Ekonomi Indonesia tumbuh di 5,61 persen (year-on-year) pada triwulan I-2026. Pertumbuhan ini tidak hanya menunjukkan kinerja nasional yang solid, tetapi juga distribusi pertumbuhan yang semakin merata di berbagai wilayah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa, wilayah Bali-Nusa Tenggara tumbuh 7,93 persen, disusul Sulawesi sebesar 6,95 persen dan Jawa 5,79 persen. Sementara itu, Sumatra tumbuh 5,13 persen, Maluku dan Papua 4,46 persen, serta Kalimantan 4,08 persen.
Meski bukan yang tertinggi, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi 57,24 persen. Posisi berikutnya ditempati Sumatra sebesar 22,08 persen.
Ketua BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.
Triwulan 1 2026 tumbuh positif di seluruh wilayah dan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,24% diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,08 persen,”
katanya dalam pers rilis di kantor BPS RI.
1. Pulau Bali-Nusra (7,93 persen)
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,93 persen. Sumber pertumbuhan utamanya berasal dari sektor pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian.
Provinsi dengan andil pertumbuhan terbesar di wilayah ini adalah Nusa Tenggara Barat sebesar 4,07 persen. Pemulihan pariwisata di Bali serta peningkatan aktivitas pertambangan dan pengolahan di NTB menjadi pendorong utama.
2. Pulau Sulawesi (6,95 persen)
Pulau Sulawesi berada di urutan kedua dengan pertumbuhan sebesar 6,95 persen. Sektor penopang utamanya meliputi, industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Hilirisasi industri menjadi kunci kekuatan Sulawesi dalam menjaga momentum pertumbuhan yang impresif.
3. Pulau Jawa (5,79 persen)
Meski bukan yang tertinggi, Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan pertumbuhan 5,79 persen. Penopang utamanya adalah industri pengolahan, perdagangan, dan informasi dan komunikasi (Infokom).
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan terbesar di Jawa, yakni sebesar 1,58 persen. Dominasi sektor industri dan jasa membuat Jawa tetap stabil sebagai kontributor utama perekonomian nasional.
4. Pulau Sumatra (5,13 persen)
Pulau Sumatra mencatat pertumbuhan sebesar 5,13 persen, dengan sektor utama perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian.
Sumatera Utara menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar di wilayah ini dengan andil 1,16 persen. Struktur ekonomi berbasis komoditas dan distribusi barang masih menjadi kekuatan utama kawasan barat Indonesia.
5. Maluku dan Papua (4,46 persen)
Wilayah Maluku dan Papua tumbuh sebesar 4,46 persen, ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Maluku Utara menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan terbesar, yakni 3,78 persen. Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia.
6. Kalimantan (4,08 persen)
Pulau Kalimantan tumbuh 4,08 persen, didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Pembangunan infrastruktur dan proyek strategis menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan di wilayah ini.
Dari segi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Kondisi ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang menguat.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan konsumsi pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, BPS juga memperkenalkan indikator baru, yaitu Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM), untuk menggambarkan kinerja sektor industri pengolahan.
IKBM pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 51,37 persen yang menunjukkan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi. Hampir seluruh komponen indeks berada dalam kondisi ekspansi, kecuali waktu pengiriman pemasok yang mengalami kontraksi.



