Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / World Bank-IMF Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Target 6% Tak Lagi Realistis
Ekonomi Bisnis

World Bank-IMF Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Target 6% Tak Lagi Realistis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 17, 2026 11:56 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
SHARE

World Bank dan International Monetary Fund (IMF) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. World Bank memperkirakan ekonomi akan melambat di 4,7 persen, dan IMF sebesar 5 persen.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman menilai revisi proyeksi dari dua lembaga internasional ini menegaskan bahwa risiko global kini menjadi faktor dominan yang memengaruhi ekonomi Indonesia.

Revisi proyeksi oleh IMF dan World Bank menegaskan bahwa risiko global kini menjadi faktor dominan terhadap ekonomi Indonesia. Kombinasi suku bunga global tinggi, pelemahan permintaan dunia, dan eskalasi geopolitik, ruang ekspansi ekonomi domestik menjadi lebih sempit,”

ujar Rizal saat dihubungi Owrite.id dikutip Jumat, 17 April 2026.

Indef sendiri dalam kondisi realistis seperti saat ini memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi 2026 hanya akan tumbuh di 5 persen. Rizal menilai, konflik Timur Tengah berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi melalui kanal energi dan nilai tukar.

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak ke kisaran US$90–US$100 per barel akan langsung menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui subsidi energi, sekaligus menurunkan daya beli masyarakat akibat tekanan inflasi. 

Dalam skenario moderat, dampaknya akan memangkas pertumbuhan sekitar 0,2 persen hingga 0,3 persen. Besaran penurunan pertumbuhan ini bisa lebih dalam jika disrupsi meluas ke jalur logistik global.

Perspektif proyeksi Indef, pertumbuhan ekonomi 2026 realistis berada diangka 5 persen,”

katanya.

Ekonomi 6 Persen Tak Realistis

Adapun di tengah kondisi ini, pemerintah masih meyakini ekonomi RI akan tetap tumbuh sebesar 5,3 persen pada 2026, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan tumbuh 6 persen.

Rizal menilai, bila hanya sebatas optimis, target pertumbuhan di 5,3 persen masih memungkinkan dicapai. Namun, target pertumbuhan 6 persen tidak realistis untuk dicapai dalam jangka pendek.

Struktur ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada konsumsi membuat akselerasi pertumbuhan sangat bergantung pada daya beli, yang saat ini justru mulai melemah terutama di kelas menengah. Tanpa lonjakan investasi dan ekspor, ruang untuk mencapai 6 persen praktis sangat terbatas,”

tuturnya.

Menurut Rizal, target pertumbuhan 6 persen hanya realistis dalam horizon menengah, dengan reformasi struktural dan transformasi ekonomi yang konsisten. 

Untuk mencapai angka pertumbuhan itu, Indonesia perlu memperkuat basis industri, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperluas basis pajak, dan menciptakan kepastian kebijakan untuk menarik investasi jangka panjang. 

Tanpa itu, proyeksi ekonomi akan cenderung stagnan di kisaran 5 persen,”

katanya.

Kendati demikian, Rizal mengatakan untuk tahun ini pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh konsumsi domestik dan hilirisasi komoditas, meskipun kualitasnya kini mulai tergerus. 

Konsumsi kelas menengah yang hanya tumbuh sekitar 4 persen menunjukkan adanya tekanan struktural, sementara investasi belum sepenuhnya pulih karena investor masih dalam posisi wait and see. Ini membuat pertumbuhan tetap bertahan, tetapi kehilangan akselerasi,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan, ekonomi RI tumbuh 5,5 persen pada kuartal I-2026. Sedangkan sepanjang 2025 diperkirakan tumbuh di 5,3 persen.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan pada kuartal I tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen,”

ujar Airlangga.

Sementara itu, World Bank memproyeksikan ekonomi RI hanya tumbuh 4,7 persen pada 2026, atau melambat dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,8 persen. Kemudian IMF memperkirakan pertumbuhan di 5 persen, dibandingkan ramalan sebelumnya di 5,1 persen.

Tag:AirlanggaIMFIndefPertumbuhan Ekonomiproyeksi ekonomiWorld Bank
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Segera Cair, Tapi Tak Semua Bakal Kebagian

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan tetap memberikan insentif kendaraan…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Gedung Direktorat Jenderal Pajak.
Ekonomi Bisnis

TNI-Polri Dilibatkan Jadi Pengawas Pajak, DJP Pastikan Bukan Pemungut

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan buka suara terkait keterlibatan Bintara Pembina…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Skema Pendanaan PFII, Pastikan APBN Hanya Jadi Dana Cadangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Bali akan menjadi kawasan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (Sumber: Unsplash/Kanwardeep Kaur)
Ekonomi Bisnis

UU Pusat Finansial Internasional Diketok DPR, Kawasan Bakal Dilengkapi Pengadilan Khusus

DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up