Dua kapal kargo diserang di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan oleh pihak berwenang pada Rabu, 22 April 2026, setelah AS memperpanjang gencatan senjata dan ketika para diplomat berupaya mempertemukan AS dan Iran untuk pembicaraan perdamaian.
Sebuah kapal dilaporkan ditembaki sekitar delapan mil laut dari pantai Iran, kata pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada pukul 8:38 waktu London, yang juga memperingatkan adanya “tingkat aktivitas tinggi” di wilayah Selat Hormuz.
Menurut UKMTO, awak kapal dilaporkan selamat dan keberadaan mereka telah dipastikan. Kapal tersebut juga tidak mengalami kerusakan apa pun. Namun, belum jelas siapa yang menembak kapal kedua tersebut.
Melansir dari CNBC, Rabu, 22 April 2026, insiden tersebut terjadi setelah laporan sebelumnya tentang serangan awal yang terjadi sekitar 15 mil di timur laut Oman pada pukul 5:47 pagi waktu London.

UKMTO mengatakan sebuah kapal kontainer didekati oleh kapal perang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kapal IRGC tersebut dilaporkan menembaki kapal kontainer, dan menyebabkan “kerusakan berat” pada anjungan. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Serangan-serangan itu terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memungkinkan para pemimpin Iran mengajukan proposal perdamaian untuk mengakhiri perang.
Hal ini juga terjadi setelah adanya laporan bahwa kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan perdamaian dengan pejabat Iran telah ditunda, dan setelah kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa para negosiator dari Teheran tidak akan menghadiri pembicaraan lebih lanjut.
Sebagai informasi, Selat Hormuz adalah koridor maritim utama yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Sekitar 20 persen dari produksi minyak dan gas global biasanya melewati selat ini.
Sementara itu, serangan terhadap kapal-kapal komersial di Teluk dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran akan guncangan ekonomi yang berkepanjangan.

