Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi sinyal, bahwa pemerintah tidak ingin program pemenuhan gizi nasional hanya berhenti sebagai proyek di atas kertas, melainkan berjalan hingga ke meja makan masyarakat.
Tiba sekitar pukul 09.30 WIB, Prabowo disambut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama jajaran pengelola SPPG Palmerah.
Alih-alih hanya menerima laporan di ruang rapat, Presiden memilih melihat sendiri bagaimana rantai penyediaan makanan bergizi dijalankan dari hulu hingga hilir.
Peninjauan diawali di area green house, fasilitas yang menjadi salah satu penopang penyediaan bahan pangan untuk program gizi nasional.
Di lokasi tersebut, Prabowo mendapat penjelasan mengenai sistem budidaya dan pengelolaan pangan yang dirancang untuk menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Dari sana, Kepala Negara melanjutkan inspeksi ke fasilitas hidroponik dan bioflok. Kedua sarana tersebut menjadi bagian dari model produksi pangan terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung pasokan bahan makanan sehat dan berkualitas.
Kunjungan kemudian berlanjut ke jantung operasional program, yakni dapur utama SPPG. Sebelum memasuki area produksi, Prabowo mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keamanan pangan.
Di dalam dapur, Presiden memantau langsung seluruh proses produksi makanan, mulai dari penyiapan bahan baku, proses memasak, hingga tahap pengemasan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemenuhan gizi tidak sekadar menjadi slogan politik, tetapi memiliki sistem yang dapat diawasi secara langsung dan berjalan sesuai standar.
Peninjauan juga menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan tata kelola program makan bergizi melalui integrasi rantai pasok, mulai dari produksi bahan pangan hingga penyajian makanan siap konsumsi.
Pemerintah berharap, model seperti yang diterapkan di SPPG Palmerah dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan program serupa di berbagai daerah.
Dengan dukungan fasilitas produksi yang terintegrasi dan pengawasan langsung dari pemerintah, program pemenuhan gizi nasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.


