Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono mengapresiasi peran negara-negara sahabat dalam membantu proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Menurut keponakan Presiden Prabowo Subianto, dukungan dari negara seperti Turki, Mesir, dan Yordania menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan para relawan yang akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air.
Kami tentu bersyukur karena kesembilan saudara kita telah tiba kembali ke tanah air dengan selamat,”
kata Budisatrio, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menilai keberhasilan pemulangan tersebut tidak lepas dari koordinasi diplomatik lintas negara yang berjalan efektif, terutama langkah cepat yang diambil pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri.
Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi setiap warga negara, terlebih yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.
Di sisi lain, ia mengecam keras perlakuan yang diterima para relawan selama berada dalam penahanan militer Israel, yang dinilai bertentangan dengan prinsip hukum humaniter internasional.
Kami juga mengecam kekerasan maupun segala perlakuan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional yang diterima oleh 9 WNI kita selama dalam masa penahanan,”
tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen DPR untuk terus mendukung perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina melalui jalur diplomasi internasional.
Komisi I DPR RI akan terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui ‘two-state solution’ sebagai jalan menuju perdamaian yang abadi, serta memastikan hak-hak dasar universal warga Palestina dapat terpenuhi. Kemerdekaan Palestina merupakan komitmen yang akan selalu kita perjuangkan,”
jelasnya.
DPR menilai, penyelesaian konflik melalui pendekatan two-state solution menjadi salah satu jalan strategis untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

