Bank Indonesia (BI) buka suara, terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.406 per dolar AS atau melemah 0,07 persen. BI memastikan, akan terus melakukan intervensi di pasar akibat pelemahan ini.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pihaknya akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar sesuai dengan nilai fundamentalnya.
Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,”
ujar Erwin dalam keterangannya Selasa, 5 Mei 2026.
Rupiah Sejalan dengan Emerging Market Lainnya
Erwin mengatakan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile Peso -4,24 persen, Indonesia Rupiah -3,65 persen, dan Korea Won -2,29 persen,”
tuturnya.
Erwin menegaskan, BI akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,”
jelasnya.
BI terang Erwin, berkomitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.


