan,”

imbuhnya.
Tag:Amerika Serikatindonesialaut cina selatanPesawat Jetpesawat militerpesawat tempurSelat Malaka
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Old Money Bukan Uang Lama, Ini Ciri-Ciri dan Filosofi di Baliknya
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi uang dolar
1
Dokter ‘Seceng’ dari Papua, dr. FX Sudanto Mengabdi Tanpa Pamrih Selama 50 Tahun
By Ossid Duha Jussas Salma
dr FX Sudanto mendapat penghargaan dari Dewan Adat Papua
2
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
3
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
4
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diguncang gempa tektonik.
Internasional

Ngeri-Ngeri Sedap Gempa M 7,8 Filipina: Sejauh Ini WNI Nihil Korban, Kemlu Siagakan Nomor Siaga

Kementerian Luar Negeri RI dan KJRI Davao memantau dampak gempa tektonik magnitudo…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
18 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

Netanyahu Diam-diam Kirim Intelijen ke Pemerintah Trump, Hubungan AS-Israel Retak?

Amerika Serikat (AS) menaikkan tingkat ancaman kontraintelijen Israel ke kategori tertinggi, di…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 hari lalu
Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan bernama Sam Fahd Abu Haikal tewas setelah tentara Israel melepaskan tembakan ke mobil yang ditumpangi keluarganya saat berada kawasan Tel Rumeida, Hebron, Tepi Barat.
InternasionalOlahraga

Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel, Begini Kronologi Lengkapnya

Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan bernama Sam Fahd Abu Haikal, tewas…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
2 hari lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

Telepon Panas Trump-Netanyahu: ‘Semua Orang Membenci Anda’

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up