Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen
Ekonomi Bisnis

(Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: April 27, 2026 3:23 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi saham
Gambar ilustrasi saham (Sumber: blog.bankmega.com)
SHARE

Demi mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 perihal penguatan ekonomi kerakyatan, diperlukan akselerasi program pemerintah untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, maka Presiden Prabowo menerbitkan regulasi baru.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Aturan ini menjadi salah satu basis ambisi Prabowo di tengah “kegemukan” lembaga di bawah rezimnya. Artinya, tubuh pemerintah kini semakin tambun.

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah tersebut, terdapat total 32 pimpinan Kementerian dan Lembaga yang dilibatkan dalam Satgas Percepatan Program Pemerintah.

Berikut rinciannya:

Ketua (2 Kementerian)

1. Ketua I: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2. Ketua II: Menteri Sekretaris Negara

Wakil Ketua (3 Kementerian/Lembaga)

1. Wakil Ketua 1: Menteri Keuangan
2. Wakil Ketua 2: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM
3. Wakil Ketua 3: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas

Anggota (27 Kementerian/Lembaga)

1.Menteri Dalam Negeri
2.Menteri Ketenagakerjaan
3.Menteri Perdagangan
4.Menteri Perindustrian
5.Menteri Pariwisata
6.Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
7.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
8.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
9.Menteri Pertanian
10.Menteri Kelautan dan Perikanan
11.Menteri Pekerjaan Umum
12.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
13.Menteri Perhubungan
14.Menteri Komunikasi dan Digital
15.Menteri Koperasi
16.Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
17.Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
18.Menteri Sosial
19.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI
20.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH
21.Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara
22.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
23.Jaksa Agung Republik Indonesia
24.Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
25.Kepala Badan Gizi Nasional
26.Kepala Badan Pangan Nasional
27.Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara

    Beban Anyar di Tengah Krisis

    Gaya kepemimpinan Prabowo yang memilih melahirkan wadah baru alih-alih memaksimalkan tupoksi institusi yang ada, kini dipertanyakan. Bahkan kritik publik atas gemuknya kabinet rezimnya, seolah dianggap angin lalu.

    Persoalannya sejak awal, kecenderungan Prabowo itu membentuk sesuatu yang baru. Sesuatu yang memang dia sangat punya kontrol di situ, penyusunan personel-personelnya dan lain-lain, tanpa mengindahkan efisiensi,”

    kata peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor, kepada owrite.id.

    Adapun mekanisme pengawasan terhadap Satgas yang bersifat ad hoc namun penuh kekuatan ini, Firman menilai fungsinya tetap berjalan normal melalui komisi-komisi di DPR. 

    Keberadaan Satgas ini turut berdampak terhadap APBN, sebab setiap struktur baru pasti menuntut kucuran dana operasional. Padahal kondisi kas negara sedang “sakit”. 

    Setiap Satker akhirnya juga membutuhkan pendanaan agar bisa mencapai target-target yang ditetapkan. Sementara di sisi lain, negara dalam posisi kondisi ekonomi yang  memprihatinkan,” 

    ujar Firman.

    Ketika ditanya apakah pembentukan Satgas ini merupakan bentuk mikromanajemen atau kurangnya kepercayaan presiden terhadap mesin birokrasinya, Firman menilai ada percampuran antara tujuan politik dan pemecahan masalah. 

    Nuansanya lebih pada politik ketimbang kapabilitas. Tapi saya kira tekanan terhadap pemerintah cukup besar sekarang, semakin intens. Sehingga di balik kepentingan politik, tetap pada akhirnya harus menjawab kondisi bangsa hari ini dalam banyak dimensi ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain,”

    jelas dia. 

    Oleh karena itu, Firman mendorong agar ke depannya pembentukan wadah sejenis tidak terus didominasi oleh kepentingan politik semata. Harus ada unsur taktis, strategis, efektif, dan efisien. 

    Kombinasi keduanya (politik dan kapabilitas) saya kira tidak bisa dipisahkan, hanya proporsi saja. Mungkin membawa proporsi politik lebih sulit. Barangkali sudah semakin berjalan dan sudah semakin kelihatan peta persoalannya, seharusnya porsi meritokrasi lebih besar,”

    kata Firman. 

    Perihal “gemuk” atau tidak, sebetulnya menjadi tema usang. Karena banyak kalangan mengkritik pembentukan kabinet Prabowo. 

    Ketika (gemuk) itu sudah dianggap biasa dan juga didukung secara politik dengan tidak ada kritik dari parlemen maupun di partai-partai, menyebabkan langkah presiden dalam membangun satu Satgas itu menjadi suatu kebiasaan,”

    kata Firman.

