Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di perairan internasional Laut Merah. Kemlu menilai aksi tersebut melanggar hukum internasional serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan global, dan stabilitas kawasan.
Melalui pernyataan resminya, Kemlu RI menegaskan serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip kebebasan bernavigasi yang dijamin oleh hukum internasional.
Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Merah. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,”
tulis Kemlu RI melalui akun resmi X, Jumat, 24 Juli 2026.
RI Desak Seluruh Pihak Menahan Diri

Kemlu juga menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebagai dasar menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran di perairan internasional.






