Iran menolak secara tegas gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) sebelum tuntutannya terkait Selat Hormuz dipenuhi. Di saat yang sama, Teheran memperingatkan akan memperluas konflik jika kembali diserang.
Sementara itu, seorang komandan militer Iran mengancam setiap warga Iran yang tewas akan dibalas dengan kematian seorang personel militer AS.
Selama tujuan dan tuntutan sah rakyat Iran belum tercapai, sudah sewajarnya kami akan terus melanjutkan langkah kami,”
kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 27 Juli 2026.
Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan, ancaman, atau intimidasi dan akan terus mempertahankan kepentingannya, termasuk terkait Selat Hormuz.







