Ibadah haji menjadi momen yang dinantikan oleh umat Muslim dari seluruh dunia. Namun, selain kesiapan spiritual, para jemaah juga perlu mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara matang.
Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, jemaah diprediksi akan menghadapi fenomena El Nino “Godzilla”.
Fenomena ini merupakan potensi cuaca ekstrem berupa kemarau yang lebih panjang serta penurunan curah hujan di berbagai negara.
Epidemiolog sekaligus ahli kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, menjelaskan El Nino “Godzilla” merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang berdampak global.
Disebut ekstrem karena intensitas panasnya sangat kuat.
Termasuk durasinya lebih panjang dan efeknya meluas hingga ke Timur Tengah. Akibatnya, dan inilah yang akhirnya berisiko pada kesehatan, suhu di Arab Saudi bisa lebih dari 45 derajat Celsius,”
ujar Dicky dalam keterangannya kepada Owrite.id.
Cuaca Panas Ekstrem
Dicky mengatakan ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang cukup tinggi, sehingga saat menghadapi cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan, salah satunya heat stroke.
Heat stroke yang paling berbahaya, dehidrasi berat, termasuk gangguan jantung dan ginjal. Secara epidemiologis, dalam tiga tahun terakhir data menunjukkan kasus tersebut paling banyak dialami jemaah haji,”
jelasnya.
Dicky menambahkan jemaah haji Indonesia paling banyak mengalami heat-related illness dan penyakit jantung.
Kondisi tersebut bahkan dapat berujung pada kematian, terutama saat puncak ritual di Arafah dan Mina.
Ia menilai pada 2026, jemaah haji akan memasuki fase panas ekstrem akibat El Nino residual. Hal ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh tiga faktor, yakni lingkungan yang ekstrem dengan suhu tinggi dan radiasi matahari langsung, faktor individu jemaah, serta perilaku selama menjalankan ibadah.
Usia lanjut atau memiliki penyakit seperti diabetes melitus dan jantung, ditambah kelelahan, aktivitas berlebihan, kurang minum, serta tidak mengenali tanda bahaya menjadi faktor yang sangat berpengaruh,”
tandasnya.



