Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berandai-andai menerapkan tarif pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka. Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi.
Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Keamanan dan Perdamaian Universitas Pelita Harapan Edwin Tambunan menyatakan ketidaksetujuan terhadap wacana itu, lantaran berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Saya termasuk yang tidak setuju dengan keinginan ini. Dalam hubungan internasional ada dikenal prinsip resiprositas,”
kata Edwin ketika dihubungi oleh owrite.id, Jumat, 24 April 2026.
“Salah satu penerapannya adalah tindakan yang diambil suatu negara akan mendorong negara lain melakukan hal yang sama, agar mendapat keuntungan setimpal atau tidak dirugikan sepihak,”
tambah dia.
Efek Domino Global
Jika Indonesia menerapkan tarif pajak tersebut, negara lain berpotensi melakukan hal serupa di wilayah strategis masing-masing. Ia mencontohkan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur vital dunia.






