Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 20 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • prabowo
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya
Ekonomi Bisnis

Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 20, 2026 8:56 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
SHARE

Sejumlah ekonom memproyeksikan, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis point (bps), pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini Rabu, 20 Mei 2026. Keputusan ini harus diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Daftar isi Konten
  • Gunakan Cadev Jaga Rupiah
  • Tak Mungkin Turun
  • Bukan Obat Mujarab
  • Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, BI perlu mempertimbagkan menaikkan suku bunga acuan karena nilai tukar rupiah sudah menyentuh level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut saya, peluang paling besar untuk RDG BI sudah bergeser dari sekadar mempertahankan suku bunga menjadi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 5,00 persen,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite.id Rabu, 20 Mei 2026.
Baca juga:
Rupiah Tembus Rp17.700, Banggar DPR Minta Naikkan BI Rate hingga… Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah meminta agar Bank Indonesia (BI),…
Pasar Merah! Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah jelang…
Rupiah Tertekan Rp17.700 per Dolar AS, Purbaya Tak Akan Ubah… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, tidak akan mengubah asumsi nilai tukar…
  • Rupiah Tembus Rp17.700, Banggar DPR Minta Naikkan BI Rate hingga 75 Bps…
  • Pasar Merah! Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF Prabowo di…
  • Rupiah Tertekan Rp17.700 per Dolar AS, Purbaya Tak Akan Ubah Asumsi APBN

Gunakan Cadev Jaga Rupiah

Josua menuturkan, untuk menahan pelemahan rupiah BI sudah menggunakan lebih dari US$10 miliar cadangan devisa dalam empat bulan terakhir. Sehingga, kenaikan BI Rate merupakan pilihan tepat untuk meredakan pelemahan rupiah.

Josua menekankan, argumen utama untuk menaikkan suku bunga bukan karena inflasi saat ini tinggi, melainkan karena risiko nilai tukar sudah terlalu besar. 

Inflasi April 2026 memang turun ke 2,42 persen dan masih berada dalam sasaran BI, tetapi tekanan rupiah berisiko masuk ke harga barang impor, energi, bahan baku, biaya produksi, dan ekspektasi pasar,”

tuturnya.

Ia menilai, bila BI hanya mengandalkan intervensi valas, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward, dan operasi moneter tanpa menaikkan suku bunga. Maka pasar bisa menilai bahwa respons kebijakan belum cukup kuat. 

Memang jelas Josua, cadangan devisa RI masih tinggi sebesar US$146,2 miliar pada April 2026. Namun, turun dari US$148,2 miliar pada Maret, antara lain karena pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah.

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)

Tak Mungkin Turun

Josua menilai, penurunan suku bunga hampir tidak mungkin dilakukan karena rupiah sedang berada dalam tekanan sangat berat. Sebab, harga minyak masih tinggi, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun berada di sekitar 4,60 persen, dan pasar obligasi maupun saham domestik sedang tertekan. 

Sedangkan pilihan mempertahankan suku bunga tetap mungkin, terutama jika BI ingin menghindari tekanan tambahan terhadap kredit, konsumsi, UMKM, dan biaya pembiayaan pemerintah. 

Pada RDG April 2026, BI mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen dengan alasan menjaga stabilitas rupiah sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menyatakan siap memperkuat kebijakan moneter jika diperlukan,”

tuturnya.

Namun, kondisi pasar setelah itu memburuk yang mana rupiah sempat jatuh ke sekitar Rp17.733 per dolar AS, imbal hasil SBN 10 tahun naik ke 6,82 hingga 6,86 persen, dan harga minyak Brent di sekitar US$110 per barel. 

Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan suku bunga tanpa sinyal yang sangat kuat berisiko dianggap kurang meyakinkan oleh pasar,”

terangnya.
Baca juga:
Rupiah Melemah Berpotensi Ada Kenaikan BBM Bersubsidi? Ini Jawaban Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pelemahan…
Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN… Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky menilai pemerintah saat ini semakin ketergantungan pada utang…
Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…
  • Rupiah Melemah Berpotensi Ada Kenaikan BBM Bersubsidi? Ini Jawaban Bahlil
  • Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN Masih Defisit
  • Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini…

Bukan Obat Mujarab

Josua mengatakan, kenaikan suku bunga memang bukan obat tunggal. Jika sumber tekanan berasal dari harga minyak, konflik Timur Tengah, dolar AS yang kuat, arus keluar modal, dan kekhawatiran fiskal, kenaikan 25 basis poin tidak otomatis membuat rupiah langsung menguat tajam. 

Namun menurut Josua, kenaikan tersebut penting sebagai sinyal bahwa BI tidak membiarkan pelemahan rupiah mengganggu ekspektasi inflasi dan stabilitas pasar keuangan.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, pandangan saya adalah peluang kenaikan 25 basis poin ke 5,00 persen kini sekitar 55-60 persen, peluang mempertahankan di 4,75 persen sekitar 40-45 persen, dan peluang penurunan suku bunga hampir nol,”

imbuhnya.
Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky juga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5 persen. 

Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur mendatang. Meskipun kenaikan suku bunga kebijakan mungkin akan memperlambat pertumbuhan kredit, prioritas utama Bank Indonesia saat ini seharusnya adalah stabilisasi rupiah,”

tuturnya.

Riefky menilai, kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps dianggap wajar dalam kondisi saat ini. Sebab, pada pertengahan Mei, rupiah mencapai titik terendah historisnya di sekitar Rp17.600 per dolar AS, dan terus mengalami tren depresiasi. 

Mengingat tekanan besar terhadap rupiah, kami berpendapat bahwa Bank Indonesia, dalam kerangka alat kebijakannya, harus memanfaatkan suku bunga kebijakan untuk meredam pelemahan mata uang,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiaDolar ASJosua PardedeNilai TukarRDG BIRupiahSuku BungaSuku bunga acuan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Patok Pertumbuhan Ekonomi 2027 Tembus 6,5 Persen dan Rupiah Rp16.800
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
1
Arsenal Akhirnya Juara Liga Inggris, Penantian 22 Tahun Resmi Berakhir
By Hadi Febriansyah
Skuad Arsenal merayakan gelar juara Liga Inggris 2025/2026
2
Prabowo Ambil Alih Pidato KEM-PPKF di Paripurna DPR Pagi Ini, Ada Pesan Penting?
By Anisa Aulia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam seremoni penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari hasil tindak pidana korupsi di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
3
MBG Sudah Habiskan Rp75 Triliun di April 2026, Purbaya Klaim Lagi Perbaiki Manajemen
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)
4
CNG Masuk Dapur? IESR Ingatkan Risiko Ledakan Lebih Besar dari LPG
By Ani Ratnasari
Pekerja menurunkan tabung elpiji di salah satu pangkalan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi penambangan batu bara. (Sumber: Unsplash/Tatenda Mapigoti)
Ekonomi Bisnis

IMA Warning Rencana Badan Ekspor Prabowo, Iklim Investasi RI Bisa Terancam?

Isu mengenai pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membentuk Badan Khusus…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
49 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Ekonomi Bisnis

Kenapa Sih Prabowo Minta Purbaya Copot Dirjen Bea Cukai?

Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
1 jam lalu
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit hingga Batu Bara Lewat BUMN, Biar Apa?

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan, ekspor sejumlah komoditas Sumber Daya Alam (SDA) dilakukan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
1 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Bidik Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen, Pakai Jurus Apa?

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 mencapai 5,8 persen hingga…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up