Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menganalisa manuver PDI Perjuangan (PDIP) yang belum secara tegas memilih jadi oposisi atau bergabung dengan pemerintahan. Arifki menilai manuver itu sebagai strategi politik yang pragmatis.
Penilaian itu muncul di tengah perdebatan mengenai posisi politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Dia mengatakan strategi PDIP sah dalam politik. Namun, tak bisa dijalankan terlalu lama tanpa kejelasan arah.
Saya melihatnya sebagai strategi politik yang pragmatis. Dalam politik, tidak semua partai harus memilih posisi hitam atau putih,”
kata Arifki saat dihubungi Owrite, Jumat, 10 Juli 2026.
Arifki mengatakan PDIP saat ini berusaha jaga ruang manuver politik sambil mencermati perkembangan konstelasi kekuasaan menuju kontestasi politik di 2029 nanti.







