Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Fakta Ilmiah Dibalik Anjuran Membersihkan Najis Berat dengan Tanah
Daerah

Fakta Ilmiah Dibalik Anjuran Membersihkan Najis Berat dengan Tanah

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 8, 2026 9:52 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Anjuran membersihkan najis berat
Anjuran membersihkan najis berat Sumber Foto: Pexels)
SHARE

Pernahkah kamu bertanya mengapa ajaran Islam menganjurkan membersihkan najis berat, seperti jilatan anjing, menggunakan tanah terlebih dahulu, bukan langsung dengan sabun? Apakah ini hanya ritual keagamaan, atau ternyata ada penjelasan ilmiahnya?

Daftar isi Konten
  • Alasan Ilmiah Tanah Liat
  • Mengapa Harus Dicuci Tujuh Kali?
  • Penelitian Tanah sebagai Antibakteri

Ternyata, praktik yang diajarkan lebih dari 1.400 tahun lalu ini dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan modern, khususnya dari sisi kimia dan mikrobiologi. Hal tersebut dijelaskan oleh Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys.

Melalui akun TikTok @prof.zuly, Prof. Zulys menjelaskan bahwa tanah, terutama tanah liat mengandung ion logam aktif yang mampu membantu proses pembersihan bakteri dan mikroorganisme.

Alasan Ilmiah Tanah Liat

Menurut Prof. Zulys, tanah liat memiliki kandungan mineral seperti tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), kalsium (Ca), dan natrium (Na). Kandungan tersebut memiliki kapasitas penukaran kation yang tinggi serta permukaan yang luas, sehingga mampu menarik, mengikat, bahkan merusak struktur sel bakteri dan mikroba lainnya.

Berdasarkan jurnal ilmiah yang dikutipnya, tanah liat juga dinilai efektif mengurangi jumlah bakteri hingga nol CFU per milimeter. Artinya, tanah dapat membantu menekan bahkan mematikan kontaminan biologis tertentu. Terdapat dua cara kerja tanah liat dalam membersihkan najis berat.

1. Membantu Melawan Bakteri

Mineral aktif dalam tanah bekerja dengan cara mengganggu struktur mikroorganisme. Karena memiliki daya ikat tinggi, tanah dapat menarik partikel bakteri lalu membantu merusaknya.

Inilah yang membuat tanah bukan sekadar media kotor, tetapi juga memiliki sifat alami yang dapat membantu proses pembersihan.

2. Bekerja seperti Spons

Selain mengandung mineral, tanah juga memiliki pori-pori kecil yang mampu menyerap kotoran dan menangkap bakteri. Cara kerjanya mirip seperti spons yang menyerap air dan debu.

Karena itu, tanah dianggap efektif membantu mengangkat sisa najis dan mikroorganisme yang menempel pada permukaan tertentu.

Mengapa Harus Dicuci Tujuh Kali?

Dalam ajaran Islam, bekas jilatan anjing dianjurkan dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya menggunakan tanah.

Menurut Prof. Zulys, penggunaan tanah pada tahap awal bertujuan membantu menghancurkan dan mengikat bakteri. Setelah itu, proses pencucian dengan air dilakukan untuk membersihkan sisa kotoran dan partikel tanah yang masih menempel hingga benar-benar bersih.

Penelitian Tanah sebagai Antibakteri

Sejumlah penelitian juga memanfaatkan tanah liat sebagai bahan antibakteri. Bahkan, beberapa penelitian Tanah sebagai Antibakteri

Sejumlah penelitian juga memanfaatkan tanah liat sebagai bahan antibakteri. Bahkan, beberapa peneliti tengah mengembangkan senyawa dari tanah yang berpotensi dijadikan antibiotik untuk membantu penyembuhan luka.

Tak hanya itu, bahan berbasis tanah liat kini mulai digunakan dalam produk kecantikan dan pembersih karena dinilai mampu membantu mengurangi bakteri pada kulit.

Penjelasan ilmiah ini menunjukkan bahwa penggunaan tanah untuk membersihkan najis berat bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat yang dapat dijelaskan

Tag:antibakteriislamjilatan anjingnajis berat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah Tomat
4
Empat Jurnal UMB Naik dan Pertahankan Akreditasi SINTA, Bukti Penguatan Riset Kampus
By Hadi Febriansyah
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
5

BERITA LAINNYA

Tim SAR evakuasi warga Padang, Sumbang saat banjir.
Daerah

Banjir Terjang Padang, Hujan Lebat Berjam-jam Rendam Rumah dan Seret Kendaraan di Jalan

Kota Padang, Sumatra Barat diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Senin, 3…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
4 hari lalu
Greenpeace Indonesia gelar aksi saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Daerah

Greenpeace Bentangkan Spanduk Saat GIIAS Dibuka, Isu Raja Ampat Gegerkan Panggung Otomotif

Greenpeace Indonesia menggelar aksi saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 minggu lalu
Suasana rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Daerah

Gaji ‘Fosil’ vs Beban ‘Monster’: APKASI Desak Pemerintah Godok Ulang Hak Keuangan Kepala Daerah

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mendesak pemerintah merevisi aturan hak keuangan kepala…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
1 minggu lalu
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).
Daerah

Kasus MAN 3 Padang Jadi Alarm, Psikolog Sebut Bullying Bisa Berujung Tindakan Ekstrem

Kasus seorang siswa MAN 3 Padang yang bawa bom rakitan ke sekolah…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up