Pemerintah Iran telah menerima tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal 14 poin demi mengakhiri perang. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan kini proposal tersebut berada dalam tahap peninjauan.
“Kami telah menerima tanggapan dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya dan kami pasti akan mengumumkan pandangan kami melalui mediasi Pakistan, segera setelah kami mencapai kesimpulan,”
kata Baqaei, dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain peninjauan, Baqaei juga menganggap AS memberikan tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Ia pun menyinggung bahwa laporan media tentang negosiasi mengenai program nuklir Iran sebagian besar hanya spekulasi.
“Masalah yang diangkat tentang pengayaan atau bahan nuklir murni bersifat spekulatif, dan pada tahap ini kami tidak membicarakan apa pun selain pengakhiran perang sepenuhnya. Arah yang akan kami ambil di masa depan, akan ditentukan pada masa mendatang,”
ujar dia.
Polemik
Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS pun telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. Sementara, gencatan senjata selama dua pekan yang diumumkan pada 8 April, tetap tidak bersepakat mengenai pelanggengan gencatan senjata.
Setelah permintaan dari Pakistan, negara yang menjadi mediator kunci pertikaian ini, Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru.

