Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mengatakan keputusan PDI Perjuangan (PDIP) tetap berada di luar pemerintahan merupakan strategi politik. Strategi itu dipakai untuk membaca peluang jelang Pemilu 2029.
Penilaian itu disampaikan setelah beredarnya surat internal PDIP Nomor 1275/IN/DPP/VII/2026 tertanggal 1 Juli 2026 yang menjelaskan posisi partai berlambang banteng tersebut itu berada di luar pemerintahan. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam surat internal itu menyampaikan sikap PDIP sebagai penyeimbang, bukan oposisi.
Tentu kan PDI Perjuangan ini kan sudah punya pengalaman terkait dengan bagaimana lakukan oposisi seperti tadi yang dibilang itu,”
kata Fernando Emas kepada Owrite, Jumat, 10 Juli 2026.
Fernando menilai pengalaman politik tersebut menjadi modal bagi PDIP dalam menentukan langkah menghadapi dinamika politik nasional beberapa tahun ke depan.







