Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Ambisi Avtur Sawit Prabowo: Potensi Deforestasi Hutan dan Risiko Penerbangan
Nasional

(Part I) Ambisi Avtur Sawit Prabowo: Potensi Deforestasi Hutan dan Risiko Penerbangan

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 22, 2026 4:02 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS.
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS. (ANTARA FOTO/Angga Palguna)
SHARE

Presiden Prabowo Subianto berambisi ingin membuka pusat-pusat pengolahan untuk mengubah kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat avtur. Menurut klaim Prabowo, langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan energi alternatif.

Daftar isi Konten
  • Sebenarnya, apa sih Avtur?
  • Negara Pengguna Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
  • Sawit Menggerus Hutan Alam

Rencana ambisius tersebut diungkapkan dalam sambutan pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 April lalu.

Menurut orang nomor satu di Indonesia tersebut, avtur dapat diproduksi dari kelapa sawit, di mana ketersediaannya cukup melimpah di Indonesia.

Selain itu, bahan baku lainnya juga dapat berasal dari minyak jelantah atau limbah sisa minyak goreng yang diolah kembali.

Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur,”

kata Prabowo saat itu.

Ambisi lainnya yang terlontar adalah Prabowo ingin membuka pusat-pusat pengolahan untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi avtur.

Beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,”

katanya.

Sebenarnya, apa sih Avtur?

Jika mengacu pada situs resmi Pertamina, Viation Turbine Fuel (Avtur) atau yang lebih dikenal secara internasional dengan nama Jet A-1, adalah jenis bahan bakar yang khusus dirancang untuk pesawat terbang, baik yang menggunakan mesin jet propulsion maupun mesin propeller.

Berdasarkan jurnal yang sama, avtur adalah turunan dari minyak tanah dengan spesifikasi yang sangat ketat, terutama dalam hal titik didih dan titik beku. Secara umum, avtur memiliki standar kualitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis bahan bakar lainnya.

Salah satu aspek yang membedakan avtur, adalah desainnya yang disesuaikan secara khusus untuk mesin pesawat jenis turbin (external combustion).

Selain berperan sebagai sumber energi untuk menggerakkan mesin pesawat, avtur juga memiliki fungsi lain yang penting dalam sistem pengendalian mesin, yaitu sebagai pengondisi cairan hidrolik.

Negara Pengguna Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Malaysia

Menurut laporan Green Air, dikutip Senin, 20 April 2026, pemerintah Malaysia juga sempat mengumumkan bahwa perusahaan minyak milik negara itu, yakni Petronas akan berkolaborasi dengan produsen minyak sawit utama untuk memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) dari limbah minyak sawit. 

Bahan baku ini menjadi kontroversial di banyak negara Barat karena pengembangan perkebunan sawit komersial seringkali mengorbankan hutan tropis, menggusur dan membahayakan satwa liar. 

Langkah Malaysia, yang diumumkan dalam anggaran federal pemerintah tahun 2025, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat industri minyak sawit negara itu, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan eksportir nasional utama. 

Thailand

Di seberang perbatasan utara Malaysia, perusahaan energi Thailand, Bangchak Corporation, juga telah mengirimkan pasokan pertama SAF campuran ke dalam sistem pipa bahan bakar yang memasok dua bandara internasional Bangkok, Suvarnabhumi dan Don Mueang.

Bahan bakar tersebut dikirim sebagai bagian dari program percontohan bersama Bangkok Aviation Fuel Services dan BAFS Pipeline Transportation untuk membantu mempersiapkan infrastruktur bagi produksi dan penggunaan SAF di Thailand, dan untuk membantu meraih pengakuan sebagai pemimpin energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara yang lebih luas.

Pembangunan unit produksi SAF di Kilang Bangchak di Phra Khanong, dekat Bangkok, berjalan sesuai rencana, dengan produksi dimulai pada awal kuartal kedua tahun 2025 dengan kapasitas 1 juta liter per hari.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan industri penerbangan, baik maskapai domestik maupun internasional dalam aliansi SAF, untuk mendukung tujuan industri dalam mencapai emisi gas rumah kaca nol bersih pada tahun 2050, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional.

Singapura

Di Singapura, produsen bahan bakar terbarukan Neste dijadwalkan akan mengirimkan pengiriman kedua dari dua pengiriman SAF campuran masing-masing sebanyak 500 ton ke Bandara Changi untuk digunakan oleh Singapore Airlines dan maskapai penerbangan berbiaya rendahnya, Scoot.

