Perusahaan asal Rusia berkomitmen untuk membangun perusahaan kapal di Indonesia. Rencana strategis itu dibahas dalam pertemuan Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai P. Patrushev dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Senin, 1 Juni 2026.
Mereka tidak membeberkan apa saja yang akan terlibat dalam perjanjian kedua negara, namun sepakat bekerja sama dalam bidang maritim. Bilateral dalam logistik maritim, pembangunan kapal, pelatihan personel dan studi sumber daya biologis laut juga jadi bahasan, serta direncanakan meninjau proposal khusus yang bertujuan untuk mewujudkan kesepakatan bersama.
“Perusahaan Rusia menyatakan minat untuk mendirikan perusahaan kapal bersama, serta fasilitas produksi untuk peralatan komponen laut di Indonesia. Tumpuan khusus diberikan pada peningkatan kerja sama dalam desain dan konstruksi kapal dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan kondisi perairan Indonesia,”
kata Kedutaan Besar Rusia untuk RI melalui akun Instagram resmi @rusmb_indonesia, Selasa, 2 Juni 2026.
Selain itu, kerja sama keduanya juga mencakup teknologi global lanjutan dalam logistik hijau, efisiensi energi dan penggunaan bahan bakar alternatif.
“Perusahaan ikan Rusia menyatakan keberanian mereka untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dari perikanan melalui teknologi yang aman, pembangunan kapasitas, dan perkenalan rute logistik alternatif,”
ucap pihak Kedubes Rusia.
Para pihak juga setuju untuk mendirikan kelompok kerja tetap. Kelompok kerja pertama berfokus pada pembangunan kapal, modernisasi pelabuhan, dan penggunaan rute logistik baru; kelompok kerja kedua menangani perkembangan sumber daya laut dan personel; lalu kelompok kerja ketiga berfokus pada penelitian ilmiah dan pelatihan personel.