    Apalagi hasil survei kekinian perihal kepuasan terhadap presiden. Sehingga muncul refleksi bahwa membangun sesuatu yang dianggap penting oleh pemerintah, dianggap akan berjalan dan pasti berjalan tanpa halangan berarti. Artinya, pemerintah merasa yakin kebijakan apa pun yang rezim nilai vital bakal berjalan mulus. 

    Pembentukan Satgas lintas kementerian yang diketuai Menko Perekonomian menunjukkan ada problem ekonomi skala besar yang membutuhkan penanganan khusus. Namun, muncul pertanyaan mengapa pemerintah “hobi” membuat wadah baru ketimbang mengoptimalkan fungsi lembaga eksisting?

    Mengapa tidak mengambil unsur yang ada di dalam satu institusi yang sudah ada? Tinggal dimaksimalkan (tupoksi mereka),”

    ucap Firman. 

    Eksistensi Satgas ini seolah pemerintah ingin memberikan pesan bahwa mereka bekerja keras dan fokus menyelesaikan masalah. Maka, publik diharapkan mengurangi perdebatan yang tak penting. 

    Ini bisa menjadi satu bagian dari argumentasi bahwa kritik terkait ketidakseriusan pemerintah dijawab dengan keberadaan hal-hal seperti ini,” 

    ujar Firman.
    Tag:HeadlinePrabowo SubiantoPresidensatgas percepatan ekonomiSpill
    Share This Article
    Email Salin Tautan Print
    owrite-adi-briantika
    ByAdi Briantika
    Asred
    Follow:
    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
    Amin Suciady
    ByAmin Suciady
    Redaktur Pelaksana
    Follow:
    Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
    Tidak ada komentar

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    BERITA TERKINI

    Indeks berita
    Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (Sumber: Youtube/Setpres)
    Nasional

    Baru Dilantik, Jumhur Hidayat Didesak Evaluasi Total Izin dan Perkuat Penegakan Hukum

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) meminta adanya perubahan kebijakan saat Mohammad Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH).  Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Even Sembiring mengatakan, selama…

    By
    Syifa Fauziah
    Amin Suciady
    4 Min Read
    Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad
    Politik

    Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Pengamat: Atasi Korupsi dan Kaderisasi Mandek

    Merujuk kajian Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga itu mengusulkan masa jabatan ketua umum partai politik dibatasi maksimal dua periode kepengurusan. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai usulan…

    By
    Hadi Febriansyah
    Adi Briantika
    3 Min Read
    Presiden Prabowo Subianto melantik enam anggota kabinet baru di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Youtube/Setpres)
    Ekonomi Bisnis

    Kabinet Prabowo Makin Gemuk, Ekonom Sebut Reshuffle Justru Tambah Beban APBN

    Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menyoroti, penambahan struktur jabatan pemerintah di tengah efisiensi anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan, akan kembali menanggung…

    By
    Anisa Aulia
    Dusep
    4 Min Read

    BERITA LAINNYA

    Ekonomi Bisnis

    Purbaya Keluarkan Aturan Baru, Negara Kini Bisa Pakai Aset Sitaan Tanpa Izin

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan aturan baru, terkait pengurusan piutang negara.…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep
    3 jam lalu
    Noer Fajrieansyah, Direktur Transformasi & Pengembangan Usaha PT Bank Mandiri Taspen (Mantap). (Sumber: Dok. Bank Mantap)
    Ekonomi Bisnis

    Suami Menkomdigi Meutya Hafid, Noer Fajrieansyah Ditunjuk Jadi Direktur Bank Mantap

    Suami dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, yakni Noer Fajrieansyah…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep
    6 jam lalu
    Pengeboran sumur BNG-079 di Struktur Benuang, Lapangan Adera, Sumatera Selatan. (Sumber: Dok. Pertamina Drilling)
    Ekonomi Bisnis

    Pertamina Drilling Andalkan Walking Rig, Sumur BNG-079 Rampung Cepat 38 Hari

    Kinerja sektor hulu minyak dan gas kembali menunjukkan tren positif. Pengeboran sumur…

    dusep-malik
    By
    Dusep
    7 jam lalu
    Pekerja menata tabung elpiji atau LPG di salah satu pangkalan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
    Ekonomi Bisnis

    Harga LPG Melonjak, Untung Pelaku Usaha Kuliner Turun dan Terancam “Tumbang Massal”

    Pertamina resmi memperbarui harga LPG nonsubsidi per 18 April 2026. Kenaikan ini…

    Ani Ratnasaridusep-malik
    By
    Ani Ratnasari
    Dusep
    7 jam lalu
    OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

    Your Reading Dose, Right Here:
    Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

    Info lainnya

    • Redaksi
    • Beriklan
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media
    • Kebijakan Privasi
    FacebookLike
    InstagramFollow
    YoutubeSubscribe
    TiktokFollow
    © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
    OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
    Everything's gonna be owrite!

    Sign in to your account

    Username or Email Address
    Password

    Lost your password?

    Not a member? Sign Up