Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Selat Hormuz Jadi Syarat Utama

Iran menolak proposal Gencatan Senjata dengan AS karena tidak mengakomodasi tuntutan mengenai penguasaan Selat Hormuz.

Data pergerakan kapal di selat hormuz.
Data pergerakan kapal di selat hormuz. (Sumber: Istimewa)

Iran menolak secara tegas gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) sebelum tuntutannya terkait Selat Hormuz dipenuhi. Di saat yang sama, Teheran memperingatkan akan memperluas konflik jika kembali diserang.

Sementara itu, seorang komandan militer Iran mengancam setiap warga Iran yang tewas akan dibalas dengan kematian seorang personel militer AS.

Selama tujuan dan tuntutan sah rakyat Iran belum tercapai, sudah sewajarnya kami akan terus melanjutkan langkah kami,”

kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 27 Juli 2026.

Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan, ancaman, atau intimidasi dan akan terus mempertahankan kepentingannya, termasuk terkait Selat Hormuz.

Iklan

Selat Hormuz Jadi Titik Perselisihan

Araghchi mengatakan Pakistan telah menyampaikan sejumlah usulan sebagai mediator, namun menurutnya persoalan antara Teheran dan Washington bukan soal mediasi, melainkan soal pendekatan Amerika terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa posisi Iran tetap tidak berubah selama tuntutan yang dianggap sah oleh Teheran belum dipenuhi.

Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz. (Foto: Istimewa/AI).

Iran Intensif Berkoordinasi dengan Rusia dan China

Ia juga mengatakan konsultasi dengan Rusia dan China masih berlangsung. Menurutnya, ia telah mengadakan pembicaraan mendalam dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela pertemuan SCO.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi sebelumnya juga membawa proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat saat berkunjung ke Teheran setelah bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Menurut laporan tersebut, Iran menolak proposal itu karena tidak mengakomodasi tuntutan mengenai penguasaan Selat Hormuz. Meski demikian, laporan itu hingga kini belum dikonfirmasi oleh otoritas Iran.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.