Awal tahun 2025, perusahaan induk mereka, Singapore Airlines Group (SIA), juga membeli 1.000 ton bahan bakar dari kilang Neste di dekat perbatasan dengan Malaysia. Selama kuartal kedua 2025, maskapai ini menjadi yang pertama menerima minyak limbah SAF dari Neste melalui sistem pasokan bahan bakar bandara.

Tak lama kemudian, sebuah Airbus A321 milik Vietnam Airlines yang menuju Hanoi menjadi maskapai tamu pertama dari kawasan Asia-Pasifik yang mengangkut Neste SAF dari Changi, diikuti oleh Boeing 777-300 jarak jauh milik Emirates.  

Pabrik Neste yang telah direnovasi, yang dibuka pertengahan 2024 lalu, adalah fasilitas produksi SAF terbesar di dunia, yang mampu memproduksi 1 juta ton bahan bakar per tahun. Selain memasok pusat distribusi Singapura, fasilitas ini juga memproduksi SAF untuk diekspor ke pasar lain termasuk Amerika Utara dan Eropa, di mana permintaan saat ini jauh lebih tinggi daripada di kawasan Asia-Pasifik. 

Pemerintah Singapura telah menetapkan bahwa mulai tahun 2026, setidaknya 1 persen dari bahan bakar yang digunakan oleh setiap penerbangan yang berangkat harus berupa SAF, dengan proporsi yang diwajibkan meningkat menjadi antara 3 persen dan 5 persen pada tahun 2030.

Sawit Menggerus Hutan Alam

Menanggapi rencana ambisius Presiden, Auriga Nusantara justru membaca langkah tersebut sebagai sekadar terobosan energi alternatif. Bagi lembaga NGO itu, gagasan itu justru membuka kembali persoalan klasik yang selama ini belum benar-benar dibenahi negara, termasuk bagaimana industri sawit terus tumbuh di atas tekanan terhadap hutan alam.

Peneliti Auriga, Sesilia Maharani Putri, menilai wacana ini perlu dilihat dalam konteks pengalaman Indonesia saat mendorong biodiesel sawit. Setiap kali permintaan sawit dinaikkan melalui kebijakan energi, tekanan terhadap lahan ikut naik. Mirisnya, polanya selalu berulang.

Auriga melihat rencana ini dengan sangat hati-hati. Di satu sisi, upaya mencari alternatif energi memang penting, apalagi untuk sektor penerbangan yang sulit didekarbonisasi. Namun di sisi lain, pengalaman Indonesia dengan biodiesel berbasis sawit menunjukkan bahwa kebijakan seperti ini akan datang dengan konsekuensi yang besar bagi ekologi,”

kata Sesilia pada Owrite saat dihubungi, Senin, 20 April 2026.

Menurut Sesilia, persoalan menjadi lebih serius ketika avtur sawit mulai dipromosikan sebagai “energi hijau”, sementara persoalan keberlanjutan bahan bakunya belum pernah tuntas.

Melabeli avtur sawit sebagai ‘energi hijau’ juga problematik karena keberlanjutan bahan baku yang masih dipertanyakan. Jika sawitnya berasal dari ekspansi kebun baru, terutama jika kebun tersebut terpapar oleh perusakan hutan atau deforestasi. Bukannya jadi solusi pengurangan emisi karbon, industri ini malah jadi pemicu bertambahnya emisi karbon dengan jumlah yang sangat besar,”

ujar Sesilia.

Dalam pandangannya, titik paling rawan dari kebijakan ini bukan pada teknologi pengolahan avtur, melainkan pada efek berantai yang akan mendorong lonjakan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO).

Ketika permintaan avtur naik, permintaan CPO otomatis ikut naik. Sementara, pada saat yang sama, pasokan CPO domestik sudah hampir habis terserap oleh program biodiesel.

Tanpa pengendalian yang kuat, peningkatan permintaan avtur akan langsung mendorong peningkatan permintaan minyak sawit mentah atau CPO,”

bebernya.

Sesilia lalu menyinggung target B40 sebesar 17,5 juta kiloliter biodiesel, yang dianggap sudah membutuhkan sekitar 19,3 juta ton CPO. Padahal, ketersediaan bahan baku domestik pada 2024 berada di kisaran 20 juta ton.

