Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Akses Militer AS ke Wilayah Udara RI Bisa Terbang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan
Internasional

Akses Militer AS ke Wilayah Udara RI Bisa Terbang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 15, 2026 6:50 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi Jet Tempur U.S Air Force. (Sumber: Unsplash/Createase)
Ilustrasi Jet Tempur U.S Air Force. (Sumber: Unsplash/Createase)
SHARE

Pembahasan perjanjian terkait wilayah udara RI yang dapat dilintasi oleh pesawat militer Amerika Serikat (AS) memunculkan banyak kritik. Perjanjian baru ini, jika disetujui, akan membuat militer AS memiliki akses langsung ke Selat Malaka dan Laut Cina Selatan dari Australia. 

Kesepakatan perjanjian tersebut juga akan menempatkan Indonesia sejajar dengan Australia, Jepang, dan Filipina dalam jaringan mobilitas militer Amerika yang semakin saling terhubung dan mencakup seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Mengutip laporan dari Defence Security Asia, Rabu, 15 April 2026, proposal perjanjian antara AS-RI yang bocor ke publik bukan sekedar perjanjian pertahanan bilateral, melainkan titik balik potensial jangka panjang untuk menghindari aliansi formal.  

Indonesia memang menempati salah satu posisi geografis yang paling menentukan secara strategis di dunia karena kepulauannya secara fisik menghubungkan Samudra Pasifik, Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Samudera Hindia bagian timur, bahkan mendekati Selat Malaka.

Pesawat Amerika mana pun yang bergerak di antara Guam, Australia utara, Filipina, atau Diego Garcia, sering kali melewati koridor udara yang dikendalikan oleh Indonesia, yang hingga saat ini memerlukan izin penting.

Melansir dari Eurasia Review, pesawat militer AS juga berpotensi berpatroli di Selat Malaka kapan saja. Hal ini memungkinkan pasukan AS untuk membangun kehadiran di selat tersebut, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. 

Menurut Murray Hunter Profesor di Universitas Malaysia Perlis, mengatakan dalam konteks perang Iran, AS kini akan memiliki akses ke Selat Malaka dan dapat melakukan operasi terhadap kapal apa pun yang diyakini beroperasi melawan kepentingan AS.

Dari perspektif China, ini adalah kabar buruk karena sebagian besar minyak China dari Teluk melewati Selat Malaka dan Laut China Selatan. ASEAN, melalui Presiden Indonesia Prabowo, berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan negara-negara adidaya di Selat Malaka, dan berisiko menjadikan selat tersebut sebagai pusat gesekan militer dalam kondisi tertentu,”

kata Murray dalam keterangannya.

Menurut Murray, dengan Indonesia menjadi kolaborator militer AS yang jauh lebih dekat, keadaan ketegangan politik di kawasan ASEAN telah berubah secara drastis, sehingga Selat Malaka menjadi fokus yang jauh lebih besar.

Hal ini sangat berbeda dengan doktrin “Bekas Aktif” tradisional Indonesia yang dimulai di bawah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, di mana Indonesia mempertahankan non-blok formal sambil terlibat dengan berbagai kekuatan besar yang bersaing. 

ASEAN kini harus bersabar dan menunggu reaksi Tiongkok terhadap perubahan kebijakan yang dramatis ini. Tiongkok adalah mitra dagang utama Indonesia, tempat Tiongkok telah melakukan investasi infrastruktur besar-besaran. Oleh karena itu, Tiongkok dapat bereaksi dengan sanksi perdagangan seperti yang dilakukannya satu dekade lalu terhadap Australia, tekanan diplomatik, atau memutuskan untuk meningkatkan aktivitas militer di kawasan tersebut,”

ujarnya.

Kawasan ini juga masih harus melihat bagaimana kesepakatan baru Indonesia dengan Washington akan diimplementasikan. Jika kesepakatan ini membawa kolaborasi komando dan logistik yang lebih besar antara AS dan Indonesia, langkah selanjutnya bisa jadi mengintegrasikan Australia ke dalam hubungan tersebut. 

Langkah seperti itu akan mendapat dukungan kuat di Canberra. Kesepakatan baru ini juga dapat menyebabkan reaksi politik dari kelompok-kelompok di dalam Indonesia yang mungkin melihatnya sebagai pelanggaran kedaulatan,”

imbuhnya.
Tag:Amerika Serikatindonesialaut cina selatanPesawat Jetpesawat militerpesawat tempurSelat Malaka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
1
Shin Tae-yong Buka Suara Usai Persija Tumbang dari Persebaya, Singgung Persiapan Singkat
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
2
Febrie Dikritik Dapat Perlakuan Istimewa, MAKI: Semua Tersangka Harus Diperlakukan Sama!
By Rahmat Baihaqi
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Pria Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Meninggal Misterius, Polisi Telusuri CCTV
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
4
Kualitas Masih Jauh, Kaesang Dinilai Sulit Tumbangkan Puan di Dapil Solo Raya
By Hardani Triyoga
Kaesang Pangarep, Anak dari Presiden ke-7 Joko Widodo. (Sumber: IG @kaesangp)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Trump Beri Peringatan Keras ke China dan Rusia, Jangan Coba-coba Bantu Iran dengan Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beri peringatan keras ke China dan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Data pergerakan kapal di selat hormuz.
Internasional

Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Selat Hormuz Jadi Syarat Utama

Iran menolak secara tegas gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) sebelum…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
Gedung Pancasila Kemlu. (sumber: Kemlu)
Internasional

Kemlu Angkat Suara soal Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Ini Sikap Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
DPR AS menyetujui RUU Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Fiskal 2027 senilai US$1,15 triliun atau sekitar Rp20.580 triliun.
Internasional

AS Kian Mesra dengan Israel, RUU Pertahanan dengan Anggaran Jumbo Disahkan

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menyetujui Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up