Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 21 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!
Politik

Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 29, 2026 4:39 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini mengusulkan agar ketua partai politik (parpol) dibatasi maksimal dua periode. Usulan ini merujuk pada kajian Direktorat Monitoring KPK.

Daftar isi Konten
  • Partai Hanya Aktif Saat Pemilu
  • Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan
  • Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Namun, sejumlah parpol menyatakan tidak setuju dengan usulan tersebut. Sikap penolakan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa partai politik masih berorientasi pada kekuasaan.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai penolakan tersebut menunjukkan bahwa banyak partai masih mementingkan kekuasaan.

Jika partai politik dianggap hanya bersifat pragmatis demi mementingkan kekuasaan, maka mereka gagal menghadirkan kekuasaan dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat,”

kata Efriza kepada owrite.id.

Menurut Efriza, partai politik seharusnya memiliki identitas yang jelas dan terhubung dengan masyarakat.

Namun, kondisi di Indonesia menunjukkan identitas kepartaian masih lemah dan dukungan riilnya kerap tidak besar.

Hal ini berkaitan dengan ketidakjelasan program dan ideologi partai. Seharusnya, ideologi diterjemahkan menjadi visi, misi, dan program kerja yang konkret, tetapi banyak partai belum mampu menunjukkan hal tersebut.

Partai Hanya Aktif Saat Pemilu

Efriza juga menyoroti praktik kampanye politik yang cenderung pragmatis. Idealnya, partai hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu.

Namun, kenyataannya partai sering kali hanya aktif setiap lima tahun sekali, lalu menghilang setelah pemilu selesai.

Dampaknya, partai politik menjadi sangat pragmatis. Jika dianalogikan dalam istilah kesehatan, partai politik kita mengalami “patologi” atau penyakit, bahkan cenderung “skizofrenik” karena kehilangan identitas. Masyarakat menjadi sulit memahami posisi dan sikap suatu partai,”

ujar Efriza.

Efriza membandingkan kondisi ini dengan sistem politik di Amerika Serikat, di mana identitas partai lebih jelas.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, misalnya, Partai Demokrat dikenal dengan sikap tertentu, sementara Partai Republik memiliki posisi yang juga jelas. Di Indonesia, batas-batas seperti ini sering kali tidak terlihat. Bahkan kelompok “wong cilik” bisa saja terlibat dalam kebijakan yang tidak mencerminkan kepentingan mereka,”

tambahnya.

Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan

Efriza juga mencontohkan inkonsistensi partai seperti PDI Perjuangan yang dinilai tidak konsisten dalam sikap politiknya.

Kondisi ini tidak lepas dari peran kepemimpinan partai. Ketua umum yang terlalu lama menjabat dinilai tidak lagi mampu menerjemahkan ideologi partai secara relevan.

Akibatnya, partai lebih fokus pada perebutan kekuasaan dibandingkan perumusan kebijakan publik.

Seharusnya, partai politik menjadi aktor utama dalam membahas dan menentukan arah kebijakan pemerintah. Namun, di Indonesia justru suara kritis sering datang dari pengamat. Ironisnya, ketika pengamat bersuara, mereka justru kerap dibungkam,”

kata Efriza.

Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Dalam kondisi tersebut, peran organisasi masyarakat sipil dan kelompok kepentingan menjadi semakin besar karena partai politik dianggap melemah.

Efriza juga menyoroti munculnya fenomena “kutu loncat”, yakni politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologi yang jelas.

Dampak lainnya adalah stagnasi kepemimpinan ketua umum yang itu-itu saja serta munculnya fenomena “kutu loncat”, yaitu politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologis yang jelas. Inilah gambaran buruk kondisi partai politik kita saat ini,”

pungkasnya.
Tag:Citra InstituteEfrizaKPKparpolpemilu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Listrik Padam di Banyak Daerah, Bahlil Beri Ultimatum Keras ke Bos PLN
By Natania Longdong
Ilustrasi aktivitas masyarakat terganggung karena adanya pemadaman listrik.
1
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi! Dunia Waswas Usai AS Gagal Kendalikan Israel
By Natania Longdong
Data pergerakan kapal di selat hormuz.
2
Dirut PLN Minta Maaf Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Ternyata Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
3
DJP Blak-blakan Ungkap Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG
By Anisa Aulia
Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
4
Prabowo Siapkan Surat Demi Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Ini Targetnya
By Anisa Aulia
Pertemuan Presiden Prabowo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Timnas Indonesia John Herdman di Hambalang, Jawa Barat (sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden)
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) berbincang dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal (kanan) saat rapat koordinasi tentang fiskal dan moneter di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Politik

Khawatir Matahari Kembar di Rumah Rakyat: Pakar Ingatkan Dasco Jangan Langkahi Puan

Peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad belakangan dinilai semakin menonjol…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 hari lalu
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo
Politik

Ganjar Pranowo: PDIP Bukan Oposisi, Bukan Abu-Abu, Siap Jadi Penyeimbang Kekuasaan

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menegaskan posisi politik partainya bukan oposisi…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
2 hari lalu
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo (kiri) saat buka Museum Istana Gebang di Blitar, Jawa Timur.
Politik

PDIP Ngaku Penyeimbang, Golkar Balas Menohok: Biar Rakyat yang Menilai

Manuver PDI Perjuangan (PDIP) yang menyatakan sebagai bukan oposisi tapi penyeimbang di…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah (Sumber: Instagram Said Abdullah)
Politik

PDIP Tegaskan Bukan Oposisi, Siap Dukung Prabowo hingga 2029 Jika Pro Rakyat

PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan posisinya bukan sebagai oposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up