Artinya jumlah CPO dalam negeri hampir tidak bisa memenuhi kebutuhan biodiesel tersebut,”

ungkapnya.

Dalam situasi terhimpit itu, jika muncul kebutuhan baru untuk avtur dan produktivitas sawit tidak naik drastis, maka menurutnya pilihan yang paling cepat, murah, dan paling sering terjadi di lapangan adalah membuka lahan baru.

Jika produktivitas sawit tidak naik secara signifikan untuk meneuhi kebutuhan biodiesel maupun avtur, maka jalan pintas yang cenderung diambil adalah membuka lahan baru,”

jelasnya.

Sesilia pun mencoba menghitung dampak terburuknya. Dalam skenario implementasi B100 dengan pola business as usual saja, Indonesia diperkirakan bisa kekurangan 22 juta ton CPO. Jumlah tersebut setara dengan 5 juta hekatare ekspansi lahan. 

Bayangkan jika avtur juga dijalankan, maka potensi deforestasinya akan makin besar lagi,”

tegasnya.

Auriga menilai, angka ini bukan sekadar proyeksi produksi, melainkan proyeksi kehilangan ekosistem. Ekspansi sawit berarti perubahan permanen dari hutan alam menjadi lanskap monokultur.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar Indonesia kehilangan pohon, melainkan kehilangan seluruh ekosistem. Habitat satwa terfragmentasi, populasi spesies kunci menurun, dan konflik manusia dengan satwa juga meningkat.

Lebih jauh, Peneliti Auriga itu menegaskan bahwa spesies seperti orangutan, harimau Sumatra, dan gajah akan menjadi yang paling terdampak, dan kerusakan seperti itu tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat. Di sisi lain, Auriga juga mempertanyakan siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari kebijakan seperti ini.

Korporasi besar yang memiliki konsesi luas dan terintegrasi dengan industri hilir akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Sementara itu, masyarakat lokal seringkali justru menghadapi risiko kehilangan lahan, konflik, dan degradasi lingkungan,”

katanya.

Tag:AvturHeadlinelimbahminyak gorengminyak jelantahpenerbaanganPesawatPrabowo SubiantoPresidensawitSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Perang AS-Iran Panjang, Gubernur BI Ramal Ekonomi Dunia Melambat dan Inflasi Naik

Bank Indonesia (BI) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Ekonomi dunia diproyeksi melambat ke 3 persen, dan inflasi naik ke 4,2 persen akibat memburuknya perang di…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Dirtipideksus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak
Hukum

Bareskrim Sita 56.557 iPhone dan 1.625 Ponsel Android Ilegal

Satuan Tugas Penyelundupan Bareskrim Mabes Polri membongkar praktik importasi ilegal ponsel dari Cina yang masuk ke dalam negeri. Petugas menyita 76.756 ponsel dengan total Rp235 miliar. "Barang bukti terdiri dari…

By
Rahmat
Adi Briantika
2 Min Read
Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh
Nasional

(Part II) Ambisi Avtur Sawit Prabowo: Potensi Deforestasi Hutan dan Risiko Penerbangan

Mengacu pada data yang dihimpun Auriga, deforestasi di konsesi sawit masih sering terjadi. Berdasarkan catatan Status Deforestasi Indonesia (STADI) 2025, deforestasi di dalam konsesi sawit mencapai 37.910 hektare, lebih besar…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 Min Read

BERITA LAINNYA

Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Nasional

Konflik Meningkat, DPR Desak Evaluasi Misi TNI di UNIFIL

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan prajurit Indonesia harus menjadi…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
5 jam lalu
Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) menerima berkas pembahasan dari Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Bob Hasan (kiri) disaksikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Saan Mustopa (kedua kiri) saat Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Ketok Palu! DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
5 jam lalu
Gas LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Resmi Naik. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Nasional

Pemprov DKI: Stok LPG Nonsubsidi Aman, Distribusi Tetap Normal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
6 jam lalu
Penampakan mata uang Singapore yang disita KPK kasus korupsi Importasi Bea Cukai
Nasional

Cara Koruptor Pria Sembunyikan Duit Haram: Tak Berani ke Bank, Larinya ke ‘Ayang Beb’

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo mengungkapkan praktik korupsi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up