Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 27 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Ambisi Pajak Kapal Selat Malaka Potensi Langgar UNCLOS
Internasional

Ambisi Pajak Kapal Selat Malaka Potensi Langgar UNCLOS

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: April 24, 2026 11:12 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
SHARE

Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perihal pungutan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka dinilai berpotensi melanggar hukum laut internasional. 

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita berpendapat gagasan tersebut mencederai United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang mengatur kebebasan navigasi di selat global.

Ronny mengatakan Selat Malaka merupakan kategori selat yang digunakan untuk pelayaran internasional (strait used for international navigation) yang tunduk pada rezim lintas transit.

“Artinya, kapal asing memiliki hak lintas yang tidak boleh dihambat, ditunda, atau dikenai persyaratan yang bersifat diskriminatif,”

kata Ronny kepada Owrite.id, Jumat, 24 April 2026.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura memang memiliki yurisdiksi terbatas, terutama ihwal keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan. Namun, kewenangan pungutan tol kapal tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Ronny menegaskan, ruang untuk mengenakan pungutan terhadap kapal yang melintas sangat terbatas dalam kerangka UNCLOS. 

“UNCLOS tidak membuka ruang bagi pengenaan pajak atau tol atas hak lintas transit,”

ujar dia.

Ia menjelaskan skema yang masih memungkinkan hanya sebatas mekanisme pemulihan biaya terbatas, seperti kontribusi sukarela atau berbasis layanan tertentu, misalnya jasa pandu (pilotage), sistem pemantauan lalu lintas kapal (vessel traffic services/VTS), atau alat bantu navigasi (navigational aids), tapi mekanisme tersebut harus disepakati secara multilateral dan tidak bersifat wajib seperti tol.

“Kalau frame-nya pajak lintasan, hampir pasti tidak kompatibel dengan hukum laut internasional,”

tegas Ronny.

Ganggu Diplomasi

Lebih lanjut, ia mengingatkan penerapan kebijakan tersebut berpotensi memicu gesekan diplomatik, lantaran Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang dilintasi sekitar seperempat perdagangan global.

Negara-negara pengguna utama seperti China, Jepang, India, hingga Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terhadap kelancaran jalur tersebut.

“Setiap upaya yang dianggap mengganggu prinsip freedom of navigation berisiko memicu protes keras, bahkan tekanan politik dan keamanan,”

beber Ronny.

Dibanding mengenakan pungutan lintasan, Indonesia lebih tepat mengoptimalkan potensi ekonomi dari ekosistem maritim di sekitar Selat Malaka, seperti penguatan pelabuhan hub, layanan logistik, hingga jasa maritim bernilai tambah.

“Monetisasi seharusnya dilakukan pada ekosistem, bukan jalurnya,”

kata dia.

Tol Selat Malaka lebih mencerminkan sinyal politik untuk meningkatkan posisi tawar, ketimbang kebijakan yang siap diterapkan. Jika dipaksakan tanpa landasan hukum internasional yang kuat, lanjut Ronny, biaya politik dan ekonomi jauh lebih besar daripada potensi penerimaan.

Tag:kapalKemenkeuPajakpurbaya yudhi sadewaSelat HormuzSelat Malaka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Bukan Umur, Ini yang Sering Menentukan Kedewasaan Seseorang
By Salsabillah Irwanda
Bukan Umur, Ini yang Sering Menentukan Kedewasaan Seseorang
1
Lima Kapal Pesiar Terbesar di Dunia, Bak Kota Mewah yang Mengapung di Laut
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Kapal pesiar mewah Icon of The Seas
2
Panas! Amien Rais Minta Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Singgung Kasus Roy Suryo
By Rahmat Tunny
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/wsj)
3
Islah Bahrawi: Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Setiap Pidato Hanya Salahkan Rakyatnya
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo. (Sumber: YT BPMI)
4
Pidato Prabowo Dinilai Penuh Tuduhan, Pengamat: Banyak Pernyataan Nggak Berguna
By Rahmat Tunny
Presiden RI Prabowo Subianto.
5

BERITA LAINNYA

Gempa di Venezuela.
Internasional

Gempa Kembar Venezuela Picu Bencana Besar, 235 Nyawa Melayang hingga 70 Ribu Keluarga Terdampak

Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah.…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
16 jam lalu
Ilustrasi pasukan Israel di Lebanon.
Internasional

Deadlock di Washington! Israel Tolak Mundur dari Lebanon Sebelum Hizbullah Disingkirkan

Negosiasi antara Israel dan Lebanon di Washington menemui jalan buntu. Israel ogah…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gempa Buni di Jepang
Internasional

Jepang Diguncang Gempa 7,2 M, 70 Sekolah Ditutup dan Shinkansen Sempat Berhenti

Gempa bumi berkekuatan 7,2 M mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Venezuela dilanda gempa dahsyat yang menelan banyak korban jiwa.
Internasional

Venezuela Diguncang Dua Gempa Dahsyat, Status Darurat Nasional Ditetapkan

Venezuela dilanda dua gempa bumi dahsyat berukuran magnitudo 7,2 dan 7,5 yang…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up