Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 24 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kontroversi Pajak Kapal Selat Malaka, Guru Besar UPH: Picu Balasan Global
Internasional

Kontroversi Pajak Kapal Selat Malaka, Guru Besar UPH: Picu Balasan Global

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: April 24, 2026 10:09 am
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
Share
Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan strategis di dunia. (Sumber: Google Maps)
Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan strategis di dunia. (Sumber: Google Maps)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berandai-andai menerapkan tarif pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka. Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi.

Daftar isi Konten
  • Efek Domino Global
  • Muncul Ide

Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Keamanan dan Perdamaian Universitas Pelita Harapan Edwin Tambunan menyatakan ketidaksetujuan terhadap wacana itu, lantaran berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Saya termasuk yang tidak setuju dengan keinginan ini. Dalam hubungan internasional ada dikenal prinsip resiprositas,”

kata Edwin ketika dihubungi oleh owrite.id, Jumat, 24 April 2026.

“Salah satu penerapannya adalah tindakan yang diambil suatu negara akan mendorong negara lain melakukan hal yang sama, agar mendapat keuntungan setimpal atau tidak dirugikan sepihak,”

tambah dia.

Efek Domino Global

Jika Indonesia menerapkan tarif pajak tersebut, negara lain berpotensi melakukan hal serupa di wilayah strategis masing-masing. Ia mencontohkan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur vital dunia.

“Apabila Iran (menguasai) Selat Hormuz, kemudian Indonesia melakukannya di Selat Malaka, negara-negara lainnya yang berlokasi di (sekitar) selat akan melakukan hal yang sama. Akses pelayaran di seluruh dunia akan menjadi sulit, menimbulkan biaya baru dalam perdagangan global, dan boleh jadi menimbulkan ketegangan antarnegara,” kata Edwin.

tambah dia.

Selat Malaka merupakan jalur strategis bagi perdagangan global. Jalur ini menjadi urat nadi bagi negara-negara besar seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Sekitar 80 persen impor minyak mentah Tiongkok melewati Selat Malaka. Selain itu, hampir 25 persen hingga sepertiga pengangkutan minyak mentah dunia via laut juga melintasi jalur ini.

Edwin menekankan bahwa kebijakan seperti ini harus dipertimbangkan secara matang, tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga risiko yang ditimbulkan.

“Selat Malaka sudah menjadi jalur penting dari dulu. Sekitar 25 persen hingga 40 persen dari volume perdagangan barang global melintasi Selat Malaka setiap tahun. Selat Hormuz menjadi istimewa karena perlintasan 20 persen pasokan migas dunia,”

tutup Edwin.

Muncul Ide

Dalam acara simposium PT SMI, di Jakarta, 22 April 2026, Purbaya berandai-andai jika kapal yang melintasi Selat Malaka harus merogoh kocek “tarif tol”. Bila skema di Selat Hormuz pun dapat diterapkan di Selat Malaka, Indonesia bisa memperoleh pemasukan tambahan. Pendapatan dari pajak tersebut bisa dibagi pula dengan Malaysia dan Singapura.

“Kalau dibagi tiga, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (hasil pendapatan bakal) lumayan. Singapura (negara) kecil, Malaysia sama Indonesia (dapat) bagi dua (penerimaan pajaknya). Kalau bisa seperti itu, tapi (fakta saat ini) tidak begitu,”

kata Purbaya.

Tag:kapallautPajakpurbaya yudhi sadewaSelat HormuzSelat Malaka
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi saham
Ekonomi Bisnis

Investor Singapura Mau Caplok 41,18 Persen Saham Hassana Boga Sejahtera

Perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd akan mengambil alih maksimal  41,18 persen saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ).  Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Saiko Consultancy Pte.…

By
Anisa Aulia
Amin Suciady
1 Min Read
Ilustrasi garis kapur korban.
Megapolitan

Tak Tahan Majikan Sadis, 2 PRT Lompat dari Lantai 4 Indekos di Benhil

Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) nekat melompat dari lantai empat kamar indekos di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Salah satu PRT berinisial R dilaporkan meninggal, sementara rekannya, D, mengalami patah…

By
Rahmat
Adi Briantika
1 Min Read
Kota Jakarta
Megapolitan

BPDB DKI Mulai Menyiapkan Langkah Antisipasi El Nino

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena El Nino. Hal Ini, dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan akan terjadi di…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Internasional

Ambisi Pajak Kapal Selat Malaka Potensi Langgar UNCLOS

Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perihal pungutan pajak bagi kapal yang…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
4 jam lalu
Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan strategis di dunia. (Sumber: Google Maps)
Internasional

Menlu Malaysia Kecam Wacana Purbaya Soal Pemungutan Pajak Kapal di Selat Malaka

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan turut bereaksi terkait pernyataan Menteri Keuangan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
22 jam lalu
Ilustrasi penangkapan
Internasional

Tragis! Nenek 90 Tahun di Korea Selatan Dipenjara Akibat Terlibat Uang Narkoba Anaknya.

Pengadilan Distrik Incheon Korea Selatan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada seorang…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Pesawat Militer AS KC-46A Pegasus. (Sumber: AF.Mil)x
Internasional

Surat Kemlu ke Kemhan Bocor, Akses Udara Militer AS Seret RI ke Konflik Laut China Selatan

Polemik pembukaan wilayah udara untuk militer Amerika Serikat (AS) semakin memanas, setelah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up