Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 22 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / BI Ungkap Transaksi Berjalan Defisit Rp70,8 Triliun di Kuartal I-2026, Gegara Ini
Ekonomi Bisnis

BI Ungkap Transaksi Berjalan Defisit Rp70,8 Triliun di Kuartal I-2026, Gegara Ini

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 22, 2026 4:29 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
SHARE

Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2026 sebesar US$4 miliar atau setara Rp70,8 triliun (asumsi Rp17.717 per dolar AS) atau 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini melebar dari kuartal sebelumnya yang sebesar US$2,5 miliar atau 0,7 persen.

Daftar isi Konten
  • Defisit Transaksi Migas Turun
  • Neraca Perdagangan Suplus

Defisit transaksi berjalan ini utamanya dipengaruhi oleh penurunan surplus neraca perdagangan barang di tengah penyempitan defisit neraca jasa.

Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara,”

kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya  Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga:
BI Senggol Dominasi Dolar: Parkir DHE SDA Kini Bisa Pakai… Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam…
QRIS Bakal Bisa Dipakai di Hong Kong dan India, Ini… Bank Indonesia (BI) akan memperluas jangkauan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS)…
Suku Bunga Acuan Naik 50 Bps, Gubernur BI Pede Ekonomi… Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia  sepanjang 2026 tumbuh…
  • BI Senggol Dominasi Dolar: Parkir DHE SDA Kini Bisa Pakai Yuan China…
  • QRIS Bakal Bisa Dipakai di Hong Kong dan India, Ini Target Transaksi…
  • Suku Bunga Acuan Naik 50 Bps, Gubernur BI Pede Ekonomi 2026 Tumbuh…

Defisit Transaksi Migas Turun

Denny mengatakan, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon atau bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.

Defisit neraca perdagangan migas tercatat sebesar US$5,3 miliar pada kuartal I-2026, dari US$5,7 miliar pada kuartal IV-2025. Defisit ini dipengaruhi oleh konsumsi minyak domestik yang tertahan akibat konflik di Timur Tengah.

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/nz)

Neraca Perdagangan Suplus

Selain itu, pada kuartal I-2026 neraca perdagangan barang mengalami surplus sebesar US$8 miliar. Surplus ini lebih rendah dibandingkan US$10,2 miliar pada kuartal IV-2025. 

Sedangkan untuk neraca perdagangan nonmigas masih surplus US$13,3 miliar, atau lebih rendah dibandingkan surplus pada kuartal sebelumnya US$16 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan kinerja ekspor nonmigas yang lebih dalam dibandingkan kinerja impor nonmigas.

Baca juga:
Tok! BI Rate Naik 50 Bps Jadi 5,25 Persen Demi… Bank Indonesia (BI) memutuskan, menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar…
Rupiah Tembus Rp17.700, Banggar DPR Minta Naikkan BI Rate hingga… Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah meminta agar Bank Indonesia (BI),…
Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi… Sejumlah ekonom memproyeksikan, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan atau…
  • Tok! BI Rate Naik 50 Bps Jadi 5,25 Persen Demi Selamatkan Rupiah 
  • Rupiah Tembus Rp17.700, Banggar DPR Minta Naikkan BI Rate hingga 75 Bps…
  • Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini…
Tag:Bank Indonesiaimpor migasNeraca JasaNeraca Perdaganganneraca transaksi berjalannonmigas
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pemerintah Belum Mau Simpulkan Penyebab Tragedi Kereta Bekasi Timur, Menhub: Tunggu KNKT
By Hadi Febriansyah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj)
1
Kebijakan Ekspor Sawit ala Prabowo Bikin Harga Sawit Petani Anjlok, Apa yang Salah?
By Iren Natania
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton.
2
Viral Bubur Tambun Bekasi, Gaya Motorannya Disebut Mirip Patwal
By Ossid Duha Jussas Salma
bubur rambun bekasi
3
Mantan Dirjen SDA jadi Tersangka, Duit Miliaran dan Mobil Mewah Diduga Mengalir dari Proyek Kementerian PU
By Rahmat
Eks Dirjen SDA Kementerian PU, Dwi Purwanto
4
PLN EPI Teken Kontrak LNG Jumbo Rp360 Triliun hingga 2047, Buat Apa?
By Iren Natania
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet). (Sumber: Unsplash/Jasinthan Yoganathan)
5

BERITA LAINNYA

Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh
Ekonomi Bisnis

POPSI: Kebijakan BUMN Ekspor Nggak Jelas, Bisa Hancurkan Pabrik dan Petani

Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai bahwa kebijakan baru pemerintah terkait…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
51 menit lalu
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat Tipis, Tapi Rupiah Ditutup Anjlok ke Level Rp17.716 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup anjlok 0,28 persen ke level Rp17.716 per dolar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Ekonomi Bisnis

Dari Transisi hingga Kendali Penuh, Ini 3 Fase Ekspor SDA ala Prabowo

Pemerintah akan menerapkan tata kelola ekspor komoditas strategis melalui badan usaha milik…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
2 jam lalu
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton.
Ekonomi Bisnis

Kebijakan Ekspor Sawit ala Prabowo Bikin Harga Sawit Petani Anjlok, Apa yang Salah?

Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengatakan bahwa harga Tandan Buah Segar…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up